UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Aplikasi kompos, pupuk NPK penyemprotan elisitor berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kadar klorofil, ketahanan penetrasi tanah, berat berangkasan basah, berat buah pertanaman, berangkasan akar basah tanaman cabai dan aktivitas antioksidan buah cabai. Terdapat korelasi positif antara parameter tinggi tanaman, kadar klorofil dengan tinggi tanaman, berat berangkasan basah dengan berat buah, ketahanan penetrasi tanah dengan pH tanah. Terdapat korelasi negatif antara ketahanan penetrasi tanah dengan kadar klorofil. Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada buah cabai. Aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 terendah terdapat pada perlakuan tanaman cabai yang ditanam dengan dosis kompos 20 t ha-1, NPK 900 kg ha-1 dan disemprot dengan elisitor biosaka 2 minggu sekali. Aplikasi kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor merupakan praktek pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk produksi cabai yang sustainable.

Terdapat korelasi antara ketahanan penetrasi, pH tanah, kadar klorofil dan morpho agronomi serta aktivitas antioksidan cabai merah.Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor mempengaruhi kesuburan tanah, morpho agronomi cabai dan antioksidan buah cabai.Perlakuan kompos 20 ton ha-1, pemupukan NPK 900 kg ha-1 dan penyemprotan elisitor 2 minggu sekali dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil, berat berangkasan basah dan aktifitas antioksidan buah cabai.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik budidaya cabai yang lebih optimal. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh kombinasi dosis kompos, NPK, dan frekuensi penyemprotan elisitor terhadap kualitas buah cabai, seperti kandungan senyawa fitokimia dan rasa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa perlakuan tersebut tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dan daya tarik produk cabai. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi jenis elisitor biosaka yang paling efektif dalam meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit dan hama tertentu. Dengan memahami mekanisme kerja elisitor biosaka, petani dapat memilih jenis yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan dan masalah penyakit yang dihadapi. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan elisitor biosaka dalam sistem pertanian organik, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. Penelitian ini dapat melibatkan uji coba lapangan dengan berbagai formulasi elisitor biosaka dan evaluasi dampaknya terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas cabai, serta keberlanjutan lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang komprehensif untuk mengembangkan strategi budidaya cabai yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

  1. “Alperujo” Compost Improves the Ascorbate (Vitamin C) Content in Pepper (Capsicum annuum... mdpi.com/2073-4395/8/6/82AuAlperujoAy Compost Improves the Ascorbate Vitamin C Content in Pepper Capsicum annuum mdpi 2073 4395 8 6 82
  2. A WAY FORWARD TOWARDS THE MANAGEMENT OF CHILLI ANTHRACNOSE - A REVIEW | Agricultural Sciences Journal.... doi.org/10.56520/asj.004.01.0137A WAY FORWARD TOWARDS THE MANAGEMENT OF CHILLI ANTHRACNOSE A REVIEW Agricultural Sciences Journal doi 10 56520 asj 004 01 0137
Read online
File size752.19 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test