MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar klorofil pada beberapa jenis sayuran hijau diantaranya bayam (Amaranthus tricolor L.), selada (Lactuca sativa L.) dan daun singkong (Manihot esculenta) serta untuk mengkaji potensi sayuran tersebut sebagai sumber suplemen makanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) yang terdiri dari 3 jenis tanaman dengan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstrak 0,1 g masing-masing daun sayuran dalam 10 mL aseton 85%. Ekstrak disaring menggunakan kertas Whatman No. 1 diukur absorbansinya menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Analisis yang digunakan yaitu Analisis Varians (ANOVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tingkat kepercayaan 95%. Bila hasil ANOVA menunjukkan perbedaan nyata, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncans New Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%.

Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kandungan klorofil tertinggi terdapat pada daun singkong (Manihot esculenta) sebesar 18,141 mg/L, sementara daun bayam (Amaranthus tricolor L.) dan daun selada (Lactuca sativa L.Ketiga jenis sayuran tersebut berpotensi sebagai bahan dasar food supplement, dengan kandungan klorofil paling tinggi pada daun singkong dan paling rendah pada daun selada.Dengan demikian, daun singkong dapat dijadikan sumber utama klorofil untuk formulasi suplemen pangan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji variasi kandungan klorofil pada daun bayam, daun selada, dan daun singkong selama berbagai fase pertumbuhan serta di bawah kondisi iklim dan tanah yang berbeda, sehingga dapat dipahami pengaruh faktor lingkungan terhadap produksi klorofil. Selain itu, diperlukan studi perbandingan antara pelarut asetona dengan pelarut alternatif seperti metanol, etanol, atau etil asetat untuk mengekstraksi klorofil, guna menentukan metode yang memberikan rendemen tertinggi serta dampak terhadap kualitas pigment secara kimiawi. Selanjutnya, pengembangan produk makanan fungsional yang memanfaatkan daun singkong kaya klorofil perlu diuji secara klinis, termasuk penilaian bioavailabilitas klorofil pada manusia, efek anti‑oksidan, serta penerimaan sensorik konsumen terhadap suplemen berbasis daun singkong. Penelitian tersebut juga dapat menyertakan analisis biaya produksi dan keberlanjutan lingkungan dalam skala industri, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis bagi produsen makanan untuk mengintegrasikan klorofil daun singkong sebagai bahan baku suplemen yang aman, efektif, dan ekonomis. Akhirnya, evaluasi jangka panjang terhadap dampak kesehatan konsumen yang mengonsumsi suplemen tersebut dapat memastikan keamanan dan manfaat berkelanjutan.

Read online
File size651.3 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test