TIGA MUTIARATIGA MUTIARA
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaPenelitian ini membahas hak-hak perempuan dalam amar putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan perspektif Maqashid Syariah. Hak-hak perempuan yang diputuskan dalam perceraian, seperti nafkah iddah, mutah, hak asuh anak, dan pembagian harta, dianalisis dari segi kesesuaiannya dengan tujuan utama syariat Islam, yaitu perlindungan terhadap agama, jiwa, keturunan, dan akal, serta harta (Maqashid Syariah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis untuk menelaah putusan pengadilan dan bagaimana hukum yang diterapkan mencerminkan prinsip-prinsip Maqashid Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan perceraian di Pengadilan Agama telah mempertimbangkan hak-hak perempuan secara proporsional, meskipun masih ada ruang untuk penyesuaian lebih lanjut agar lebih selaras dengan esensi Maqashid Syariah, khususnya dalam aspek perlindungan ekonomi dan keadilan gender. Kajian ini merekomendasikan perlunya penguatan integrasi antara hukum positif dan prinsip-prinsip syariat untuk lebih menjamin kesejahteraan perempuan pasca perceraian.
Perlindungan hak-hak perempuan dalam putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan maqashid syariah sangat penting dan diatur komprehensif oleh hukum Islam serta regulasi nasional.Hukum perceraian memberikan kerangka jelas terkait nafkah, mutah, hak asuh anak, dan pembagian harta, yang semuanya sejalan dengan tujuan Maqashid Syariah untuk melindungi agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta.Implementasi hukum perceraian yang selaras dengan prinsip Maqashid Syariah memastikan kesejahteraan, keadilan, dan penghormatan hak-hak perempuan serta anak-anak pasca perceraian, demi mencapai kemaslahatan umat.
Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk lebih mendalami implementasi hak-hak perempuan dalam putusan cerai. Pertama, bagaimana dampak nyata dari putusan pengadilan yang didasarkan pada hukum positif terhadap kesejahteraan ekonomi perempuan dan anak-anak pasca perceraian, terutama bila dibandingkan dengan putusan yang secara eksplisit mengedepankan nilai-nilai fleksibilitas Maqashid Syariah? Sebuah studi dapat melakukan analisis kuantitatif terhadap sejumlah besar data kasus perceraian dari berbagai Pengadilan Agama untuk mengidentifikasi sejauh mana perlindungan ekonomi dan keadilan gender benar-benar tercapai dalam praktik, serta mengukur celah antara implementasi hukum positif yang kaku dan tujuan Maqashid Syariah yang lebih komprehensif. Selain itu, mengingat peran penting hakim dalam menerapkan hukum dengan mempertimbangkan esensi syariat, penelitian dapat mengeksplorasi secara kualitatif bagaimana para hakim di Pengadilan Agama secara konkret mengintegrasikan prinsip-prinsip Maqashid Syariah ketika dihadapkan pada situasi di mana hukum positif terasa kurang adaptif atau kaku dalam menangani isu-isu sensitif seperti pembagian harta atau penentuan nafkah yang adil. Wawancara mendalam dengan hakim dapat memberikan wawasan berharga tentang pertimbangan etis dan diskresi yang mereka gunakan. Terakhir, berdasarkan temuan bahwa pengetahuan dan tuntutan dari pihak perempuan seringkali menjadi penghalang, penelitian di masa depan dapat menyelidiki efektivitas program edukasi hukum dan advokasi dalam meningkatkan pemenuhan hak-hak perempuan pasca perceraian. Apakah peningkatan kesadaran hukum dan pendampingan dapat mendorong putusan yang lebih adil dan sesuai dengan semangat Maqashid Syariah, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada kesejahteraan jangka panjang perempuan dan anak-anak?.
| File size | 607.99 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
BDKJAKARTABDKJAKARTA Kegiatan pendampingan ini melibatkan 25 madrasah jenjang RA yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Jakarta Timur di bawah binaan penulis. Pendekatan penelitianKegiatan pendampingan ini melibatkan 25 madrasah jenjang RA yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Jakarta Timur di bawah binaan penulis. Pendekatan penelitian
STITMUBASTITMUBA Dalam hal ini, kepala madrasah sebagai pimpinan institusi merupakan sosok strategis untuk melakukan upaya peningkatan profesionalisme guru dengan kekuatanDalam hal ini, kepala madrasah sebagai pimpinan institusi merupakan sosok strategis untuk melakukan upaya peningkatan profesionalisme guru dengan kekuatan
UINSAUINSA Tahap selanjutnya pelaksanaan (actuating), pada tahap ini pelaksanaan program kerja perpustakaan MI Mambaul Ulum Bondowoso, diantaranya masih pada pelaksanaanTahap selanjutnya pelaksanaan (actuating), pada tahap ini pelaksanaan program kerja perpustakaan MI Mambaul Ulum Bondowoso, diantaranya masih pada pelaksanaan
YANAYANA Namun, terdapat beberapa hambatan seperti fasilitas yang kurang memadai, perbedaan tingkat keterampilan dan pengalaman di antara guru, komunikasi yangNamun, terdapat beberapa hambatan seperti fasilitas yang kurang memadai, perbedaan tingkat keterampilan dan pengalaman di antara guru, komunikasi yang
IAIDAIAIDA Strategi peningkatan prestasi meliputi pembinaan kelas unggulan, pelatihan lomba akademik, serta pengembangan ekstrakurikuler berbasis minat dan bakat.Strategi peningkatan prestasi meliputi pembinaan kelas unggulan, pelatihan lomba akademik, serta pengembangan ekstrakurikuler berbasis minat dan bakat.
IAIDAIAIDA Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman tentang TQM, dan resistensi terhadap perubahan. Sejumlah penelitian yangKendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman tentang TQM, dan resistensi terhadap perubahan. Sejumlah penelitian yang
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Hasil penelitian mengidentifikasi enam tantangan utama: keterbatasan infrastruktur, kondisi yang tidak memadai di sekolah pedesaan, kurangnya media pembelajaranHasil penelitian mengidentifikasi enam tantangan utama: keterbatasan infrastruktur, kondisi yang tidak memadai di sekolah pedesaan, kurangnya media pembelajaran
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Sedangkan pembelajaran nilai dan sikap moderasi diimplementasikan melalui. pengelolaan kondisi ekologi (material culture) meliputi lingkungan fisik (kondisiSedangkan pembelajaran nilai dan sikap moderasi diimplementasikan melalui. pengelolaan kondisi ekologi (material culture) meliputi lingkungan fisik (kondisi
Useful /
GOACADEMICAGOACADEMICA Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi pelatihan belum sepenuhnya merata dan berkelanjutan, serta materi pelatihan masih perluNamun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi pelatihan belum sepenuhnya merata dan berkelanjutan, serta materi pelatihan masih perlu
LITERASISAINSLITERASISAINS Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi Pokmaswas Bina Lestari dalam pengelolaan ekowisata dan terbentuknya model budidaya kepiting bakau yangHasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi Pokmaswas Bina Lestari dalam pengelolaan ekowisata dan terbentuknya model budidaya kepiting bakau yang
USIUSI Siswa pada kelas eksperimen yang menerima pembelajaran melalui diskusi kelompok menunjukkan tingkat keaktifan yang lebih tinggi, serta peningkatan kemampuanSiswa pada kelas eksperimen yang menerima pembelajaran melalui diskusi kelompok menunjukkan tingkat keaktifan yang lebih tinggi, serta peningkatan kemampuan
ITTELKOM SBYITTELKOM SBY Penelitian ini membahas perancangan Butler Matrix 4x4 untuk beamforming antena array pada aplikasi 5G. Antena array digunakan untuk menciptakan variasiPenelitian ini membahas perancangan Butler Matrix 4x4 untuk beamforming antena array pada aplikasi 5G. Antena array digunakan untuk menciptakan variasi