IJBE RESEARCHIJBE RESEARCH

Integrated Journal of Business and EconomicsIntegrated Journal of Business and Economics

Isu utama penelitian ini berasal dari fenomena pemanfaatan teknologi yang tidak merata, pemasaran digital yang terbatas pada pasar tertentu, dan tantangan dalam mengakses pembiayaan syariah, yang secara kolektif menghambat percepatan pertumbuhan bisnis makanan halal, meskipun potensinya besar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkaya literatur yang ada mengenai korelasi antara teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan akses terhadap pembiayaan syariah, dengan penekanan khusus pada perluasan usaha makanan halal berkelanjutan di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia. Data primer dikumpulkan dengan memilih sampel responden, khususnya pelaku usaha makanan halal di Indonesia, menggunakan pendekatan purposive sampling. Sebanyak 250 sampel digunakan dalam penelitian ini. Skala Likert digunakan untuk mengevaluasi indikasi, dan data dikumpulkan menggunakan Google Forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha makanan halal berkelanjutan di negara berkembang, khususnya di Indonesia, dipengaruhi oleh teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan akses terhadap pembiayaan syariah. Penelitian ini berkontribusi pada literatur teoretis dengan meningkatkan pengembangan Technology Acceptance Model (TAM), Teori Pemasaran Digital, dan Teori Akses Pembiayaan Syariah dalam konteks industri makanan halal di Indonesia. Secara praktis, temuan ini memberikan saran praktis kepada perusahaan makanan halal tentang cara memperluas jangkauan konsumen melalui pemasaran digital, meningkatkan transaksi melalui teknologi pembayaran, dan memanfaatkan pembiayaan syariah untuk mendukung pengembangan bisnis dan meningkatkan daya saing pasar.

Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan teknologi pembayaran (QRIS) sangat memengaruhi pertumbuhan bisnis makanan halal di Indonesia, dengan menyederhanakan proses pembayaran, meningkatkan kenyamanan konsumen, dan mengurangi kesalahan transaksi yang berpotensi meningkatkan volume penjualan.Selain itu, pemasaran digital, khususnya pemasaran konten, berkorelasi positif dengan pertumbuhan sektor makanan halal karena efektif dalam meningkatkan kesadaran merek dan edukasi konsumen tentang pentingnya produk halal.Terakhir, akses terhadap pembiayaan syariah ditemukan memfasilitasi pertumbuhan UMKM makanan halal di Indonesia berkat proses yang lebih mudah, kurang ketat, dan fleksibel dibandingkan pembiayaan konvensional, sehingga membantu pengusaha mendapatkan dana untuk memulai atau mengembangkan bisnis mereka.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang pertumbuhan bisnis makanan halal berkelanjutan. Pertama, penting untuk menginvestigasi bagaimana faktor-faktor eksternal, seperti dukungan kebijakan pemerintah (misalnya, program pelatihan literasi digital atau insentif finansial), kondisi infrastruktur digital di berbagai daerah, dan norma budaya lokal, secara spesifik memengaruhi adopsi teknologi pembayaran (seperti QRIS) dan efektivitas strategi pemasaran digital oleh UMKM makanan halal. Pemahaman ini akan membantu merumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran. Kedua, karena penelitian ini bersifat kuantitatif, studi berikutnya dapat mengadopsi pendekatan kualitatif atau metode campuran. Ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengalaman subjektif para pengusaha, menanyakan mengapa beberapa UMKM lebih berhasil beradaptasi dengan teknologi dan pembiayaan syariah daripada yang lain, serta tantangan internal apa yang mereka hadapi. Hal ini akan mengungkap motivasi, persepsi, dan strategi adaptasi yang lebih personal. Terakhir, dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi yang pesat dan kritik terhadap teori pemasaran digital, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi konten atau penggunaan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi rantai pasok, dapat diimplementasikan untuk tidak hanya meningkatkan jangkauan pemasaran tetapi juga memperjelas dan memverifikasi standar keberlanjutan halal yang sering kali masih ambigu, demi membangun kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dan membuka pasar global.

  1. Roadmap to Sustainable Halal Food Business Growth in Developing Countries: Integrating Payment Technology,... ojs.ijbe-research.com/index.php/IJBE/article/view/1190Roadmap to Sustainable Halal Food Business Growth in Developing Countries Integrating Payment Technology ojs ijbe research index php IJBE article view 1190
Read online
File size788.2 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test