ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Kemampuan membaca pemahaman menjadi salah satu indikator penting dalam literasi siswa, namun di Indonesia kemampuan ini masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil survei PISA yang ini bertujuan mendeskripsikan konsisten menempatkan Indonesia di peringkat bawah. Penelitian perkembangan kajian kemampuan membaca pemahaman siswa di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir serta kontribusi hasil-hasil penelitian dalam memahami masalah rendahnya kemampuan tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis 18 publikasi ilmiah terindeks SINTA 3 dan 4 dari periode 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus utama kajian pada periode 2014–2019 adalah pengembangan model dan strategi pembelajaran, seperti SQ3R dan multiliterasi, yang terbukti efektif meningkatkan pemahaman membaca siswa. Periode 2020–2022 menekankan analisis tingkat pemahaman membaca, sedangkan tahun 2023–2024 mulai mengeksplorasi metode inovatif berbasis teknologi. Meskipun strategi tersebut memberikan dampak positif, tantangan tetap ada, terutama terkait implementasi konsisten dan rendahnya kreativitas guru dalam memanfaatkan teknik-teknik baru. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pendidik, pemerintah, dan peneliti untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman di Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi dan pelatihan guru yang lebih intensif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa selama 2014–2024 kajian kemampuan membaca pemahaman di Indonesia telah berkontribusi signifikan dalam mengidentifikasi faktor‑faktor penyebab rendahnya literasi membaca, dengan fokus pada model strategi pembelajaran, analisis tingkat pemahaman, serta metode inovatif.Meskipun strategi seperti SQ3R, multiliterasi, DRTA, dan blended learning terbukti meningkatkan pemahaman siswa, konsistensi hasil masih menjadi tantangan, terutama pada indikator penyusunan pertanyaan dan kesimpulan mandiri.Keterbatasan studi terletak pada cakupan jurnal SINTA 3 dan 4 serta belum mampu menjelaskan kesenjangan skor PISA secara menyeluruh, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan pengukuran jangka panjang dan sumber data yang lebih luas.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang intervensi berbasis teknologi pada kemampuan membaca pemahaman dengan mengikuti kohort siswa dari tingkat kelas awal hingga akhir jenjang dasar, sehingga dapat mengukur retensi kompetensi selama beberapa tahun. Selanjutnya, diperlukan studi campuran yang meneliti hubungan antara kreativitas guru, program pengembangan profesional, dan konsistensi pelaksanaan strategi membaca seperti SQ3R atau DRTA, untuk memahami faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat implementasi di kelas. Akhirnya, penting melakukan analisis komparatif terhadap publikasi yang terindeks di luar SINTA 3 dan 4, termasuk jurnal internasional, guna memperluas basis bukti dan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjelaskan kesenjangan skor PISA Indonesia serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terintegrasi.

  1. Analisis kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok pada siswa kelas V sekolah dasar | Pratiwi... doi.org/10.20961/Ddi.V10i2.64598Analisis kemampuan membaca pemahaman dalam menentukan ide pokok pada siswa kelas V sekolah dasar Pratiwi doi 10 20961 Ddi V10i2 64598
  2. Kemampuan membaca pemahaman ditinjau dari minat membaca dan penguasaan diksi peserta didik kelas IV sekolah... doi.org/10.20961/Ddi.V9i5.49331Kemampuan membaca pemahaman ditinjau dari minat membaca dan penguasaan diksi peserta didik kelas IV sekolah doi 10 20961 Ddi V9i5 49331
Read online
File size409.8 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test