UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Merokok adalah perilaku yang dapat menyebabkan masalah kesehatan baik bagi perokok maupun orang-orang di sekitarnya. Tingginya prevalensi konsumsi tembakau telah membuat masalah merokok semakin serius, sehingga berdampak pada meningkatnya penyakit terkait merokok dan kenaikan angka kematian akibat rokok. Diperkirakan pada tahun 2030, angka kematian global akibat merokok akan mencapai 10 juta jiwa. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkan angka perokok di Indonesia, persentase perokok tetap berada di angka 24,3% baik pada tahun 2013 maupun 2018, dengan kelompok usia dewasa awal 20-24 tahun menunjukkan peningkatan dari 27,2% menjadi 27,3% selama periode tersebut. Berbagai metode dapat digunakan untuk berhenti merokok, termasuk konseling, hipnoterapi, dan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). SEFT menggabungkan kekuatan spiritual dan energi psikologis, memperkuat efek terapi melalui doa. Tujuan: menganalisis rata-rata konsumsi rokok sebelum dan sesudah terapi SEFT. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest, melibatkan 50 responden. Hasil: Rata-rata jumlah rokok yang dikonsumsi setelah terapi SEFT menurun dari 13,16 menjadi 5,28 batang per hari, dengan hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai ρ sebesar 0,00. Kesimpulan: Terapi SEFT dapat secara efektif mengurangi intensitas konsumsi rokok dan bisa menjadi pilihan yang layak bagi perokok yang ingin berhenti.

Setelah dilakukan terapi SEFT pada perokok didapatkan hasil.Ada perbedaan rerata jumlah rokok yang dikonsumsi perokok setelah terapi SEFT sehingga terapi SEFT dapat mengurangi intensitas merokok.Para perokok yang ingin berhenti merokok dapat dilakukan dengan Teknik Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Bagi peneliti selanjutnya bisa dilakukan dengan lebih 1 kali intervensi SEFT dan melakukan penelitian dengan membandingkan Teknik SEFT dan Teknik komplementer yang lain.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek jangka panjang terapi SEFT terhadap kebiasaan merokok, membandingkan efektivitas SEFT dengan terapi lain seperti akupresur atau hipnoterapi, serta mengeksplorasi faktor budaya atau psikologis yang memengaruhi respons perokok terhadap SEFT. Penelitian juga bisa fokus pada penggunaan teknologi digital sebagai pendukung terapi SEFT, misalnya melalui aplikasi mobile untuk pemantauan konsumsi rokok dan pengingat terapi. Selain itu, studi tentang adaptasi SEFT untuk kelompok usia remaja atau pekerja dengan stres tinggi dapat memberikan wawasan baru tentang penerapan terapi ini di berbagai konteks.

Read online
File size269.09 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test