DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Eksplorasi pengetahuan Generasi Z, interpretasi kebangsaan, dan eksistensi mereka sebagai warga negara semua dipengaruhi oleh media sosial, yang telah berkembang melampaui tujuan awalnya sebagai sarana berbagi berita. Kombinasi intensitas emosional siaran dengan sifat impersonal kurasi otomatis dapat menyebabkan hilangnya konteks dan polarisasi wacana publik. Penelitian ini menggunakan kajian literatur kualitatif dengan menelaah sumber akademik yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, serta melakukan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan tren baru terkait disinformasi, literasi digital kritis, dan identitas nasional di kalangan Generasi Z. Artikel ini menyajikan solusi praktis: menguatkan identitas Indonesia sekaligus memerangi misinformasi melalui integrasi literasi digital kritis, kesadaran algoritma, dan nasionalisme digital. Tinjauan penelitian tahun 2024‑2025 menyoroti empat aspek penting: (1) video kampanye menyesatkan dengan teks sering muncul di platform seperti Facebook, YouTube, dan TikTok; (2) untuk melawannya, sekolah harus menerapkan tugas verifikasi sumber, mendorong membaca perlahan, dan menciptakan narasi tandingan berbasis data; (3) penciptaan lingkungan literasi yang efektif memerlukan guru dan pustakawan yang memprioritaskan tim, sesi kecil yang sering, perwakilan literasi, dan kanal interaktif; (4) Generasi Z cenderung menemukan tagar budaya yang bermakna, koleksi lokal, vlog situs bersejarah, dan narasi nasional partisipatif. Oleh karena itu, kecanggihan teknologi hanyalah puncak es batu dalam literasi digital; ia juga berfungsi sebagai perekat identitas Indonesia dan landasan akal publik.
Kesimpulannya, pada era algoritma yang menentukan program dan statistik keterlibatan yang menilai perhatian, Generasi Z memerlukan bantuan dalam bidang literasi kritis, kebiasaan faktual, serta narasi nasional yang dapat dirasakan relevan.Integrasi LDK, KA, dan ND ke dalam metode pembelajaran praktis membantu menghilangkan misinformasi, meningkatkan kualitas wacana publik, dan melestarikan karakter Indonesia yang ramah dan inklusif.
Penelitian pertama dapat mengevaluasi penerapan modul kesadaran algoritma dalam kurikulum sekolah menengah dan mengukur dampaknya terhadap penurunan kerentanan Generasi Z terhadap disinformasi, dengan menggunakan survei pra‑ dan pasca‑tes, desain eksperimental, serta pelacakan longitudinal; penelitian kedua dapat membandingkan arsip digital berbasis komunitas yang mengumpulkan dan menyebarkan narasi budaya lokal di beberapa provinsi Indonesia, menyelidiki bagaimana paparan terhadap arsip tersebut memengaruhi rasa identitas nasional dan kewarganegaraan digital Generasi Z, dengan metode campuran termasuk kelompok fokus dan analisis sentimen; penelitian ketiga dapat menguji intervensi fakt‑checking yang digamifikasi pada platform media sosial populer untuk menilai apakah mekanisme permainan dan sistem penghargaan dapat meningkatkan keterampilan literasi digital kritis, memperkuat kebiasaan fakt‑checking, serta meningkatkan partisipasi sipil di kalangan Generasi Z, diukur melalui analitik perilaku, kuesioner self‑report, dan implikasi kebijakan bagi pemangku kepentingan pendidikan.
- 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... doi.org/10.17501/24246700.2025.111190 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents doi 10 17501 24246700 2025 11119
- The Utilization of Social Media and the Reinforcement of National Identity in Generation Z | Southeast... doi.org/10.55981/salls.2024.7077The Utilization of Social Media and the Reinforcement of National Identity in Generation Z ASoutheast doi 10 55981 salls 2024 7077
- TANTANGAN LITERASI DIGITAL GENERASI Z: KAJIAN SISTEMATIC LIRATURE REVIEW | Anisti | Media Bahasa, Sastra,... doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870TANTANGAN LITERASI DIGITAL GENERASI Z KAJIAN SISTEMATIC LIRATURE REVIEW Anisti Media Bahasa Sastra doi 10 33751 wahana v30i2 11870
- Memahami Perilaku Informasi Gen-Z dan Strategi Melawan Disinformasi: Sebuah Tinjauan Literatur Penggunaan... jurnal.uns.ac.id/jurnalpustakailmiah/article/view/85775Memahami Perilaku Informasi Gen Z dan Strategi Melawan Disinformasi Sebuah Tinjauan Literatur Penggunaan jurnal uns ac jurnalpustakailmiah article view 85775
| File size | 264.38 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini merekomendasikan penguatan penegakan hukum melalui pengawasan yang lebih ketat, peningkatan mekanisme partisipasi publik, pengembangan modelPenelitian ini merekomendasikan penguatan penegakan hukum melalui pengawasan yang lebih ketat, peningkatan mekanisme partisipasi publik, pengembangan model
DAARULHUDADAARULHUDA Ketentuan sanksi pada pasal tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip non‑diskriminatif karena tidak mencakup kelompok korban di luar anak serta tidakKetentuan sanksi pada pasal tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip non‑diskriminatif karena tidak mencakup kelompok korban di luar anak serta tidak
DAARULHUDADAARULHUDA Kedua pasal tersebut tidak menunjukkan elemen sejalan apa pun dengan Pasal 23 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2012, yang menekankan otoritas Rapat Anggota secaraKedua pasal tersebut tidak menunjukkan elemen sejalan apa pun dengan Pasal 23 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2012, yang menekankan otoritas Rapat Anggota secara
DAARULHUDADAARULHUDA Teori Receptie in Complexu menempatkan hukum Islam sebagai hukum yang berlaku bagi pemeluknya, sedangkan teori Receptie menjadikan hukum Islam hanya berlakuTeori Receptie in Complexu menempatkan hukum Islam sebagai hukum yang berlaku bagi pemeluknya, sedangkan teori Receptie menjadikan hukum Islam hanya berlaku
DAARULHUDADAARULHUDA Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Qawāʿid Uṣūliyyah, Qawāʿid Fiqhiyyah, dan Qawāʿid Tasyriʿiyyah memiliki peranBerdasarkan hasil kajian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Qawāʿid Uṣūliyyah, Qawāʿid Fiqhiyyah, dan Qawāʿid Tasyriʿiyyah memiliki peran
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan pelaku nikahPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan pelaku nikah
STAIDHISTAIDHI Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta terkait literasi digital anak, panduan penggunaan gadget bagi anak, memilihHasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta terkait literasi digital anak, panduan penggunaan gadget bagi anak, memilih
ADI JOURNALADI JOURNAL Setiap orang menggunakan platform media sosial yang berbeda secara berbeda. Dibandingkan dengan ibu-ibu yang berusia lebih tua, ibu-ibu yang berusia lebihSetiap orang menggunakan platform media sosial yang berbeda secara berbeda. Dibandingkan dengan ibu-ibu yang berusia lebih tua, ibu-ibu yang berusia lebih
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Hakim menerima gugatan dan memerintahkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pengalihan nama sebagai bentuk perlindungan bagi pembeli yangHakim menerima gugatan dan memerintahkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pengalihan nama sebagai bentuk perlindungan bagi pembeli yang
DAARULHUDADAARULHUDA Studi ini menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga hukum untuk mewujudkan prinsip-prinsip konstitusionalStudi ini menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga hukum untuk mewujudkan prinsip-prinsip konstitusional
DAARULHUDADAARULHUDA Al-Quran sebagai sumber utama hukum Islam menggunakan bahasa yang kaya, variatif, dan sarat makna. Di antara bentuk ungkapan yang ditemukan adalah lafazAl-Quran sebagai sumber utama hukum Islam menggunakan bahasa yang kaya, variatif, dan sarat makna. Di antara bentuk ungkapan yang ditemukan adalah lafaz
ADI JOURNALADI JOURNAL Perluasan informasi bisa tersebar melalui media cetak maupun media elektronik, yang diperlukan hanyalah institusi lembaga pendidikan dalam membagikan pelayananPerluasan informasi bisa tersebar melalui media cetak maupun media elektronik, yang diperlukan hanyalah institusi lembaga pendidikan dalam membagikan pelayanan