ALQOLAMALQOLAM

Jurnal Aksi AfirmasiJurnal Aksi Afirmasi

Berdasarkan hasil wawancara dengan penanggung jawab pesantren Al Hayatul Islamiyah Kota Malang, permasalahan yang dihadapi antara lain adalah: (1) pesantren merasa penting untuk memberikan bekal kemandirian bagi santri agar dapat meningkatkan daya saing di masyarakat; (2) pesantren merasa penting untuk meningkatkan keterampilan santri. Menurut Siswanto (2020) kegiatan peningkatan keterampilan terhadap peserta didik pada dunia pendidikan juga dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan pesertanya. Selain itu menurut Singawinata (2020), program pelatihan yang diberikan langsung kepada masyarakat juga berguna untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan peserta pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan berpikir kreatif dalam berinovasi. Terdorong oleh kenyataan tersebut, maka diperlukan program kemitraan masyarakat dalam pemberdayaan generasi muda khususnya santri di pesantren yang menjadi fokus kajian ini. Oleh karena itu, tim dosen dari Universitas Islam Raden Rahmad Malang berkerjasana dengan tenaga dosen dari Universitas Negeri Malang ingin melakukan program kemitraan masyarakat dalam pemberdayaan santri dengan memberikan pelatihan jilbab lukis dan digital marketing untuk santri di pesantren Al Hayatul Islamiyah Kota Malang.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Pesantren Al Hayatul Islamiyah berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada santri, khususnya santri putri.Program pelatihan menghasilkan peningkatan kemampuan santri dalam mengembangkan produk jilbab lukis yang layak jual serta kemampuan menghitung harga pokok penjualan.Selain itu, santri memperoleh pengetahuan yang signifikan dalam memasarkan produk melalui media digital.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana efek jangka panjang pelatihan jilbab lukis dan digital marketing terhadap kemandirian ekonomi santri, dengan mengukur perubahan pendapatan dan keberlanjutan usaha selama dua hingga tiga tahun setelah program selesai. Selain itu, studi komparatif antara santri putri dan putra dapat mengevaluasi perbedaan tingkat penerimaan dan keberhasilan penerapan teknik pemasaran digital, sehingga memberikan gambaran lebih lengkap tentang kesetaraan gender dalam program pemberdayaan. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan model pembelajaran hybrid yang menggabungkan pelatihan tatap muka dengan modul daring interaktif, dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi digital marketing serta keterampilan desain jilbab dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan tentang strategi pemberdayaan santri yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian selanjutnya juga dapat menilai penerapan program serupa pada pesantren di wilayah lain dengan karakteristik sosial‑ekonomi yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan transfer pengetahuan. Selain itu, analisis biaya‑manfaat yang komprehensif dapat memberikan gambaran tentang efisiensi investasi program pemberdayaan, sehingga memudahkan pembuat kebijakan dalam alokasi sumber daya.

Read online
File size437.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test