STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Moderasi beragama berarti penguasaan diri dari sikap sangat berlebihan dan kekurangan serta mengurangi kekerasan dan menghindari hal yang berlebihan. Moderasi beragama kemudian dapat dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Dalam konteks beragama, sikap moderat adalah pilihan untuk memiliki cara pandang, sikap dan perilaku di tengah-tengah di antara pilihan ekstrem yang ada, sedangkan ekstremisme beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku melebihi batas-batas moderasi dalam pemahaman dan praktik beragama. Moderasi beragama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, terutama dalam kehidupan masyarakat majemuk. Pilihan pada moderasi dengan menolak ekstremisme dan liberalisme dalam beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya kedamaian. Dengan cara ini kehidupan masyarakat majemuk dapat memperlakukan orang lain secara terhormat, menerima perbedaan, serta hidup bersama dalam damai dan harmoni.

Masyarakat di Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau adalah masyarakat yang majemuk dari sudut agama, ras, suku, bahasa dan kebudayaan.Hingga saat ini belum ditemukan konflik karena perbedaan suku maupun agama, dan perbedaan tersebut menjadi indah ketika setiap agama saling menghormati dan memahami.Moderasi beragama sebagai landasan toleransi dalam masyarakat telah dilaksanakan sejak dahulu, dan forum dialog lintas agama sangat bermanfaat guna mencegah tindakan radikalisme agama.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran tokoh agama dalam menumbuhkan sikap moderat di kalangan generasi muda, terutama melalui pendekatan pendidikan dan dakwah yang relevan dengan konteks zaman. Selain itu, studi komparatif mengenai implementasi moderasi beragama di berbagai daerah dengan karakteristik masyarakat yang berbeda dapat memberikan wawasan baru tentang faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan program moderasi beragama. Terakhir, penelitian mengenai dampak moderasi beragama terhadap penurunan potensi konflik dan peningkatan kerukunan antarumat beragama secara empiris perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas program moderasi beragama dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat fondasi toleransi dan kerukunan di Indonesia, serta mencegah munculnya radikalisme dan ekstremisme yang mengancam persatuan bangsa.

Read online
File size380.07 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test