UNIKUUNIKU

Prosiding FahutanProsiding Fahutan

Kupu-kupu merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki nilai penting sebagai penyerbuk (polinator), sebagai mangsa dari satwa pemakan serangga, dan juga berfungsi sebagai indikator lingkungan. Troides Helena, Troides amphrysus merupakan jenis kupu-kupu dari family papilionidae yang mempunyai corak dan warna yang sangat menarik dan masuk ke dalam P.106 Tahun 2018 dimana satwa jenis ini dilindungi keberadaannya. Penelitian ini dilakukan di Gunung Ciremai Taman Nasional terutama di Blok Balong Dalam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksplorasi dan identifikasi. Untuk identifikasi dilakukan pengamatan langsung serta menggunakan buku Panduan Praktis Kupu-Kupu Karya Doktor Djunijanti Peggie, untuk pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Jalur transek disepanjang jalur wisata. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ini didapatkan 8 (Delapan) jenis kupu-kupu dari family papilionidae. Diantaranya terdapat dua jenis kupu-kupu yang dilindungi pemerintah melalui P.106 tahun 2018 dan termasuk dalam Apendiks II Cites, Yaitu Troides Helena dan Troides Amphrysus, keanekaragaman kupu-kupu dapat dipengaruhi oleh faktor fisik maupun biotik habitat. Seperti keberadaan Tumbuhan Pakan dan sumber air.

Delapan jenis kupu-kupu Papilionidae berhasil diidentifikasi di kawasan Balong Dalam Taman Nasional Gunung Ciremai.Dua di antaranya, Troides Helena dan Troides amphrysus, tercantum sebagai spesies dilindungi berdasarkan P.Keanekaragaman ini dipengaruhi oleh keragaman vegetasi dan kondisi fisik habitat.

Bagaimana jika kita meneliti perubahan populasi Troides Helena dan T. amphrysus selama lima tahun ke depan untuk mengetahui kestabilan perlindungannya? Apakah menambahkan tanaman inang konsumsi larva seperti Aristolochia di sekitar jalur wisata bisa meningkatkan keberhasilan reproduksi mereka? Kemungkinan juga menarik untuk membandingkan keanekaragaman papilionidae di Balong Dalam dengan blok wisata lain di TNGC guna menentukan kawasan mana yang paling krusial untuk dikonservasi secara khusus. Studi multitahap ini bisa memakai drone termal dan kamera time-lapse agar pengamatan tidak mengganggu satwa, serta melibatkan masyarakat lokal sebagai pengawas kupu-kupu dengan aplikasi ponsel sederhana agar data terus bertambah tanpa biaya tinggi.

  1. #cagar alam#cagar alam
  2. #analisis usaha#analisis usaha
Read online
File size467.71 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-X7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test