UNISBANKUNISBANK

Jurnal Pengabdian Masyarakat Intimas (Jurnal INTIMAS): Inovasi Teknologi Informasi Dan Komputer Untuk MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat Intimas (Jurnal INTIMAS): Inovasi Teknologi Informasi Dan Komputer Untuk Masyarakat

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan tantangan yang harus dipenuhi di era transformasi digital dalam sektor kesehatan. Implementasi RME memberikan dampak positif dalam pencatatan informasi administratif dan klinis menjadi lebih efisien dan efektif. RME merupakan implementasi sistem informasi berbasis teknologi digital. Hadirnya RME selain menghadirkan keuntungan juga dihadapkan oleh beberapa tantangan terkait perlindungan data pasien yang bersifat sensitif. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan kompetensi petugas di Puskesmas Perumnas Utara terkait prinsip keamanan data meliputi confidentiality, integrity dan availability yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis. Kegiatan transformasi digital sektor kesehatan melalui penguatan SDM dalam pengelolaan health information technology system. Metode yang digunakan berupa pendampingan kepada 8 orang peserta, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 74,87 menjadi 84,25 dengan selisih 9,37 poin atau peningkatan sebesar 12,5%. Berdasarkan hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pendampingan yang diberikan memberikan dampak positif dalam pengembangan kompetensi petugas terhadap aspek keamanan data dalam pengelolaan RME.

Kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi TIK petugas kesehatan, khususnya dalam pengelolaan dan keamanan sistem informasi rekam medis elektronik sangat penting untuk mendukung transformasi digital di layanan kesehatan tingkat primer.RME di Puskesmas Perumnas Utara perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar keamanan informasi sesuai dengan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis.Dengan adanya pendampingan yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kompetensi petugas terhadap prinsip-prinsip keamanan data dalam RME.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pelatihan keamanan data RME, seperti simulasi serangan siber atau pelatihan berbasis studi kasus, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan petugas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi RME yang terintegrasi dengan sistem keamanan yang kuat, termasuk penggunaan teknologi enkripsi, otentikasi multi-faktor, dan sistem deteksi intrusi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi adopsi dan penggunaan RME yang aman di puskesmas, seperti persepsi petugas terhadap risiko keamanan, dukungan dari manajemen, dan budaya organisasi yang mendorong praktik keamanan data yang baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan dan efektivitas implementasi RME di fasilitas pelayanan kesehatan primer, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pasien dan petugas kesehatan.

  1. Afrizal, Hidayanto, Handayani, Budiharsana, and Eryando: Narrative Review for Exploring Barriers to Readiness... doi.org/10.4258/hir.2019.25.3.141Afrizal Hidayanto Handayani Budiharsana and Eryando Narrative Review for Exploring Barriers to Readiness doi 10 4258 hir 2019 25 3 141
Read online
File size458.02 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test