ALFARABIALFARABI
J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahJ-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahKurangnya minat dan motivasi belajar siswa dapat memicu pada tingkat kemalasan siswa dalam proses belajar. Hal ini tentunya menjadi keresahan bagi lembaga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kurikulum merdeka dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN 2 Cibenda. Kurikulum merdeka dirancang untuk memberikan kemudahan terhadap pihak sekolah agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekolah berada. Penerapan kurikulum merdeka diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa dapat berkreatif dan lebih aktif dalam pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Cibenda. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan langsung ke lapangan. Adapun teknis analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 2 Cibenda. Proses manajemen kurikulum ini melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen kurikulum merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memenuhi beberapa indikator yaitu perencanaan kurikulum merdeka yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan sosial.Pengorganisasian kurikulum yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri.Pelaksanaan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri.Evaluasi kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan kurikulum dengan pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh pendekatan pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berdiferensiasi, terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini penting untuk mengetahui strategi pembelajaran yang paling efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran orang tua dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Keterlibatan orang tua yang aktif dapat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat diintegrasikan secara optimal dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, terutama di era digital ini. Integrasi TIK yang tepat dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa abad ke-21. Dengan demikian, penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas implementasi Kurikulum Merdeka dan mendorong motivasi belajar siswa di sekolah dasar.
- J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah. staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published... ejournal.alfarabi.ac.id/index.php/stafJ STAF Siddiq Tabligh Amanah Fathonah staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published ejournal alfarabi ac index php staf
- Implementasi Manajemen Kurikulum di Sekolah Dasar | Jurnal Basicedu. implementasi manajemen kurikulum... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/2102Implementasi Manajemen Kurikulum di Sekolah Dasar Jurnal Basicedu implementasi manajemen kurikulum jbasic index php basicedu article view 2102
- PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM OLEH GURU TINGKAT SEKOLAH DASAR | SITTAH:... doi.org/10.30762/sittah.v2i2.3396PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM OLEH GURU TINGKAT SEKOLAH DASAR SITTAH doi 10 30762 sittah v2i2 3396
| File size | 311.39 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dakwah Islam dipengaruhi oleh strategi penyampaian yang kontekstual, komunikatif, serta selaras denganPenelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dakwah Islam dipengaruhi oleh strategi penyampaian yang kontekstual, komunikatif, serta selaras dengan
ALMARHALAHALMARHALAH KH Amsar tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan keagamaan secara tradisional, tetapi juga secara aktif mengimplementasikan pendekatan yang kontekstualKH Amsar tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan keagamaan secara tradisional, tetapi juga secara aktif mengimplementasikan pendekatan yang kontekstual
STIKKENDALSTIKKENDAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama, pembiasaanHasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan pembelajaran di madrasah berbasis pesantren terletak pada integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama, pembiasaan
AMORFATIAMORFATI Namun, kedua sistem masih menghadapi kesenjangan implementasi, terutama di mana otonomi kelembagaan dan struktur otoritas tradisional berlaku. TransformasiNamun, kedua sistem masih menghadapi kesenjangan implementasi, terutama di mana otonomi kelembagaan dan struktur otoritas tradisional berlaku. Transformasi
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Selain itu, penerapan teknologi dalam Manajemen Pendidikan Islam (IEM) mempunyai potensi manfaat yang cukup besar, seperti meningkatkan efektivitas administrasiSelain itu, penerapan teknologi dalam Manajemen Pendidikan Islam (IEM) mempunyai potensi manfaat yang cukup besar, seperti meningkatkan efektivitas administrasi
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Kedua, lokasi awal kedatangan Islam di Indonesia adalah pesisir Sumatra. Ketiga, pengembangan Islam di Indonesia didasarkan pada peran para muballig, ustadz,Kedua, lokasi awal kedatangan Islam di Indonesia adalah pesisir Sumatra. Ketiga, pengembangan Islam di Indonesia didasarkan pada peran para muballig, ustadz,
STITPEMALANGSTITPEMALANG Kurikulum mengandung isi, tujuan, metode, serta alat evaluasi pendidikan. Kurikulum pendidikan Islam bermakna sebagai rangkaian program yang mengarahkanKurikulum mengandung isi, tujuan, metode, serta alat evaluasi pendidikan. Kurikulum pendidikan Islam bermakna sebagai rangkaian program yang mengarahkan
UINMADURAUINMADURA Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi. Ilmu dalam Islam merupakanCakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi. Ilmu dalam Islam merupakan
Useful /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Penelitian ini menginvestigasi integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam audit forensik serta membandingkan implementasi dan efektivitasnya antara negaraPenelitian ini menginvestigasi integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam audit forensik serta membandingkan implementasi dan efektivitasnya antara negara
STITPEMALANGSTITPEMALANG Karena yang diperoleh bukan saja bersifat doktriner, melainkan juga bersifat ilmiah dalam mengkaji hal ikhwal tentang agama. Dengan demikian, penelitianKarena yang diperoleh bukan saja bersifat doktriner, melainkan juga bersifat ilmiah dalam mengkaji hal ikhwal tentang agama. Dengan demikian, penelitian
UMKUMK Maka aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di SMPN II Sulamu yang penulis kaji tentangMaka aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di SMPN II Sulamu yang penulis kaji tentang
STITPEMALANGSTITPEMALANG Pada tindakan 1, siswa yang tuntas KKM sebanyak 20 orang (66,66%). Pada tindakan 2, seluruh siswa (36 orang atau 100%) tuntas KKM. Selain itu, perlu ditelitiPada tindakan 1, siswa yang tuntas KKM sebanyak 20 orang (66,66%). Pada tindakan 2, seluruh siswa (36 orang atau 100%) tuntas KKM. Selain itu, perlu diteliti