SARI MUTIARASARI MUTIARA
Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas MutiaraRabies merupakan salah satu virus yang menyebabkan kematian bagi manusia maupun hewan. Penularan virus rabies dapat melalui gigitan binatang peliharaan kepada manusia seperti kucing, anjing, kera dan binatang peliharaan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pengetahuan terkait pengenalan bahaya rabies melalui edukasi interaktif sebagai upaya pencegahan terjadinya rabies dikalangan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi interaktif sebagai upaya pengenalan bahaya rabies pada anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Swasta Kartika I.1 yang dihadiri Siswa kelas 1-5 dan guru-guru serta didampingi kepala sekolah. Kegiatan yang dilakukan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, siswa aktif bertanya dan berespon ketika ditanya, waktu yang digunakan sesuai dengan yang ditentukan, serta jumlah peserta memenuhi target yang diinginkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa memiliki pemahaman baru terkait bahaya rabies sehingga kelak mampu menghindari kemungkinan terpapar dengan virus rabies.
Siswa memiliki pemahaman baru terkait bahaya rabies sehingga kelak mampu menghindari kemungkinan terpapar dengan virus rabies.Edukasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya rabies dan pentingnya pencegahan.Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan siswa dapat berperilaku lebih hati-hati dalam berinteraksi dengan hewan dan melaporkan potensi kasus rabies kepada pihak berwenang.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas program edukasi rabies secara jangka panjang terhadap perilaku siswa dalam berinteraksi dengan hewan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan materi edukasi yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik usia anak-anak, misalnya dengan menggunakan media pembelajaran interaktif atau permainan edukatif. Penting juga untuk melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar dalam program edukasi rabies untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sadar akan bahaya rabies.
| File size | 264.17 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, melibatkan 81 siswa aktif yang dipilih secara purposive sampling.Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, melibatkan 81 siswa aktif yang dipilih secara purposive sampling.
IAINPTKIAINPTK Model Problem Based Learning efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa SMA. PBL mendorong siswa aktif menyelesaikanModel Problem Based Learning efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa SMA. PBL mendorong siswa aktif menyelesaikan
TSBTSB Keuntungan memiliki kemampuan membaca meliputi pembelajaran dari teks, kesadaran terhadap peristiwa nyata, peningkatan minat terhadap subjek, dan perkembanganKeuntungan memiliki kemampuan membaca meliputi pembelajaran dari teks, kesadaran terhadap peristiwa nyata, peningkatan minat terhadap subjek, dan perkembangan
EDUPEDEDUPED Subjek penelitian siswa kelas XII IPS 1 MAN Kota Pariaman yang berjumlah 28 orang, yang laki-laki dan 22 orang perempuan. Kemampuan akademik rata-rataSubjek penelitian siswa kelas XII IPS 1 MAN Kota Pariaman yang berjumlah 28 orang, yang laki-laki dan 22 orang perempuan. Kemampuan akademik rata-rata
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan modelPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model
MAHADEWAMAHADEWA Model ini juga meningkatkan hasil belajar siswa, di mana rata-rata nilai meningkat dari 65,45 ke 77,17 dan ketuntasan klasikal dari 58% ke 94%. RekomendasinyaModel ini juga meningkatkan hasil belajar siswa, di mana rata-rata nilai meningkat dari 65,45 ke 77,17 dan ketuntasan klasikal dari 58% ke 94%. Rekomendasinya
UNTANUNTAN Untuk mengumpulkan data hasil penelitian digunakan tes prestasi belajar dan untuk menganalisis datanya digunakan analisis deskriptif kualitatif. DilihatUntuk mengumpulkan data hasil penelitian digunakan tes prestasi belajar dan untuk menganalisis datanya digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dilihat
UNIBUNIB Keterampilan berbicara menjadi prioritas utama, diikuti oleh mendengar, membaca, dan menulis. Sub-keterampilan berbicara yang penting meliputi kelancaran,Keterampilan berbicara menjadi prioritas utama, diikuti oleh mendengar, membaca, dan menulis. Sub-keterampilan berbicara yang penting meliputi kelancaran,
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Hasil: Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah lebih menambah pengetahuan masyarakat untuk mengerti, memahami, dan menganggap bahwa layanan psikologis ituHasil: Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah lebih menambah pengetahuan masyarakat untuk mengerti, memahami, dan menganggap bahwa layanan psikologis itu
SARI MUTIARASARI MUTIARA Oleh karena itu edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat khususnya pada Ibu Rumah TanggaOleh karena itu edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat khususnya pada Ibu Rumah Tangga
APTKLHIAPTKLHI Data kemampuan berpikir kritis diukur melalui tes uraian yang telah divalidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasisData kemampuan berpikir kritis diukur melalui tes uraian yang telah divalidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis
UNUSAUNUSA Prevalensi anemia pada siswa Sekolah Dasar Inpres Liliba sebesar 52,3%, dengan malnutrisi dan infeksi cacing sebagai faktor yang berkorelasi signifikan.Prevalensi anemia pada siswa Sekolah Dasar Inpres Liliba sebesar 52,3%, dengan malnutrisi dan infeksi cacing sebagai faktor yang berkorelasi signifikan.