UNIMAUNIMA

KOMPETENSIKOMPETENSI

Bahasa Tontemboan, salah satu bahasa daerah di Sulawesi Utara, menghadapi ancaman kepunahan akibat kurangnya penggunaan di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa Tontemboan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa pada bulan September 2024, dengan informan sebanyak 20 orang generasi muda berusia antara 12 hingga 35 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak, teknik cakap semuka, teknik catat, dan angket. Data dianalisis menggunakan persentase untuk menghitung frekuensi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda di Desa Tonsewer lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Manado dibandingkan dengan bahasa daerah. Bahkan ditemukan bahwa beberapa generasi muda sudah tidak dapat menggunakan bahasa daerah mereka sendiri. Faktor pendidikan, pernikahan, usia, dan urbanisasi menjadi penyebab yang memengaruhi pemertahanan bahasa Tontemboan di desa tersebut. Selain itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan bahasa Tontemboan di kalangan generasi muda. Minimnya penggunaan bahasa Tontemboan dalam kehidupan sehari-hari generasi muda berisiko menyebabkan bahasa tersebut tidak dapat dipertahankan dan tergeser oleh bahasa lain.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda di Desa Tonsewer lebih banyak menggunakan Bahasa Melayu Manado daripada Bahasa Tontemboan, yang mengindikasikan adanya pergeseran bahasa.Beberapa faktor seperti pendidikan, pernikahan antar etnis, usia, dan urbanisasi berkontribusi terhadap penurunan penggunaan bahasa daerah ini.Peran keluarga sangat penting dalam upaya mempertahankan Bahasa Tontemboan, namun kurangnya penggunaan dalam komunikasi sehari-hari dapat menyebabkan bahasa ini terpinggirkan dan berisiko punah.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai strategi pembelajaran Bahasa Tontemboan yang efektif dan menarik bagi generasi muda, misalnya melalui pengembangan aplikasi pembelajaran bahasa atau kurikulum lokal yang adaptif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada peran keluarga dan masyarakat dalam revitalisasi bahasa, termasuk identifikasi praktik-praktik terbaik dalam transmisi bahasa antar generasi. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak kebijakan bahasa daerah terhadap pemertahanan Bahasa Tontemboan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pelestarian bahasa ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Tontemboan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Dengan memahami tantangan dan peluang yang ada, kita dapat merancang program-program yang lebih efektif untuk memastikan bahwa bahasa ini tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Read online
File size196.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test