PAPANDAPAPANDA

Polinomial : Jurnal Pendidikan MatematikaPolinomial : Jurnal Pendidikan Matematika

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran matematika, namun pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Semarang kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah Self-Regulated Learning. Selain itu, diperlukan penerapan model pembelajaran dan media yang tepat, salah satunya melalui model Creative Problem Solving berbantuan aplikasi Cymath. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan aplikasi Cymath dan pembelajaran langsung; (2) mengetahui pengaruh Self-Regulated Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan aplikasi Cymath; serta (3) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari Self-Regulated Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 3 Semarang tahun ajaran 2025/2026 dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi uji kevalidan perangkat dan instrumen penelitian, analisis data kuantitatif berupa uji normalitas, homogenitas, perbedaan dua rata-rata, dan uji regresi linear sederhana, serta analisis data kualitatif yang mencakup keabsahan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan aplikasi Cymath dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Selain itu, Self-Regulated Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa dengan Self-Regulated Learning tinggi mampu memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah, siswa dengan Self-Regulated Learning sedang belum mampu memeriksa kembali hasil, sedangkan siswa dengan Self-Regulated Learning rendah belum mampu merencanakan, melaksanakan, dan memeriksa kembali penyelesaian masalah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Creative Problem Solving berbantuan aplikasi Cymath dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung, di mana siswa pada kelas eksperimen memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik.Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran Creative Problem Solving berbantuan Cymath, dengan persamaan regresi Ŷ = 𝟒𝟎, 𝟔𝟒𝟕 𝟎, 𝟒𝟓𝟒𝑿 dan kontribusi pengaruh sebesar 50,5%.Secara kualitatif, siswa dengan Self-Regulated Learning tinggi mampu memenuhi seluruh tahapan pemecahan masalah, siswa dengan Self-Regulated Learning sedang mampu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian tetapi tidak melakukan pemeriksaan kembali hasil, sedangkan siswa dengan Self-Regulated Learning rendah hanya mampu memahami masalah dan belum mampu melaksanakan penyelesaian secara sistematis.

Penelitian ini telah menunjukkan hasil menarik tentang bagaimana model Creative Problem Solving (CPS) yang didukung aplikasi Cymath serta Self-Regulated Learning (SRL) memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMK. Untuk memperkaya pemahaman dan penerapannya, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dipertimbangkan. Pertama, karena studi ini terbatas pada satu materi dan sekolah, penelitian mendatang bisa menguji efektivitas CPS berbantuan Cymath dan pengaruh SRL pada materi matematika lain seperti geometri atau statistika, atau di jenjang pendidikan berbeda (SMP/SMA umum), sehingga kita dapat melihat seberapa luas metode ini dapat diterapkan. Kedua, dengan temuan bahwa SRL positif memengaruhi pemecahan masalah, penelitian lanjutan perlu berfokus pada pengembangan dan pengujian intervensi atau program pelatihan yang secara efektif dapat meningkatkan SRL siswa, terutama bagi mereka dengan tingkat sedang dan rendah, serta mengukur dampaknya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis mereka. Ketiga, untuk memastikan keberhasilan adopsi metode pembelajaran ini, penting untuk menggali pengalaman guru. Penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi tantangan teknis atau pedagogis yang dihadapi guru saat mengimplementasikan CPS berbantuan Cymath, bagaimana mereka mengatasinya, dan apa saja faktor pendukung di kelas, guna merumuskan panduan implementasi serta pelatihan guru yang lebih relevan di masa depan.

  1. Application of the Index Card Match Strategy to Improve Students' Mathematical Problem Solving Ability... journal.formosapublisher.org/index.php/fjst/article/view/2728Application of the Index Card Match Strategy to Improve Students Mathematical Problem Solving Ability journal formosapublisher index php fjst article view 2728
  2. Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika. kemampuan pemecahan open ended siswa smp tahapan... doi.org/10.30736/voj.v3i1.346Vygotsky Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika kemampuan pemecahan open ended siswa smp tahapan doi 10 30736 voj v3i1 346
  3. PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMECAHAN MASALAH: URGENSI DAN PENERAPANNYA | JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan... unikastpaulus.ac.id/jurnal/index.php/jipd/article/view/318PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMECAHAN MASALAH URGENSI DAN PENERAPANNYA JIPD Jurnal Inovasi Pendidikan unikastpaulus ac jurnal index php jipd article view 318
Read online
File size534.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test