HELVETIAHELVETIA

Jurnal Dunia GiziJurnal Dunia Gizi

Pendahuluan: Tapanuli Utara merupakan salah satu penghasil dali horbo tertinggi di Sumatera Utara. Dali horbo yang dijuluki keju khas Batak adalah makanan khas di daerah Tapanuli, yang terbuat dari susu kerbau yang sudah difermentasi. Tujuan: Menganalisis penerimaan balita stunting terhadap agar-agar dali horbo. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan dua spesimen. Agar-agar dengan penambahan dali horbo sebanyak 700 gr dan agar-agar dengan penambahan dali horbo sebanyak 900 gr. Panelis dalam penelitian ini adalah semua balita stunting di Desa Siborong-Borong I yaitu 12 balita stunting. Uji penerimaan data dianalisis dengan uji Friedman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Siborong-Borong I Kecamatan Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara. Hasil: Berdasarkan skor total penilaian, agar-agar dali horbo dengan penambahan 700 gr dali horbo memiliki tingkat kesukaan yang lebih tinggi daripada agar-agar dali horbo dengan penambahan 900 gr dali horbo. Kesimpulan: Dalam pemilihan makanan tambahan untuk meningkatkan status gizi balita stunting, konsumen sebaiknya merekomendasikan agar-agar dengan dali horbo sebagai alternatif makanan tambahan sehat untuk memenuhi/menyediakan kecukupan gizi yang baik bagi balita stunting. Masih diperlukan diversifikasi pangan lain dengan penambahan susu kerbau sebagai pangan yang kaya nutrisi.

Penambahan 700 g dali horbo pada agar-agar menghasilkan rasa, aroma, warna, dan tekstur yang lebih disukai (gula aren, coklat susu, kenyal padat) dibandingkan dengan penambahan 900 g yang menimbulkan rasa dan aroma khas dali horbo, warna coklat kekuningan, serta tekstur berserat.Semakin besar proporsi dali horbo meningkatkan jumlah curd, yang membuat agar-agar menjadi lebih berserat, berwarna kuning, dan bersifat asam, dengan curd terbanyak pada perlakuan 900 g.Meskipun kedua formulasi diterima baik oleh balita stunting, total skor kepuasan lebih tinggi pada formulasi 700 g.

Bagaimana efek jangka panjang konsumsi agar-agar dali horbo 700 g terhadap pertumbuhan antropometri balita stunting selama enam bulan pertama setelah intervensi? Apakah kombinasi agar-agar dali horbo dengan sumber protein tambahan, seperti kacang kedelai atau ikan, dapat meningkatkan penerimaan sensori dan nilai gizi dibandingkan formulasi tunggal yang hanya mengandung dali horbo? Sejauh mana bakteri asam laktat yang terdapat dalam dali horbo berperan dalam modulasi mikrobiota usus dan memperbaiki status gizi balita stunting, serta apakah penambahan probiotik komersial dapat memperkuat efek tersebut? Penelitian selanjutnya juga dapat membandingkan agar-agar dali horbo dengan makanan tambahan lokal lain, misalnya dadih susu kerbau dengan tambahan buah lokal, untuk menentukan alternatif paling efektif dalam program PMT. Selain itu, diperlukan evaluasi ekonomi biaya produksi dan distribusi agar-agar dali horbo dalam skala komunitas, guna menilai keberlanjutan program. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kebijakan nutrisi daerah dapat didukung oleh bukti ilmiah yang lebih komprehensif. Apakah penerimaan organoleptik anak-anak dipengaruhi oleh faktor sosio‑kultural seperti pengetahuan orang tua tentang makanan tradisional, dan bagaimana strategi edukasi dapat meningkatkan adopsi? Studi longitudinal dengan desain kelompok kontrol dapat memberikan data kuat mengenai keamanan konsumsi berulang serta potensi efek samping ringan pada sistem pencernaan anak.

  1. #stunting balita#stunting balita
  2. #indeks massa tubuh#indeks massa tubuh
Read online
File size577.13 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3gE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test