UMMUUMMU
JUSTISIA - JURNAL ILMU HUKUMJUSTISIA - JURNAL ILMU HUKUMEra demokrasi langsung di Indonesia pascareformasi telah membawa perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah, khususnya melalui mekanisme ini pemilihan kepala daerah secara langsung menimbulkan problematika baru terkait mekanisme pemberhentian kepala daerah yang sering kali menimbulkan perdebatan antara aspek hukum, politik, dan etika pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dasar hukum, prosedur, dan implikasi pemberhentian kepala daerah terhadap prinsip demokrasi dan otonomi daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif-empiris dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta data empiris dari beberapa kasus pemberhentian kepala daerah periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberhentian kepala daerah masih sering dipengaruhi oleh intervensi politik dan belum sepenuhnya mencerminkan asas rule of law serta kehendak rakyat yang memilih secara langsung. Selain itu, terdapat ketegangan struktural antara kewenangan pemerintah pusat dan hak politik masyarakat daerah, yang berpotensi melemahkan semangat otonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi regulasi, penguatan mekanisme pengawasan berbasis transparansi publik, serta penerapan prinsip akuntabilitas hukum yang sejalan dengan nilai-nilai demokrasi langsung. Dengan demikian, sistem pemberhentian kepala daerah harus diarahkan untuk menjamin keseimbangan antara legitimasi politik dan supremasi hukum dalam kerangka negara demokrasi konstitusional.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberhentian kepala daerah di era demokrasi langsung mencerminkan ketegangan antara legitimasi politik hasil pilihan rakyat dengan supremasi hukum serta intervensi administratif pusat.Proses pemberhentian sering dipengaruhi oleh politik dan konflik kepentingan, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan asas due process of law.Oleh karena itu, sistem hukum Indonesia perlu memperkuat keseimbangan antara otonomi daerah, demokrasi partisipatif, dan akuntabilitas pemerintahan.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penyusunan regulasi yang lebih jelas tentang kriteria pemberhentian kepala daerah dapat mengurangi politisasi; misalnya dengan menguji dampak standar etik dan administratif yang terperinci terhadap keputusan pemberhentian di berbagai provinsi. Selanjutnya, studi komparatif antara mekanisme yudisial independen di Indonesia dan negara‑negara yang menerapkan recall election dapat menilai efektivitas peran Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung dalam memastikan due process of law pada kasus pemberhentian. Ketiga, penelitian empiris tentang partisipasi publik, seperti penggunaan public hearing atau citizen review board, dapat mengukur sejauh mana transparansi dan keterlibatan warga meningkatkan legitimasi keputusan pemberhentian serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi lokal. Dengan menggabungkan analisis regulasi, evaluasi yudisial, dan pengukuran partisipasi, hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi praktis untuk memperbaiki tata kelola pemberhentian kepala daerah secara adil, akuntabel, dan sesuai dengan aspirasi rakyat.
- Empirical Legal Research Methods: Applications in Legal Research in Indonesia | Rechtsnormen: Journal... doi.org/10.70177/rjl.v3i2.2095Empirical Legal Research Methods Applications in Legal Research in Indonesia Rechtsnormen Journal doi 10 70177 rjl v3i2 2095
- Reformasi Sistem Pemberhentian Kepala Daerah dalam Peraturan Pemerintah Daerah Indonesia | Jurnal Ilmu... dinastirev.org/JIHHP/article/view/3809Reformasi Sistem Pemberhentian Kepala Daerah dalam Peraturan Pemerintah Daerah Indonesia Jurnal Ilmu dinastirev JIHHP article view 3809
- Normative Legal Research in Indonesia: Its Originis and Approaches | Audito Comparative Law Journal... doi.org/10.22219/ACLJ.V4I1.24855Normative Legal Research in Indonesia Its Originis and Approaches Audito Comparative Law Journal doi 10 22219 ACLJ V4I1 24855
- Regional head elections, high-cost politics, and corruption in Indonesia | Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan.... doi.org/10.26618/ojip.v13i1.8438Regional head elections high cost politics and corruption in Indonesia Otoritas Jurnal Ilmu Pemerintahan doi 10 26618 ojip v13i1 8438
- PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH DALAM MASA JABATANNYA | Jurnal Jendela Hukum. kepala daerah jabatannya jurnal... ejournalwiraraja.com/index.php/FH/article/view/1553PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH DALAM MASA JABATANNYA Jurnal Jendela Hukum kepala daerah jabatannya jurnal ejournalwiraraja index php FH article view 1553
| File size | 458.3 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN It is hoped that the findings of this research can contribute to the development of more engaging and effective language teaching practices in elementaryIt is hoped that the findings of this research can contribute to the development of more engaging and effective language teaching practices in elementary
UMMUUMMU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keadilan substantif oleh Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara perselisihan hasil pemilihan umumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keadilan substantif oleh Mahkamah Konstitusi dalam memutus perkara perselisihan hasil pemilihan umum
UMMUUMMU Hukum transendental, dengan nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, berperan sebagai “nurani hukum yang membimbing birokratHukum transendental, dengan nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, berperan sebagai “nurani hukum yang membimbing birokrat
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup merupakanSecara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya hidup merupakan
UNESUNES d. Melakukan klarifikasi dengan memberikan keterangan serta informasi yang sebenarnya agar masyarakat tidak panik akibat penyebaran berita tersebut. e.d. Melakukan klarifikasi dengan memberikan keterangan serta informasi yang sebenarnya agar masyarakat tidak panik akibat penyebaran berita tersebut. e.
UNTAGUNTAG Data dianalisis menggunakan teknik model interaktif dan didukung dengan perangkat lunak NVivo 12 Plus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposiveData dianalisis menggunakan teknik model interaktif dan didukung dengan perangkat lunak NVivo 12 Plus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive
MKRIMKRI Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penguatan implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XII/2015 dari aspek kekuatan mengikat,Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung penguatan implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XII/2015 dari aspek kekuatan mengikat,
MKRIMKRI 10/2016. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menafsirkan dan mengkonstruksi dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif‑kualitatif10/2016. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menafsirkan dan mengkonstruksi dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif‑kualitatif
Useful /
UNESUNES Namun dalam pelaksanaannya sering terjadi penolakan oleh pihak keluarga untuk dilakukannya autopsi, sebagaimana yang terjadi pada perkara tindak pidanaNamun dalam pelaksanaannya sering terjadi penolakan oleh pihak keluarga untuk dilakukannya autopsi, sebagaimana yang terjadi pada perkara tindak pidana
MKRIMKRI Akan tetapi Pancasila memiliki posisi khusus dalam UUD 1945, selain Pasal 37 ayat (5) UUD 1945 yang menyatakan, khusus mengenai bentuk Negara KesatuanAkan tetapi Pancasila memiliki posisi khusus dalam UUD 1945, selain Pasal 37 ayat (5) UUD 1945 yang menyatakan, khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan
MKRIMKRI Artikel ini mengkaji kontradiksi Putusan-Putusan tersebut dengan menggunakan tiga pisau analisis, yaitu: (1) finalitas putusan; (2) respons terhadap putusan;Artikel ini mengkaji kontradiksi Putusan-Putusan tersebut dengan menggunakan tiga pisau analisis, yaitu: (1) finalitas putusan; (2) respons terhadap putusan;
DWCUDWCU Post modern menggulingkan pandangan seni modern “lart pour lart, seni untuk seni, tidaklah cocok untuk menjawab persoalan perubahan budaya kontemporer.Post modern menggulingkan pandangan seni modern “lart pour lart, seni untuk seni, tidaklah cocok untuk menjawab persoalan perubahan budaya kontemporer.