UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumPerzinahan merupakan kejahatan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah menikah. Salah satu bentuk penyelesaian kasus perzinahan di Desa Olanori yaitu penyelesaian secara hukum adat. Pada penyelesaian kasus tersebut dijatuhi hukuman pada pelaku perzinahan uang sejumlah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah), babi sebesar lima alisi. Masyarakat memilih penyelesaian secara hukum adat karena masyarakat lebih mementingkan rasa kekeluargaan dan rasa kebersamaan dimana untuk menjaga kekompakan masyarakat yang secara turun temurun. Dalam masyarakat, banyak perkara yang diselesaikan secara adat salah satunya adalah kasus perzinahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis secara deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan adalah dilakukan secara musyawarah mufakat (orahua) melalui mediasi para pihak yang dilakukan oleh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemerintahan (perangkat desa) dengan melakukan perundingan pada masalah yang terjadi. Apabila telah tercapai kesepakatan maka kepada pelaku perzinahan dikenakan sanksi adat. Mengacu pada hal tersebut kepada pelaku perzinahan dikenakan sanksi hukuman uang sejumlah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah), 1 (satu) ekor babi sebesar lima alisi dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keributan. Penulis menyarankan supaya ketentuan hukum adat harus dibuat secara tertulis dalam bentuk peraturan desa supaya ada kepastian hukuman bagi orang yang melanggar hukum adat itu sendiri. Supaya Lembaga Adat Desa (LAD) berperan aktif dalam hal menyelesaikan hal serupa.
Apabila tercapai kesepakatan, pelaku dikenakan sanksi adat berupa denda uang dan babi.Penerapan hukum adat dalam penyelesaian kasus perzinahan mengutamakan kesepakatan bersama dan menjaga keharmonisan masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai efektivitas hukum adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di era modern, dengan mempertimbangkan nilai-nilai hak asasi manusia dan kesetaraan gender. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana hukum adat dapat diintegrasikan dengan sistem hukum nasional agar tercipta kepastian hukum yang lebih baik dan perlindungan yang optimal bagi semua pihak. Penelitian lanjutan juga dapat difokuskan pada peran aktif Lembaga Adat Desa (LAD) dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai hukum adat kepada masyarakat, serta mengembangkan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih inklusif dan partisipatif, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum adat sebagai solusi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan sosial.
| File size | 576.69 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
DINIYAHDINIYAH Berbagai bentuk intoleransi yang terjadi-baik antarumat beragama maupun intraumat Islam menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada teks keagamaannya,Berbagai bentuk intoleransi yang terjadi-baik antarumat beragama maupun intraumat Islam menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada teks keagamaannya,
STAIMTASTAIMTA Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Al-Manshur Al-IslamyBerdasarkan hasil penelitian, penerapan metode blended learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Al-Manshur Al-Islamy
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Dalam masyarakat Muslim saat ini yang menghadapi tantangan moral dan spiritual, kesadaran diri dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter individuDalam masyarakat Muslim saat ini yang menghadapi tantangan moral dan spiritual, kesadaran diri dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter individu
STIKKENDALSTIKKENDAL Pendekatan yang menekankan kedisiplinan, variasi metode pembelajaran, serta pembinaan spiritual dan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat menghasilkanPendekatan yang menekankan kedisiplinan, variasi metode pembelajaran, serta pembinaan spiritual dan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat menghasilkan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Di tengah pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta keragaman budaya dan agama yang semakin kompleks, pendidikan agama dituntut lebih dari sekadarDi tengah pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta keragaman budaya dan agama yang semakin kompleks, pendidikan agama dituntut lebih dari sekadar
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan nilai Islam yang melibatkan peran aktif masyarakat, yaitu pengajian gampong, majelis talim, dan keteladananHasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan nilai Islam yang melibatkan peran aktif masyarakat, yaitu pengajian gampong, majelis talim, dan keteladanan
UIN SUSKAUIN SUSKA Studi ini menunjukkan bahwa hijrah, dakwah, dan media baru saling terkait dalam membentuk perubahan sosio-religius dan menjadi pendorong bagi munculnyaStudi ini menunjukkan bahwa hijrah, dakwah, dan media baru saling terkait dalam membentuk perubahan sosio-religius dan menjadi pendorong bagi munculnya
DWCUDWCU Pemisahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial menciptakan jurang pemisah yang masih terasa hingga kini.meskipun demikian, terdapat upaya berkelanjutanPemisahan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial menciptakan jurang pemisah yang masih terasa hingga kini.meskipun demikian, terdapat upaya berkelanjutan
Useful /
DINIYAHDINIYAH Pemantauan program untuk pemantauan program pemerintah telah melakukan pemantauan program Kampung KB di Desa Semelinang Darat. Faktor-faktor penghambatPemantauan program untuk pemantauan program pemerintah telah melakukan pemantauan program Kampung KB di Desa Semelinang Darat. Faktor-faktor penghambat
UNIRAYAUNIRAYA 000.000.00 dan 2 ekor babi. Dalam penyelesaian kasus perzinahan khususnya di Desa Hilisaooto Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan tetap melalui proses000.000.00 dan 2 ekor babi. Dalam penyelesaian kasus perzinahan khususnya di Desa Hilisaooto Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan tetap melalui proses
UNIGAUNIGA Penelitian juga menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan yang paling dominan terhadap kinerja karyawan dengan nilai β sebesar 0. 422 dan nilai signifikasiPenelitian juga menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan yang paling dominan terhadap kinerja karyawan dengan nilai β sebesar 0. 422 dan nilai signifikasi
UNIGAUNIGA Peta atribut menunjukkan satu atribut berada pada kuadran A (prioritas utama), 13 atribut pada kuadran B (pertahankan prestasi), 12 atribut pada kuadranPeta atribut menunjukkan satu atribut berada pada kuadran A (prioritas utama), 13 atribut pada kuadran B (pertahankan prestasi), 12 atribut pada kuadran