UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Air tanah phreatic yang ditemukan mudah di sekitar komunitas di Kecamatan Kuta Raja berasal dari lapisan bawah permukaan dan tersimpan di area jenuh, yang mengalir secara alami melalui perembesan atau jet. Studi ini bertujuan menganalisis kualitas air tanah phreatic menggunakan parameter fisik dan kimia. Parameter fisik yang dianalisis meliputi warna, rasa, bau, dan suhu, sedangkan parameter kimia yang diuji mencakup nilai konduktivitas listrik, keasaman (pH), dan tingkat kesadahan. Sebanyak 50 sampel diperoleh dengan metode pengambilan sampel acak untuk eksperimen. Parameter fisik dievaluasi menggunakan metode observasi. Uji tingkat kesadahan air tanah dilakukan di Laboratorium Pengujian Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh. pH diukur menggunakan meter pH, sementara nilai konduktivitas listrik dan suhu air tanah phreatic diuji menggunakan checker kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa kualitas fisik air tanah dalam kondisi baik. Sekitar 64% sampel memiliki karakteristik kuning, tidak berbau, dan tidak berwarna. Nilai suhu berada dalam kategori sedang (30°C-35°C). Selain itu, 84% nilai konduktivitas listrik berada dalam kelas sedang (1.200–2.500) kategori air asin. Penting untuk diketahui bahwa nilai pH air tanah 6,5–8,5 berdasarkan pengukuran lapangan termasuk dalam kelas normal. Tingkat kesadahan (CaCO3) air tanah phreatic dievaluasi menggunakan metode Titrimetric berdasarkan SNI Nomor 06-6989.12-2004. Uji dilakukan pada enam sampel air tanah berdasarkan aliran air dan variasi nilai konduktivitas listrik. Berdasarkan observasi, empat sampel dikategorikan sebagai sampel keras, sementara dua diklasifikasikan sebagai sangat keras.

Kualitas air tanah phreatic di Kecamatan Kuta Raja secara umum baik, dengan 64% sampel memiliki karakteristik kuning, tidak berbau, dan tidak berwarna.Suhu air tanah berada dalam kategori sedang (30°C-35°C).84% sampel memiliki nilai konduktivitas listrik dalam kelas sedang (1.Nilai pH air tanah berada dalam kisaran normal (6,5–8,5).Empat sampel dikategorikan sebagai keras dan dua sebagai sangat keras berdasarkan tingkat kesadahan.Kualitas air tanah dipengaruhi oleh interaksi air dengan batuan dan aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah.Perlu dilakukan pemantauan terus-menerus untuk memastikan ketersediaan air bersih.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh limbah domestik terhadap kualitas air tanah phreatic di daerah padat penduduk. Selain itu, studi tentang efektivitas metode pengolahan air tanah untuk mengurangi tingkat kesadahan dapat dikembangkan. Penelitian juga diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kegiatan tempat pembuangan akhir terhadap kualitas air tanah dan solusi alternatif pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Saran lainnya adalah mengkaji peran sistem drainase dalam mengurangi pencemaran air tanah akibat aktivitas pertanian. Terakhir, penelitian tentang adaptasi masyarakat terhadap perubahan kualitas air tanah akibat perubahan iklim dapat menjadi arah studi baru.

  1. Pengaruh Ketebalan Media Saringan Pasir Lambat terhadap Penurunan Kekeruhan dan Warna Air Permukaan Menggunakan... jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/bjkl/article/view/661Pengaruh Ketebalan Media Saringan Pasir Lambat terhadap Penurunan Kekeruhan dan Warna Air Permukaan Menggunakan jurnal poltekkespalu ac index php bjkl article view 661
  2. Analisis kesadahan total (CaCO3), kalsium (Ca2 ), magnesium (Mg2 ) pada air sumur tanah di Jakarta Utara... doi.org/10.37373/tekno.v10i1.192Analisis kesadahan total CaCO3 kalsium Ca2 magnesium Mg2 pada air sumur tanah di Jakarta Utara doi 10 37373 tekno v10i1 192
  3. One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.30862/casssowary.cs.v4.i2.79One moment please moment please wait request verified doi 10 30862 casssowary cs v4 i2 79
Read online
File size820.21 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test