JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Yogurt merupakan produk susu fermentasi yang dihasilkan oleh Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, yang memberikan rasa asam khas. Bakteri asam laktat membutuhkan sumber karbohidrat selama pertumbuhan, yang dapat diperoleh dari ubi jalar ungu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu fermentasi terhadap kadar karbohidrat dan protein pada yoghurt ubi jalar ungu. Penelitian ini mencakup tiga sampel: sampel A (yoghurt difermentasi selama 7 jam), sampel B (yoghurt difermentasi selama 14 jam), dan sampel C (yoghurt difermentasi selama 21 jam). Metode penelitian bersifat kuantitatif, dengan pengujian karbohidrat menggunakan metode Luff‑Schoorl dan pengujian protein menggunakan metode Kjeldahl. Kandungan karbohidrat sebesar 10,36% pada sampel A, 10,41% pada sampel B, dan 10,02% pada sampel C; kandungan protein sebesar 2,23% pada sampel A, 3,93% pada sampel B, dan 4,03% pada sampel C.

Berdasarkan analisis sampel penelitian, semakin lama waktu fermentasi, kadar karbohidrat menjadi lebih rendah.Sebaliknya, kandungan protein meningkat seiring dengan bertambahnya waktu fermentasi.Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara mengelola ubi jalar untuk mempertahankan nilai gizinya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana variasi suhu fermentasi (misalnya 20 °C, 30 °C, dan 40 °C) memengaruhi profil mikroba serta perubahan kadar karbohidrat dan protein pada yoghurt ubi jalar ungu, sehingga dapat menentukan suhu optimal untuk menghasilkan produk dengan nilai gizi maksimal. Selanjutnya, diperlukan studi yang menilai penambahan serat prebiotik atau penggunaan varietas ubi jalar ungu lain (misalnya varietas dengan kandungan antosianin lebih tinggi) terhadap aktivitas antioksidan, tekstur, dan penerimaan sensori konsumen, guna memperluas potensi fungsional produk. Akhirnya, penting untuk menyelidiki stabilitas jangka panjang yoghurt selama penyimpanan dingin, mengamati kelangsungan viability probiotik, perubahan nilai gizi, serta dampak potensial terhadap kesehatan pengguna, sehingga dapat memberikan pedoman praktis bagi produsen dan konsumen dalam menjaga kualitas produk selama masa simpan.

  1. Full article: Extend the emphasis to encompass sweet potatoes health advantages, industrial applications,... tandfonline.com/doi/full/10.1080/19476337.2024.2390994Full article Extend the emphasis to encompass sweet potatoes health advantages industrial applications tandfonline doi full 10 1080 19476337 2024 2390994
  2. Sweet Potato Is Not Simply an Abundant Food Crop: A Comprehensive Review of Its Phytochemical Constituents,... doi.org/10.3390/antiox11091648Sweet Potato Is Not Simply an Abundant Food Crop A Comprehensive Review of Its Phytochemical Constituents doi 10 3390 antiox11091648
  3. PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER PREBIOTIK TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA YOGHURT SINBIOTIK | Mukhoiyaroh... doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2884PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER PREBIOTIK TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA YOGHURT SINBIOTIK Mukhoiyaroh doi 10 33005 jtp v16i1 2884
  4. Kajian Penambahan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas blackie) Terhadap Sifat Kimia dan Sensoris Yoghurt... profood.unram.ac.id/index.php/profood/article/view/209Kajian Penambahan Ubi Jalar Ungu Ipomoea batatas blackie Terhadap Sifat Kimia dan Sensoris Yoghurt profood unram ac index php profood article view 209
Read online
File size384.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test