UNDIKMAUNDIKMA

Realita : Jurnal Bimbingan dan KonselingRealita : Jurnal Bimbingan dan Konseling

Konseling individu merupakan salah satu pemberian bantuan psikis secara perseorangan. Sasarannya pada siswa tunarungu yang memiliki keterbatasan serta mengakibatkan penurunan prestasi. Pengaruh konseling dan peningkatan perlakuan konseling pada siswa tunarungu dapat meningkatkan potensi diri. Peneliti menemukan adanya pengaruh dari kasus dan permasalahan yang di alami dari siswa tunarungu pada kelas X dan Xl di sekolah inklusi SMKN 5 Mataram. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui apakah ada pengaruh konseling individu terhadap potensi diri anak tunarungu disekolah SMKN 5 Mataram. Penggunaa metode ini adalah metode kualitatif dengan Pre-experiental design (nondesign) atau eksperimen tidak murni, desain eksperimen One group Pretest–Posttest design, cara pengambilan sampel dengan teknik porpusive sampling dan di temukan 30 siswa, kemudian di tetapkan 7 siswa menggunakan hasil pre-test, setelahnya dilakukan treatment, pengumpulan data dengan metode angket, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan tabel t-test.

Analisis t-test menghasilkan t hitung 4,321 yang lebih besar daripada t tabel 2,447, sehingga hipotesis nol ditolak pada tingkat signifikansi 5 %.Hipotesis alternatif diterima, menunjukkan adanya pengaruh signifikan konseling individu terhadap potensi diri siswa tunarungu.Dengan demikian, konseling individu dapat meningkatkan potensi diri siswa tunarungu di sekolah inklusi SMKN 5 Mataram.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas konseling kelompok versus konseling individu terhadap peningkatan potensi diri siswa tunarungu dengan menggunakan desain eksperimental terkontrol acak pada beberapa sekolah inklusi, sehingga hasilnya lebih generalisasi. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengamati dampak konseling selama satu tahun akademik terhadap prestasi belajar dan integrasi sosial siswa tunarungu, dengan pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kuantitatif dan wawancara mendalam. Selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi peran keterlibatan guru dan orang tua dalam proses konseling, misalnya dengan meneliti bagaimana dukungan mereka memediasi hubungan antara konseling individu dan peningkatan potensi diri, menggunakan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan variabel mediasi.

Read online
File size1.04 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test