UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Tulisan ini menggambarkan peluang pembentukan Provinsi Madura melalui analisis atas kapasitas dan tantangan yang dihadapi. Analisis dilakukan pada kualitas ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, kualitas sumber daya manusia, pembangunan desa, kapasitas fiskal, dan kemandirian fiskal daerah. Pemekaran daerah atau pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) seringkali menjadi jalan yang dipilih untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seberapa besar peluangnya. Pendalaman peluang dilakukan dengan menganalisis kapasitas dan tantangan yang ada di pemerintah daerah yang akan menjadi bakal bagian dari provinsi baru tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kabupaten yang ada di Pulau Madura memiliki beberapa keunggulan dan tantangan. Keunggulannya bahwa keempat kabupaten di Pulau Madura memiliki nilai Indeks GINI, IPM, dan IDM yang rata-rata dengan kabupaten/kota di Jawa Timur. Sedangkan yang menjadi tantangan adalah kualitas ekonomi daerah yang ditunjukkan dengan nilai PDRB yang keseimbangannya jauh di bawah kabupaten/kota di Jawa Timur. Tantangan berikutnya adalah kapasitas dan kemandirian fiskal keempat kabupaten di Pulau Madura berada di bawah rata-rata dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. Bagaimanapun kualitas sumber daya manusia, pembangunan dan pemerataan yang eksis dapat menjadi modal dasar untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi yang dimiliki, apabila diberi kewenangan untuk menjadi provinsi. Pulau Madura memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam yang memadai yang apabila dikelola dengan kewenangan yang lebih besar dapat dioptimalkan dan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik sehingga kesejahteraan masyarakat lokal menjadi lebih baik.

Madura Island memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam yang memadai.Namun, kapasitas dan kemandirian fiskal daerah masih di bawah rata-rata kabupaten/kota di Jawa Timur.Meskipun demikian, kualitas sumber daya manusia, pembangunan, dan pemerataan yang sudah ada dapat menjadi modal dasar untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi yang dimiliki.Dengan kewenangan sebagai provinsi, Madura dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.Namun, pembentukan Provinsi Madura tetap memerlukan evaluasi menyeluruh terkait kesiapan administrasi pemerintahan daerah dan dukungan fiskal dari pemerintah pusat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kemandirian fiskal terhadap percepatan pembangunan ekonomi daerah, kajian strategi pengembangan desa berbasis potensi lokal, serta evaluasi peran sumber daya manusia dalam efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penelitian pertama mengusulkan studi tentang hubungan antara kewenangan fiskal yang lebih besar dengan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Madura. Penelitian kedua dapat menggali potensi ekonomi daerah melalui pendekatan pembangunan berbasis komunitas. Penelitian ketiga merekomendasikan evaluasi sistem kapasitas aparatur daerah dalam mengelola kewenangan otonomi baru.

Read online
File size464.02 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test