STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAJURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANACarpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gejala nyeri, kesemutan, dan baal pada pergelangan tangan yang disebabkan oleh kompresi nervus medianus. Di Amerika, 3,8% populasi umum mengalami CTS, dengan perempuan lebih sering terkena dibanding pria. Di Indonesia, kejadian CTS belum banyak diketahui karena sedikitnya laporan. Fisioterapi berperan dalam pemulihan CTS melalui modalitas seperti TENS dan Ultrasound, serta terapi latihan Upper Limb Tension Test 1 (ULTT 1). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Setelah dilakukan fisioterapi sebanyak 4 kali pertemuan didapatkan hasil adanya penurunan dan berkurangnya spasme otot pada wrist, penurunan nyeri pada wrist dextra dan sinistra pada T1 bernilai 4 dan mengalami penurunan pada T4 bernilai 2, penurunan kesemutan pada wrist dextra dan sinistra yang semula bernilai 3 lalu mengalami penurunan pada T4 bernilai 1, adanya peningkatan LGS palmar fleksi wrist dextra dan sinistra yang semula berkurang kemudian secara perlahan kembali normal, peningkatan kekuatan otot palmar flexor wrist dextra dan sinistra yang semula bernilai 4 kemudian kebali normal dan adanya peningkatan kemampuan fungsional aktivitas pasien pada wrist dextra dan sinistra yang semula mendapat skor 32 dengan keterangan ketergantungan berat kemudian secara perlahan meningkat dan mendapat skor 16 dengan keterangan ketergantungan sedang.
Berdasarkan pembahasan, penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation, ultrasound, dan terapi latihan berupa upper limb tension test 1 efektif dalam mengurangi spasme otot, nyeri, kesemutan, meningkatkan lingkup gerak sendi, kekuatan otot, dan aktivitas fungsional pada pasien Carpal Tunnel Syndrome bilateral.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman penanganan CTS melalui pendekatan fisioterapi yang komprehensif.Penting bagi pasien untuk mengurangi kegiatan yang dapat memicu atau memperburuk gejala yang dialami.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai penatalaksanaan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan efektivitas kombinasi modalitas fisioterapi yang digunakan dalam studi ini dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi manual atau injeksi kortikosteroid, untuk menentukan protokol penatalaksanaan yang paling optimal. Kedua, studi prospektif dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan kelompok kontrol diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan studi kasus ini dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi fisioterapi terhadap kualitas hidup pasien CTS. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien CTS selama menjalani terapi fisioterapi, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan terhadap program latihan dan persepsi mereka terhadap manfaat terapi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi dan memberikan edukasi yang lebih efektif kepada pasien.
| File size | 291.64 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UWHSUWHS Hal ini mengakibatkan pengurangan jumlah oksigen yang dihirup tubuh. Terdapat efek negatif ketika merokok yang secara langsung mampu menurunkan dan menggangguHal ini mengakibatkan pengurangan jumlah oksigen yang dihirup tubuh. Terdapat efek negatif ketika merokok yang secara langsung mampu menurunkan dan mengganggu
UWHSUWHS Coronary Artery Disease (CAD) merupakan bentuk penyakit jantung yang paling umum, yang disebabkan oleh perubahan pembuluh darah arteri yang mensuplai jantung.Coronary Artery Disease (CAD) merupakan bentuk penyakit jantung yang paling umum, yang disebabkan oleh perubahan pembuluh darah arteri yang mensuplai jantung.
UWHSUWHS Intervensi menggunakan ultrasound diathermy, mobilisasi saraf median, gliding tendon, dan latihan bola selama tiga sesi terbukti efektif dalam mengurangiIntervensi menggunakan ultrasound diathermy, mobilisasi saraf median, gliding tendon, dan latihan bola selama tiga sesi terbukti efektif dalam mengurangi
UWHSUWHS Sehingga dapat disimpulkan Core Stability Exercise efektif menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan daya tahan otot lumbal pada penjahit. PemberianSehingga dapat disimpulkan Core Stability Exercise efektif menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan daya tahan otot lumbal pada penjahit. Pemberian
UWHSUWHS Resistensi (misalnya barbel atau thera-band) terhadap gerakan dinamis ekstremitas dapat ditambahkan untuk menantang stabilitas. Penerapan DNS bermanfaatResistensi (misalnya barbel atau thera-band) terhadap gerakan dinamis ekstremitas dapat ditambahkan untuk menantang stabilitas. Penerapan DNS bermanfaat
UWHSUWHS Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian Cross sectional study melalui analisa data sekunder dari Rekam MedikPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian Cross sectional study melalui analisa data sekunder dari Rekam Medik
UWHSUWHS Isometric exercise adalah suatu latihan yang bertujuan untuk mengaktivasi otot secara berkelanjutan dengan peningkatan ketegangan, tidak disertai denganIsometric exercise adalah suatu latihan yang bertujuan untuk mengaktivasi otot secara berkelanjutan dengan peningkatan ketegangan, tidak disertai dengan
UWHSUWHS Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemulihan pada pasien pasca rekonstruksi ACL dan ALL dengan peningkatan ROM. Metode: Studi ini merupakan laporanPenelitian ini bertujuan mengetahui upaya pemulihan pada pasien pasca rekonstruksi ACL dan ALL dengan peningkatan ROM. Metode: Studi ini merupakan laporan
Useful /
STIEBANKBPDJATENGSTIEBANKBPDJATENG Pengukuran kinerja keuangan perusahaan bank dengan menerapkan model penilaian kinerja berbasis resiko, yaitu metode risk, good corporate governance, earning,Pengukuran kinerja keuangan perusahaan bank dengan menerapkan model penilaian kinerja berbasis resiko, yaitu metode risk, good corporate governance, earning,
STIEBANKBPDJATENGSTIEBANKBPDJATENG Dengan menggunakan metode Hair et al. , studi ini menganalisis data menggunakan SEM-PLS 4. 0 dengan ukuran sampel 150 peserta. Hasil studi ini menunjukkanDengan menggunakan metode Hair et al. , studi ini menganalisis data menggunakan SEM-PLS 4. 0 dengan ukuran sampel 150 peserta. Hasil studi ini menunjukkan
EKASAKTIEKASAKTI Pada siklus I, rata-rata persentase indikator motivasi belajar siswa adalah 69%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79,5%. Selain itu, persentasePada siklus I, rata-rata persentase indikator motivasi belajar siswa adalah 69%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79,5%. Selain itu, persentase
EKASAKTIEKASAKTI Penelitian tindakan kelas dengan dua siklus ini mengaplikasikan strategi pembelajaran aktif tipe Instant Assessment untuk meningkatkan pemahaman konsepPenelitian tindakan kelas dengan dua siklus ini mengaplikasikan strategi pembelajaran aktif tipe Instant Assessment untuk meningkatkan pemahaman konsep