ALQOLAMALQOLAM

Jurnal Aksi AfirmasiJurnal Aksi Afirmasi

Dusun Sanggrahan secara administratif terletak di Desa Ampelgading kecamatan Tirtoyudo Kab. Malang Dusun ini terdapat beberapa Taman Pendidikan Baca Al Quran (TPQ) yaitu TPQ Ar-Rohman, TPQ Nurul Hidayah, TPQ Nurus Syafi, TPQ Al Muttaqin dan Madin Nurul Jadid. Tempat belajar agama ini menjadi fasillitator anak-anak dalam mengembangkan baca tulis Al-Quran ataupun bidang agama lain seperti praktik sholat ataupun tatanan ibadah dasar dalam menjalankan rutinitas. Di sisi lain, minat dari anak-anak ataupun dukungan dari orang tua dirasa kurang hal ini karena minimnya pengetahuan tentang pentingnya ibadah ataupun kurangnya dari aparatur pemerintah, secara keseluruhan baik pendidikan umum atau agama. Adanya potensi alam yang baik dan sumber daya manusia yang masih dapat dioptimalkan mendorong mahasiswa KKN di Ampelgading untuk membantu mengatasi kendala di atas dengan melakukan sosialisasi kegiatan keagamaan. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah warga Dusun Sanggrahan, Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Malang. Metode pendekatan dilakukan dengan survey dan pendekatan partisipatif pada wilayah Sanggrahan untuk melihat kondisi riil di lapangan, selanjutnya dilakukan persiapan dan pelaksanaan FGD dengan warga setempat untuk merencanakan pelaksaan kegiatan, dan kemudian persiapan untuk pendampingan program. Sasaran diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Berdasarkan hasil pelaksanaan pendampingan keagamaan selama dua bulan, program pengabdian masyarakat ini menghasilkan perubahan signifikan bagi masyarakat Dusun Sanggrahan.Peningkatan jumlah jamaah di masjid dan antusiasme warga dalam kegiatan keagamaan, serta penggunaan metode terstruktur di TPQ yang menarik minat santri dan wali santri, menjadi bukti keberhasilan program.Mahasiswa juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan sosial seperti Tajhizul Jenazah, memperluas wawasan kepedulian sosial mereka.

Pentingnya keberlanjutan kegiatan keagamaan yang telah diinisiasi dalam program pengabdian masyarakat ini membuka berbagai peluang penelitian lanjutan yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam serta strategi yang lebih efektif di masa depan. Pertama, penelitian mendatang dapat mengevaluasi secara komprehensif dampak jangka panjang dari metode pembelajaran terstruktur yang diterapkan di TPQ terhadap peningkatan pemahaman agama anak-anak dan minat mereka dalam kegiatan keagamaan setelah program berakhir. Hal ini bisa melibatkan studi komparatif dengan TPQ lain yang menggunakan metode tradisional untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Kedua, mengingat mayoritas warga adalah petani dengan kesibukan tinggi, perlu dilakukan studi kualitatif untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan, serta menemukan model-model partisipasi yang lebih fleksibel dan sesuai dengan jadwal mereka. Penemuan ini diharapkan dapat membantu merancang program yang lebih adaptif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan efektivitas aparatur pemerintah desa atau tokoh masyarakat lokal dalam mendukung dan menginstitusionalisasi keberlanjutan program-program keagamaan ini. Dengan menganalisis mekanisme dukungan yang ada, atau yang belum optimal, kita dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang kuat untuk memastikan bahwa inisiatif positif seperti ini tidak hanya bersifat temporer, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Sanggrahan dan wilayah serupa.

Read online
File size310.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test