STT ABDIELSTT ABDIEL

Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik GerejaJurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja

Perjumpaan kekristenan dengan budaya dalam kehidupan sehari-hari merupakan realitas yang tidak dapat dielakkan. Gereja‑gereja di Lereng Merbabu pada satu sisi menghadapi budaya Jawa yang mengakar kuat dalam diri anggota jemaat. Di sisi yang lain ada tantangan untuk menjaga kemurnian ajaran kekristenan. Kekuatiran akan terjadinya sinkretisme mewarnai upaya menjawab tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara mengurai kekuatiran atas sinkretisme dalam upaya membangun teologi kontekstual di gereja‑gereja Lereng Merbabu. Dalam usaha menjawab pertanyaan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun jenis fenomenologi yang dipilih adalah fenomenologi hermeneutik yang digagas oleh van Manen dan teori yang digunakan untuk menganalisa dan menafsirkan hasil wawancara adalah teori sinkretisme oleh Harrison. Hasil yang diperoleh dari penelitian lapangan secara umum para partisipan memandang sinkretisme sebagai hal yang negatif. Akibatnya ada kecenderungan menolak sinkretisme dengan alasan menjaga kemurnian ajaran. Upaya membangun teologi yang kontekstual terlihat hanya dari sisi liturgi saja dan belum menyentuh pengajaran. Usulan yang diberikan adalah mengupayakan sikap yang lebih terbuka terhadap budaya.

Para partisipan umumnya memandang budaya sebagai adat yang positif secara moral, namun melihat sinkretisme secara negatif dan cenderung menolaknya untuk menjaga kemurnian doktrin pentakosta‑karismatik.Upaya kontekstualisasi yang dilakukan masih terbatas pada liturgi, sementara pengajaran teologis belum secara serius dikembangkan.Disarankan agar gereja membuka wawasan, bersikap lebih terbuka terhadap budaya, dan mengakui sisi positif sinkretisme untuk membangun teologi kontekstual yang lebih mendalam.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana persepsi positif terhadap sinkretisme dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan teologi gereja, sehingga calon pemimpin gereja dilatih untuk menilai secara kritis kontribusi budaya lokal terhadap iman tanpa mengorbankan doktrin. Selanjutnya, diperlukan studi empiris yang mengkaji dampak praktik liturgi kontekstual—seperti penggunaan musik, tarian, dan pakaian Jawa—terhadap identitas keagamaan dan keterlibatan jemaat, untuk mengetahui apakah pendekatan ini memperkuat atau melemahkan rasa kebersamaan dalam komunitas. Terakhir, sebuah penelitian komparatif antar wilayah Jawa (misalnya antara Lereng Merbabu dan daerah Jawa Barat atau Timur) dapat mengungkap variasi strategi kontekstualisasi yang berhasil, sehingga dapat menghasilkan model adaptif yang dapat diterapkan secara lebih luas dalam konteks budaya Indonesia yang beragam.

  1. One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.46445/jtki.v1i1.299One moment please moment please wait request verified doi 10 46445 jtki v1i1 299
  2. A Postcolonial Biography of Sadrach: the Tragic Story of an Indigenous Missionary | Singgih | Al-Jami'ah:... doi.org/10.14421/ajis.2015.532.367-386A Postcolonial Biography of Sadrach the Tragic Story of an Indigenous Missionary Singgih Al Jamiah doi 10 14421 ajis 2015 532 367 386
  3. Sinkretisme Agama dan Budaya Bagi Masyarakat Jawa | Javano Islamicus. sinkretisme agama budaya masyarakat... doi.org/10.15642/Javano.2023.1.1.67-79Sinkretisme Agama dan Budaya Bagi Masyarakat Jawa Javano Islamicus sinkretisme agama budaya masyarakat doi 10 15642 Javano 2023 1 1 67 79
  4. Sinkretisme Agama Dan Budaya Pada Bingkai Tradisi Lokal Gebyak Dusun di Dusun Pacet Made, Mojokerto,... e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/riayah/article/view/6489Sinkretisme Agama Dan Budaya Pada Bingkai Tradisi Lokal Gebyak Dusun di Dusun Pacet Made Mojokerto e journal metrouniv ac index php riayah article view 6489
  5. Syncretism and inculturation in the Nso’ context of Cameroon | Stellenbosch Theological Journal.... doi.org/10.17570/stj.2016.v2n2.a18Syncretism and inculturation in the NsoAo context of Cameroon Stellenbosch Theological Journal doi 10 17570 stj 2016 v2n2 a18
Read online
File size410.83 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test