UNISSULAUNISSULA

International Conference on Education, Technology, and Social SciencesInternational Conference on Education, Technology, and Social Sciences

Kecerdasan Buatan (AI) telah menemukan tempat yang menarik dalam dunia puisi. Penyair, penulis, dan peneliti mulai menyadari bagaimana AI dapat membantu dalam penulisan, analisis, dan pelestarian puisi. Ringkasan ini meninjau kontribusi AI terhadap puisi sambil menjaga keseimbangan antara kreativitas manusia dan dukungan mesin. Puisi yang dihasilkan AI merupakan langkah maju yang signifikan dalam penulisan modern; alat AI dapat menciptakan puisi berdasarkan tema, perasaan, dan gaya penulisan tertentu. Sebagai contoh, AI dapat meniru gaya penyair terkenal seperti William Wordsworth atau menghasilkan gaya baru yang unik bagi mesin, membuka peluang baru bagi penyair terutama yang mencari inspirasi. AI memberikan inovasi dengan menawarkan cara tak terbatas untuk bercerita dan mengekspresikan pemikiran, meskipun pertanyaan utama tetap: dapatkah puisi buatan AI benar‑benar menampilkan emosi manusia? Kolaborasi antara manusia dan AI memungkinkan penyair menggunakan AI sebagai alat bantu untuk menemukan frasa, menemukan rima, atau memperbaiki struktur puisi, sehingga menghubungkan metode tradisional dan modern dengan tetap mempertahankan sentuhan unik manusia. Banyak penyair memandang AI sebagai “rekan menulis atau “sumber ide yang menantang mereka untuk berpikir secara berbeda, sehingga teknologi mendukung kreativitas manusia alih‑alih menggantikannya. Selain menghasilkan puisi, AI juga membantu meningkatkan dan melestarikan karya puisi dengan memeriksa irama, alur, dan gaya, serta memberikan saran yang berguna bagi penyair pemula maupun yang berpengalaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, dimulai dengan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi aspek subjektif dan kreatif peran AI dalam puisi, kemudian dilanjutkan dengan metode kuantitatif untuk menganalisis data terukur seperti frekuensi penggunaan AI, kepuasan penyair, dan faktor‑faktor lain, guna memperoleh pemahaman komprehensif tentang topik tersebut.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan buatan berfungsi sebagai pendamping kreatif yang efektif dalam proses penulisan puisi, memungkinkan penyair menghasilkan ekspresi sastra yang beragam dan bermakna dengan memperkuat intuisi manusia serta menyediakan ide berbasis bahasa.Namun, elemen fundamental seni puisi—koneksi emosional, pengetahuan budaya, dan pengalaman hidup—masih tetap menjadi domain manusia.Kerjasama antara penyair dan mesin tidak mengurangi kreativitas manusia, melainkan memperluas batasan ekspresi puitis dan membuka jalur baru untuk praktik serta pembelajaran.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan AI dalam menghasilkan puisi dengan bentuk tradisional Indonesia seperti pantun atau syair memengaruhi kedalaman emosional dan penerimaan budaya, dengan membandingkan hasil AI versus karya manusia pada konteks tersebut. Selanjutnya, perlu dikembangkan teknik komputasi afektif yang dapat menambah dimensi emosional pada puisi buatan AI, serta dievaluasi melalui pengukuran respons emosional pembaca menggunakan skala psikofisiologis atau kuesioner terstandarisasi. Terakhir, sebuah studi longitudinal pada program lokakarya puisi berbasis AI di lingkungan pendidikan dapat menilai dampaknya terhadap perkembangan kreativitas, kemampuan menulis, dan motivasi siswa, dengan mengikuti kelompok kontrol yang tidak menggunakan AI selama satu semester penuh.

  1. [2007.12391] Artificial Intelligence in the Creative Industries: A Review. artificial intelligence creative... arxiv.org/abs/2007.123912007 12391 Artificial Intelligence in the Creative Industries A Review artificial intelligence creative arxiv abs 2007 12391
  2. Exploring the Usage of Emotional Skills Development in the Poetry of Rajab Ibrahimi | Journal Corner... doi.org/10.54012/jcell.v4i2.334Exploring the Usage of Emotional Skills Development in the Poetry of Rajab Ibrahimi Journal Corner doi 10 54012 jcell v4i2 334
  3. View of Perceptual Learning Style Preferences (PLSP) and their Relationship with English Foreign Language... doi.org/10.69475/RATEI.2024.1.1View of Perceptual Learning Style Preferences PLSP and their Relationship with English Foreign Language doi 10 69475 RATEI 2024 1 1
  4. The role of digitalization in today’s art: A perspective from NFT and artificial intelligence |... doi.org/10.31566/arts.2291The role of digitalization in todayAos art A perspective from NFT and artificial intelligence doi 10 31566 arts 2291
Read online
File size207.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test