STTPBSTTPB
KURIOSKURIOSMatius 5:3 merupakan prolegomena khotbah di Bukit yang mengalami pergeseran semantik dalam penerjemahan Indonesia. Artikel ini mengevaluasi kritis pilihan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) miskin di hadapan Allah melalui komparasi dengan teks Yunani ptōchoi tō pneumati (NA28). Menggunakan hermeneutika gramatikal-historis dan kritik redaksi, penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan dalam diskursus biblika Indonesia yang mengabaikan fungsi sintaksis dativus of respect dalam struktur gramatikal Matius 5. Analisis mencakup klausa partisipial dan bingkai dialogis-imperatif yang membangun pesan kebenaran yang lebih baik, serta komparasi dengan Lukas 12:21 mengenai orientasi kaya terhadap Allah (ploutōn eis theon). Temuan menunjukkan bahwa meskipun terjemahan LAI memiliki nilai pragmatis-relasional, terminologi miskin dalam roh lebih akurat dalam mempertahankan dimensi introspektif batiniah dan status ontologis murid ideal dalam narasi Matius. Penelitian ini menantang teologi kemakmuran dan mengusulkan transformasi praksis eklesiologis berorientasi keadilan sosial sebagai buah kemiskinan spiritual sejati.
Penelitian menunjukkan bahwa istilah “miskin dalam roh memiliki keunggulan filologis dibanding terjemahan “di hadapan Allah karena menghormati fungsi dativus of respect dan menegaskan koherensi teologis Khotbah di Bukit melalui struktur sintaksis makro Matius 5.Konsep tersebut menegaskan bahwa kerendahan hati spiritual merupakan prasyarat moralitas Kerajaan Allah dan transformasi murid, serta melalui perbandingan dengan Lukas 12.21 memperlihatkan antitesis antara kebangkrutan batin dan akumulasi harta egoistik, memungkinkan kepenuhan sejati dalam Allah.Oleh karena itu, “miskin dalam roh harus dijadikan standar terjemahan akademik di Indonesia untuk memperkuat solidaritas sosial dan keadilan serta menolak teologi kemakmuran dan meritokrasi religius.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan mengkaji dampak pilihan terjemahan miskin dalam roh versus di hadapan Allah terhadap praktik spiritual jemaat di berbagai denominasi Indonesia, menggunakan metode survei kualitatif dan kuantitatif untuk menilai persepsi dan perubahan perilaku keagamaan; selanjutnya, analisis komparatif sintaksis dativus of respect pada teks Beatitudes lain dalam manuskrip Yunani dapat memperdalam pemahaman filologis, sehingga diperlukan studi tekstual kritis meliputi varian manuskrip awal serta penerjemahannya; terakhir, pengembangan kerangka teologi kontekstual yang mengintegrasikan konsep miskin dalam roh dengan program keadilan sosial gereja di Indonesia dapat dievaluasi melalui studi kasus implementasi proyek pemberdayaan ekonomi dan sosial, menilai dampaknya terhadap solidaritas komunitas dan transformasi spiritual, sehingga menghasilkan pedoman praktis bagi gereja dalam menolak teologi kemakmuran dan menguatkan etika kerendahan hati.
| File size | 391.21 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB Kepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model iniKepemimpinan naratif-memori adalah paradigma pembangunan jemaat di Indonesia yang lebih setia secara teologis dan relevan secara kontekstual. Model ini
STTPBSTTPB Hasilnya adalah model kurikulum yang tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan mental tetapi juga membentuk spiritualitas yang resilien serta harapanHasilnya adalah model kurikulum yang tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan mental tetapi juga membentuk spiritualitas yang resilien serta harapan
STTBISTTBI Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk memulihkan pemimpin dalam pelayanan gereja. Pemulihan kepemimpinan gereja merupakanHasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk memulihkan pemimpin dalam pelayanan gereja. Pemulihan kepemimpinan gereja merupakan
STTPBSTTPB Transformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya menghasilkan pergeseran paradigma dari model monokultural menjadi pendekatan yang responsifTransformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya menghasilkan pergeseran paradigma dari model monokultural menjadi pendekatan yang responsif
STTPBSTTPB Artikel ini mengusulkan Theologia Morae (Teologi Kelambatan) sebagai kerangka teologis-spiritual bagi kepemimpinan Kristiani transformatif di era akselerasiArtikel ini mengusulkan Theologia Morae (Teologi Kelambatan) sebagai kerangka teologis-spiritual bagi kepemimpinan Kristiani transformatif di era akselerasi
STTPBSTTPB Artikel ini mengkonstruksi konsep kapasitas liminal sebagai kerangka kompetensi kepemimpinan yang mengintegrasikan wawasan antropologi ritual Victor TurnerArtikel ini mengkonstruksi konsep kapasitas liminal sebagai kerangka kompetensi kepemimpinan yang mengintegrasikan wawasan antropologi ritual Victor Turner
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Adapun kesimpulan tulisan ini bahwa integritas Paulus menjadi fondasi teologisPenelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Adapun kesimpulan tulisan ini bahwa integritas Paulus menjadi fondasi teologis
STAK PESATSTAK PESAT Ciri yang menonjol dari model kepemimpinan Raja Uzia yaitu karakter yang kuat dalam keberaniannya mengambil keputusan, hubungan baik yang terjalin denganCiri yang menonjol dari model kepemimpinan Raja Uzia yaitu karakter yang kuat dalam keberaniannya mengambil keputusan, hubungan baik yang terjalin dengan
Useful /
STTBISTTBI Untuk dapat mengatakan bahwa seorang pemimpin atau gembala memiliki kredibilitas tinggi harus dilihat dari berbagai faktor, misalnya kepribadiannya, kemampuanUntuk dapat mengatakan bahwa seorang pemimpin atau gembala memiliki kredibilitas tinggi harus dilihat dari berbagai faktor, misalnya kepribadiannya, kemampuan
UMNUMN Oleh karena itu, penggunaan ekstrak serai wangi dalam pembuatan sabun cuci piring dianggap sangat efektif, tidak hanya untuk memberikan aroma, tetapi jugaOleh karena itu, penggunaan ekstrak serai wangi dalam pembuatan sabun cuci piring dianggap sangat efektif, tidak hanya untuk memberikan aroma, tetapi juga
UMNUMN Sebagai saran untuk pengembangan pengabdian lebih lanjut, perlu adanya kegiatan lanjutan yang tidak hanya terbatas pada penyuluhan, tetapi juga pelatihanSebagai saran untuk pengembangan pengabdian lebih lanjut, perlu adanya kegiatan lanjutan yang tidak hanya terbatas pada penyuluhan, tetapi juga pelatihan
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, stimulasi dan pengasuhan anak yang kurang tepat, asupan nutrisi kurangStunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, stimulasi dan pengasuhan anak yang kurang tepat, asupan nutrisi kurang