UNIMAUNIMA
KOMPETENSIKOMPETENSIUpacara melasti adalah upacara penyucian diri dan alam semesta yang di dalamnya terdapat beberapa mantra dan simbol yang memiliki makna spiritual. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara melasti adat Hindu Bali. Penelitian deksrptif kualitatif ini dilakukan di Kecamatan Dumoga utara dengan waktu penelitian selama 1 bulan. Penelitian ini menggunakan informan sebagai sumber data primer, sementara buku dan literatur yang relevan dengan penelitian menjadi sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 tahapan dalam mantra upacara melasti yang pertama yaitu tahap persiapan, kedua tahap nuur ida betara, ketiga sembahyang bersama dan kegatan akhir. Empat tahapan diatas memiliki beberapa mantra di dalamnya dan memiliki makna spiritual yaitu sebagai penyucian diri dan alam semesta, permohonan restu dari Dewa-dewi, pelepasan ego dan pengosongan diri serta penghormatan terhadap dewa dewi. Selain mantra dipenelitian ini juga terdapat simbol simbol sakral seperti Pratima, Jempana, Banten, Umbul-umbul, Senjata Dewa Nawa Sanga, dan Tirtha Amertha. Kajian makna spiritual terhadap mantra dan simbol-simbol spiritual dalam upacara melasti juga dapat di implikasikan dalam penguatan pendidikan karakter sesuai dengan fokus Kurikulum Merdeka karena dalam kajian ini dapat memperkaya pemahaman siswa tentang makna spiritual dalam budaya lokal.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa mantra dan simbol dalam upacara Melasti adat Hindu Bali memiliki makna spiritual yang mendalam.Upacara Melasti merupakan ritual penyucian diri dan benda-benda sakral yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi, dengan tujuan membersihkan kekotoran lahir dan batin melalui penggunaan air suci (Tirtha Amerta) yang melambangkan sumber kehidupan dan penyucian spiritual.Mantra yang digunakan dalam upacara ini berfungsi sebagai doa untuk penyucian, perlindungan, dan permohonan berkah kepada Tuhan, dengan inti tujuan membebaskan diri dari pengaruh negatif serta menyelaraskan diri dengan kekuatan suci alam semesta.Simbol-simbol seperti air melambangkan kesucian dan kehidupan, banten (sajen) merupakan persembahan kepada para dewa dan leluhur untuk memohon berkah, sedangkan pratima dan arca mencerminkan kehadiran Tuhan dalam wujud yang dihormati.Melalui mantra dan simbol tersebut, upacara Melasti mengajarkan pentingnya keseimbangan hidup, penghormatan kepada Tuhan dan leluhur, serta menjaga keharmonisan dengan alam.Makna spiritual yang terkandung dalam mantra dan simbol ini juga memiliki implikasi dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk sikap religius, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian siswa.Selain memperkuat keimanan, pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya dalam upacara Melasti juga dapat memperkaya wawasan siswa mengenai tradisi masyarakat Hindu Bali sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara Melasti di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan tradisi Hindu yang kuat seperti Bali, Jawa, dan Sumatera. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis makna simbol-simbol dalam upacara Melasti, seperti pratima, jempana, banten, umbul-umbul, dan senjata Dewa Nawa Sanga. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji implikasi pendidikan karakter dalam upacara Melasti, khususnya dalam membentuk sikap religius, tanggung jawab, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan budaya lokal. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang agama dan budaya, serta mengkaji bagaimana upacara Melasti dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif.
| File size | 284.24 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPOUMPO Islam adalah satu-satunya agama yang diridloi Allah. Selanjutnya Allah memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia yang telah menciptakan manusia. Manusia dalamIslam adalah satu-satunya agama yang diridloi Allah. Selanjutnya Allah memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia yang telah menciptakan manusia. Manusia dalam
UMPOUMPO Keragaman ini merupakan kehendak Tuhan sebagai Sang Pencipta, dengan tujuan agar manusia saling bekerja sama, saling membantu, dan saling introspeksi.Keragaman ini merupakan kehendak Tuhan sebagai Sang Pencipta, dengan tujuan agar manusia saling bekerja sama, saling membantu, dan saling introspeksi.
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Integrasi antara PAI dan sains bukanlah sekadar pendekatan metodologis, melainkan bersifat epistemologis, sebagaimana tercermin dalam model-model pengembanganIntegrasi antara PAI dan sains bukanlah sekadar pendekatan metodologis, melainkan bersifat epistemologis, sebagaimana tercermin dalam model-model pengembangan
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Meskipun sains memberikan manfaat material yang besar, integrasinya dengan pandangan Islam juga menekankan relevansi spiritualnya. Perkembangan sains telahMeskipun sains memberikan manfaat material yang besar, integrasinya dengan pandangan Islam juga menekankan relevansi spiritualnya. Perkembangan sains telah
UMKLAUMKLA 000 gambar yang dikategorikan ke dalam dua kelas: Senang dan Tidak Senang. Dataset tersebut melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk penggunaan bank filter000 gambar yang dikategorikan ke dalam dua kelas: Senang dan Tidak Senang. Dataset tersebut melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk penggunaan bank filter
STIKKENDALSTIKKENDAL Hasil menunjukkan beberapa strategi utama, antara lain penguatan kompetensi guru melalui pelatihan rutin, penerapan model pembelajaran terpadu yang memadukanHasil menunjukkan beberapa strategi utama, antara lain penguatan kompetensi guru melalui pelatihan rutin, penerapan model pembelajaran terpadu yang memadukan
BALELITERASIBALELITERASI 1) Pembelajaran sistem pengereman konvensional dengan model Problem Based Learning layak menjadi praktik pembelajaran HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan1) Pembelajaran sistem pengereman konvensional dengan model Problem Based Learning layak menjadi praktik pembelajaran HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan
UNWIRUNWIR Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, uji coba, observasi dan tes. Data yang dikumpulkan adalah hasil pretest, posttest dan penilaianTeknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, uji coba, observasi dan tes. Data yang dikumpulkan adalah hasil pretest, posttest dan penilaian
Useful /
LAKASPIALAKASPIA Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan modul ajar, minimnya pelatihan guru, dan kurangnya dukungan kelembagaan yang perlu diatasi. Dengan dukunganNamun, terdapat tantangan seperti keterbatasan modul ajar, minimnya pelatihan guru, dan kurangnya dukungan kelembagaan yang perlu diatasi. Dengan dukungan
LAKASPIALAKASPIA Oleh karena itu, hubungan sinergis ini perlu ditumbuhkan secara konsisten di berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi pendidikan karakterOleh karena itu, hubungan sinergis ini perlu ditumbuhkan secara konsisten di berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi pendidikan karakter
UNWIRUNWIR Peran bahasa sebagai media komunikasi dalam pembelajaran menjadi bagian penting yang perlu dikuasai oleh pemelajar dan pengajar. Melalui hal tersebut,Peran bahasa sebagai media komunikasi dalam pembelajaran menjadi bagian penting yang perlu dikuasai oleh pemelajar dan pengajar. Melalui hal tersebut,
RISETPRESSRISETPRESS Makalah ini menyajikan tipologi industri seks yang komprehensif berdasarkan data primer yang dikumpulkan antara tahun 2020 dan 2022. Tipologi industriMakalah ini menyajikan tipologi industri seks yang komprehensif berdasarkan data primer yang dikumpulkan antara tahun 2020 dan 2022. Tipologi industri