UNAJAUNAJA

SCIENTIA JOURNALSCIENTIA JOURNAL

Dismenorea merupakan salah satu gangguan menstruasi yang hampir dialami seluruh perempuan. Angka kejadian sangat besar, 50% lebih dari rata-rata perempuan di dunia. Upaya untuk mengatasi dismenorea salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan pereganagan/ stretching.. . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain penelitian pre‑eksperiment one group pre‑test post‑test bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi abdominal stretching terhadap tingkat dismenorea pada remaja putri SMK 4 Muaro Jambi Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berjumlah 325 responden dengan sampel sebanyak 39 responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon.. . Sebelum dilakukan terapi abdominal stretching sebagian besar tingkat (dismenorea) remaja putri berada dalam kategori sedikit lebih nyeri. Sesudah dilakukan terapi abdominal stretching sebagian besar tingkat (dismenorea) remaja putri berada dalam kategori sedikit nyeri. Ada pengaruh terapi abdominal stretching terhadap tingkat dismenorea pada remaja putri.. . Diharapkan pelayanan kesehatan dapat lebih banyak memberikan informasi melalui penyuluhan‑penyuluhan dan pendidikan sehingga dapat memberikan pengetahuan pada remaja tentang abdominal stretching.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi abdominal stretching terhadap tingkat dismenorea pada remaja putri di SMK N 4 Muaro Jambi tahun 2023 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).

Penelitian lanjutan sebaiknya mengevaluasi efek jangka panjang terapi abdominal stretching terhadap dismenorea dengan mengamati perubahan intensitas nyeri selama minimal enam siklus menstruasi, melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari beberapa sekolah menengah kejuruan di berbagai daerah, serta mencatat kepatuhan latihan dan faktor-faktor moderasi seperti tingkat stres dan pola hidup peserta. Selanjutnya, diperlukan uji klinis terkontrol secara acak yang membandingkan abdominal stretching dengan intervensi non‑farmakologis lain, misalnya yoga, pilates, atau latihan aerobik, dengan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar; hasilnya diukur menggunakan skala visual analog (VAS), kuesioner kualitas hidup, serta pengukuran penggunaan analgesik, untuk menentukan pendekatan paling efektif dalam mengurangi nyeri haid pada remaja perempuan. Terakhir, studi eksperimental yang menilai perubahan biomarker fisiologis seperti kadar prostaglandin, endorfin, serta aktivitas saraf melalui elektroensefalografi atau fMRI pada peserta sebelum dan sesudah program stretching dapat mengungkap mekanisme biologis yang mendasari penurunan nyeri, sehingga memperkuat dasar ilmiah penggunaan teknik ini dalam praktik klinis dan membuka peluang pengembangan protokol terapi yang terstandarisasi.

Read online
File size424.3 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test