UNIKSUNIKS
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)Subterranean termites are recognized for their capacity to damage various plant species, regardless of their productivity. These termites can launch attacks with varying degrees of intensity, targeting both trees and living plants, particularly in agricultural settings such as oil palm and rubber plantations, as well as in industrial forests comprising species like pine and eucalyptus. Characterized by its tropical climate, Indonesia exhibits high levels of environmental humidity, warmth, and organic matter in the soil, which further supports termite activity. A study conducted in the Tj. Keliling Village Plantation area of Salapian District, Langkat Regency, involved planting ten bait woods randomly in a rectangular plot measuring 12 meters in length and 7 meters in width. The spacing between the rows of bait wood was set at 30 cm, while the distance between individual bait wood columns was 60 cm. A descriptive method was employed for data analysis. The findings revealed varying percentages of damage among different types of bait wood: 10% for Pinang wood, 5% for coconut wood, 18.3% for oil palm wood, 33.3% for durian wood, 73.3% for teak wood, and the highest damage percentage of 77.3% for kapok wood. The attraction of termites to plants situated on mineral soil is attributed to the latters role in enhancing humidity, which is a critical factor facilitating the rapid growth and proliferation of subterranean termites. Consequently, the intensity of their attacks can occur at any time until appropriate management measures are implemented.
The study concluded that subterranean termites exhibit a preference for dicotyledonous plants over monocotyledonous plants due to the formers more complex tissue structure and higher lignin content, which serves as a nutritional source.The highest damage percentage was observed on kapok wood (77.Environmental factors, particularly humidity and temperature, significantly influence termite distribution and activity, with mineral soil providing optimal conditions for their proliferation.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa kimia spesifik dalam kayu dikotil yang menarik perhatian rayap, sehingga dapat dikembangkan strategi pengendalian yang lebih efektif. Selain itu, studi tentang interaksi antara jenis tanah mineral yang berbeda dengan aktivitas rayap dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi serangan rayap. Terakhir, penelitian mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap distribusi dan perilaku rayap di berbagai wilayah Indonesia sangat penting untuk memprediksi dan memitigasi risiko kerusakan tanaman dan infrastruktur akibat serangan rayap di masa depan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode pengendalian rayap yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta melindungi sumber daya tanaman dan infrastruktur penting di Indonesia.
- Evaluasi Sebaran Rayap Di Perkebunan Kelapa Sawit Pada Jenis Tanah Yang Berbeda | AGROISTA : Jurnal Agroteknologi.... doi.org/10.55180/agi.v8i1.943Evaluasi Sebaran Rayap Di Perkebunan Kelapa Sawit Pada Jenis Tanah Yang Berbeda AGROISTA Jurnal Agroteknologi doi 10 55180 agi v8i1 943
- Vol 10 No 1 (2021): April 2021 | Life Science. vol life science quick jump page content main navigation... doi.org/10.15294/lifesci.v10i1Vol 10 No 1 2021 April 2021 Life Science vol life science quick jump page content main navigation doi 10 15294 lifesci v10i1
- Preferences of Subterranean Termites (Coptotermes sp) for Monocotyledonous Plants and Dicotyledonous... doi.org/10.36378/juatika.v6i3.3663Preferences of Subterranean Termites Coptotermes sp for Monocotyledonous Plants and Dicotyledonous doi 10 36378 juatika v6i3 3663
| File size | 274.11 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular pada dosis 300 g per tanaman pada kelapa sawit memiliki potensi untuk meningkatkanOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular pada dosis 300 g per tanaman pada kelapa sawit memiliki potensi untuk meningkatkan
UNIKSUNIKS Variabel yang diamati meliputi analisis kimia tanah, tinggi bibit, jumlah daun, dan rasio kerucut akar. Hasil menunjukkan tidak adanya interaksi signifikanVariabel yang diamati meliputi analisis kimia tanah, tinggi bibit, jumlah daun, dan rasio kerucut akar. Hasil menunjukkan tidak adanya interaksi signifikan
UNIKSUNIKS The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University from November 2020 to March 2021. The experimentalThe research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University from November 2020 to March 2021. The experimental
UNIKSUNIKS Perlakuan meliputi dosis kompos Metankos yang bervariasi yang diterapkan pada pembibitan kelapa sawit: 0 kg, 0,1 kg, 0,2 kg, 0,3 kg, dan 0,4 kg per tanaman.Perlakuan meliputi dosis kompos Metankos yang bervariasi yang diterapkan pada pembibitan kelapa sawit: 0 kg, 0,1 kg, 0,2 kg, 0,3 kg, dan 0,4 kg per tanaman.
UNIKSUNIKS Pada tanah tropika yang bersifat asam, dinamika sulfur dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keasaman tanah, kandungan bahan organik, dan aktivitasPada tanah tropika yang bersifat asam, dinamika sulfur dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keasaman tanah, kandungan bahan organik, dan aktivitas
UNIKSUNIKS Temuan menunjukkan bahwa Metode Olah Tanah Maksimum adalah pendekatan paling efektif untuk budidaya kacang hijau varietas Vima 2. Metode pengolahan tanahTemuan menunjukkan bahwa Metode Olah Tanah Maksimum adalah pendekatan paling efektif untuk budidaya kacang hijau varietas Vima 2. Metode pengolahan tanah
UNIKSUNIKS The results showed that treatment 25% LOF 75% NPK increased the percentage of plant height by 73.47%, stem diameter by 42.13%, number of leaves by 67.36%,The results showed that treatment 25% LOF 75% NPK increased the percentage of plant height by 73.47%, stem diameter by 42.13%, number of leaves by 67.36%,
UNIKSUNIKS Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan media tanam yang tepat serta penggunaan POC telur siput emas secara tepat dosis dapat secara substansial meningkatkanHasil ini menunjukkan bahwa pemilihan media tanam yang tepat serta penggunaan POC telur siput emas secara tepat dosis dapat secara substansial meningkatkan
Useful /
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Kedua membimbing siswa dalam setiap kegiatan agar siswa dapat menerima dampak positif disetiap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Dan ketigaKedua membimbing siswa dalam setiap kegiatan agar siswa dapat menerima dampak positif disetiap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Dan ketiga
UNIKSUNIKS Frekuensi pengendalian dilakukan sekali setiap tiga bulan. Total 14, 12, dan 9 spesies gulma diidentifikasi di Kecamatan Kuantan Tengah, Inuman, dan SintajoFrekuensi pengendalian dilakukan sekali setiap tiga bulan. Total 14, 12, dan 9 spesies gulma diidentifikasi di Kecamatan Kuantan Tengah, Inuman, dan Sintajo
UNIKSUNIKS Hasil menunjukkan bahwa komposisi media tanam dan konsentrasi pengatur pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, akar, dan berat segar akar.Hasil menunjukkan bahwa komposisi media tanam dan konsentrasi pengatur pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, akar, dan berat segar akar.
UNIKSUNIKS Sembilan kombinasi perlakuan masing‑masing direplikasi tiga kali, menghasilkan 27 unit percobaan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlahSembilan kombinasi perlakuan masing‑masing direplikasi tiga kali, menghasilkan 27 unit percobaan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah