WIDYATAMAWIDYATAMA
English Journal Literacy UtamaEnglish Journal Literacy UtamaBeberapa guru percaya bahwa melayani siswa mereka dengan pendekatan yang sesuai adalah hal yang paling penting. Hal ini mungkin benar jika mereka telah memiliki siswa dengan pengetahuan bahasa Inggris yang cukup. Jika situasi tersebut tidak demikian, dan mereka harus berhadapan dengan siswa dengan pengetahuan bahasa Inggris yang kurang, hal pertama dan terpenting yang harus mereka lakukan adalah membuat program dengan topik pelajaran tertentu. Topik-topik pelajaran harus terintegrasi dan ditempatkan dalam urutan yang benar. Penelitian ini mengungkapkan sebuah program yang diuji untuk membantu beberapa siswa dengan latar belakang pengetahuan bahasa Inggris yang rendah agar mampu membuat kalimat sederhana. Penelitian ini, yang diadakan di sebuah universitas swasta dengan tiga puluh peserta, telah mampu membuktikan bahwa jika beberapa topik pelajaran diatur dengan benar, mereka dapat mendukung program pembelajaran bahasa dengan tujuan tertentu yang akan dicapai.
Program yang dilakukan dalam penelitian ini terbukti efektif membantu mahasiswa dengan latar belakang pengetahuan bahasa Inggris rendah untuk mampu membuat kalimat sederhana, serta menunjukkan bahwa topik pelajaran yang disusun secara berurutan mendukung pemahaman bertahap.Para pengajar yang ingin menerapkan program ini disarankan untuk mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan siswa dalam menyelesaikan setiap topik, bahkan menambahkan durasi bila diperlukan untuk memastikan pemahaman penuh sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.Sebagai produk akhir penelitian ini, program yang telah direvisi – dengan eliminasi topik yang tidak perlu dan penyesuaian durasi – diharapkan dapat diuji efektivitasnya dalam penelitian selanjutnya.
Penelitian ini telah berhasil merancang dan menguji sebuah program awal untuk membantu mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris dasar dalam menyusun kalimat sederhana, bahkan telah mengajukan revisi program yang lebih optimal. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang sangat menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Pertama, akan sangat penting untuk menguji secara komprehensif efektivitas program yang telah direvisi ini pada kelompok mahasiswa dengan latar belakang bahasa Inggris rendah yang serupa. Penelitian ini dapat membandingkan hasil pembelajaran siswa yang mengikuti program revisi dengan siswa yang mungkin tidak mengikuti program serupa atau mengikuti program yang berbeda, untuk melihat apakah penyesuaian durasi dan eliminasi topik memang menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mereka menyusun kalimat. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah: Seberapa jauh program revisi ini, dengan penyesuaian materi dan waktu yang telah dilakukan, mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat kalimat sederhana dibandingkan dengan program sebelumnya atau metode pengajaran konvensional? Kedua, mengingat bahwa motivasi siswa seringkali menjadi kendala, penelitian selanjutnya dapat menggali dampak jangka panjang dari program ini terhadap motivasi intrinsik dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris secara keseluruhan. Apakah pendekatan terintegrasi dan bertahap ini mampu membangun kepercayaan diri siswa yang telah lama merasa traumatik terhadap bahasa Inggris, sehingga mereka tidak hanya mampu membuat kalimat tetapi juga lebih antusias untuk belajar lebih lanjut? Misalnya, studi dapat meneliti bagaimana partisipasi dalam program ini memengaruhi pilihan siswa untuk mengambil mata kuliah bahasa Inggris lanjutan atau menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik di luar kewajiban. Terakhir, mengingat penelitian ini dilakukan di satu universitas swasta dengan jumlah peserta terbatas, perlu dilakukan penelitian untuk menguji generalisasi dan skalabilitas program ini. Bagaimana program serupa dapat diadaptasi dan diimplementasikan secara efektif di berbagai institusi pendidikan tinggi dengan karakteristik siswa dan sumber daya yang berbeda? Mempelajari konteks implementasi yang beragam akan memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor penyesuaian yang mungkin diperlukan untuk memastikan keberhasilan program ini dalam skala yang lebih luas. Ini akan membantu menentukan apakah program ini merupakan solusi yang dapat diterapkan secara universal untuk masalah rendahnya kemampuan bahasa Inggris dasar di kalangan mahasiswa.
| File size | 177.26 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap objek daya tarik wisata Gunung Masurai sehingga dapat dikembangkan menjadi objekPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap objek daya tarik wisata Gunung Masurai sehingga dapat dikembangkan menjadi objek
UPN VeteranUPN Veteran Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan program ini berhasil meningkatkanMetode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan program ini berhasil meningkatkan
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Namun, beberapa siswa merasa supervisi terlalu formal atau tidak cukup terasa dalam pengalaman belajar mereka, yang menunjukkan perlunya pendekatan supervisiNamun, beberapa siswa merasa supervisi terlalu formal atau tidak cukup terasa dalam pengalaman belajar mereka, yang menunjukkan perlunya pendekatan supervisi
SALNESIASALNESIA Tahap evaluasi yakni pengolahan data pre dan post-test, pemenuhan luaran kegiatan, serta lokakarya dan monitoring berkala. Kegiatan PPK HIMIKA ini dilaksanakanTahap evaluasi yakni pengolahan data pre dan post-test, pemenuhan luaran kegiatan, serta lokakarya dan monitoring berkala. Kegiatan PPK HIMIKA ini dilaksanakan
RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES Dampak utama terutama didorong oleh tiga hasil yang saling terkait: (1) peningkatan pendapatan rumah tangga melalui sistem integrasi peternakan dan pupukDampak utama terutama didorong oleh tiga hasil yang saling terkait: (1) peningkatan pendapatan rumah tangga melalui sistem integrasi peternakan dan pupuk
USAHIDUSAHID Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik Analisis dalamMetode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik Analisis dalam
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan unit analisis kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam hal ini PemerintahPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan unit analisis kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam hal ini Pemerintah
UMAUMA Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pelaksanaan program berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan aman. Pelaksanaan lapangan berupa sosialisasiPenelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pelaksanaan program berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan aman. Pelaksanaan lapangan berupa sosialisasi
Useful /
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Penelitian tinjauan ini mengkaji pengajaran bahasa Inggris dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasiPenelitian tinjauan ini mengkaji pengajaran bahasa Inggris dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Tujuan utamanya adalah untuk mengeksplorasi
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Menulis adalah salah satu keterampilan yang paling menantang bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), terutama bagi mahasiswa semesterMenulis adalah salah satu keterampilan yang paling menantang bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), terutama bagi mahasiswa semester
UMMUMM Melalui metode penelitian yuridis normatif, penelitian ini berupaya menggali konsep profetik untuk mewujudkan good governance. Hasil penelitian menunjukkanMelalui metode penelitian yuridis normatif, penelitian ini berupaya menggali konsep profetik untuk mewujudkan good governance. Hasil penelitian menunjukkan
UMMUMM Konflik berbasis agama menjadi isu sensitif di berbagai negara; Indonesia sebagai negara ber-Tuhan sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila memunculkanKonflik berbasis agama menjadi isu sensitif di berbagai negara; Indonesia sebagai negara ber-Tuhan sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila memunculkan