UINMADURAUINMADURA

REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan TafsirREVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir

Dewasa ini, muncul beberapa pengobatan alternatif yang dilakukan oleh praktisi tertentu untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh seseorang. Penyakit yang ditangani oleh praktisi tersebut bisa berupa penyakit fisik ataupun penyakit non fisik. Penyakit fisik merupakat penyakit dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau medis dan penyakit non fisik adalah yang tidak dapat diidentifikasi oleh ilmu kedokteran atau bisa disebut pula dengan penyakit non medis. Praktiknya, penyakit fisik biasanya dibawa kepada petugas kesehatan seperti perawat ataupun dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan diberikan resep obat untuk meringankan atau menyembuhkan penyakit tersebut. Adapun penyakit non fisik biasanya dibawa kepada praktisi pengobatan alternatif untuk didoakan atau diberikan ramuan tertentu. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, fenomena terapi Al-Quran untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Kedua, makna terapi Al-Quran untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep. Ketiga, pandangan teori fenomenologi terhadap terapi Al-Quran untuk menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik di Sumenep.

Salah satu surah yang sering dibaca oleh masyarakat untuk mengobati penyakit adalah surah Muhammad seperti yang dilakukan oleh masyarakat Pragaan Sumenep.Masyarakat yang mengalami sakit biasanya akan dibacakan surah Muhammad dengan harapan penyakitnya dapat terangkat dengan melalui bacaan surah Muhammad tersebut.Pembacaan surah Muhammad untuk pengobatan kadang dikolaborasikan dengan bacaan lain selain Al-Quran seperti burdah, atau ratibul haddad, atau shalawat nariyah.Selain tradisi pembacaan surah Muhammad juga terdapat tradisi ruqyah untuk pengobatan.Para ahli terapi ruqyah membacakan ayat-ayat pilihan dalam melakukan terapi Al-Quran.Ruqyah bisa digunakan untuk terapi penyakit fisik dan juga untuk terapi non medis seperti gangguan mahkluk halus, sihir, dan sebagainya.Makna dari pembacaan ayat-ayat Al-Quran untuk terapi pengobatan medis atau no medis sejatinya hanya merupakan perantara dan kesembuhan bukan ditentukan oleh bacaan-bacaan tersebut.Secara fenomenologis sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan dapat memberikan manfaat untuk kesembuhan.Sebagian masyarakat meyakini bahwa penyakit akan diangkat jika membaca atau dibacakan ayat-ayat tertentu.Sebagian masyarakat ada yang beranggapan bahwa ayat-ayat yang dibaca untuk terapi kesehatan hanyalah merupakan perantara.Ayat-ayat yang dibaca tidak dapat memberikan kesembuhan karena yang memberikan kesembuhan hanya Allah semata.Tahapan terakhir dari analisis fenomenologis Husserl adalah reduksi transendental yakni memahami fenomena dengan mencari akar dalam kesadaran yang menampakkan dirinya sehingga dapat ditemukan eksistensi ataupun subyek yang murni.Eksistensi atau subyek yang murni dari pembacaan surah Muhammad, Surah al-Falak, dan ayat-ayat lain dalam praktik ruqyah adalah adanya kesadaran bahwa semua hal itu dilakukan untuk mengharapkan ridha Allah SWT.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian tentang efektivitas terapi Al-Quran dalam menyembuhkan penyakit fisik dan non fisik secara ilmiah, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan melibatkan lebih banyak sampel. Kedua, penelitian tentang pengaruh keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas terapi Al-Quran, dengan menggunakan pendekatan antropologi dan studi budaya. Ketiga, penelitian tentang praktik ruqyah dalam konteks lokal, dengan fokus pada aspek sosial dan budaya masyarakat Sumenep, serta implikasinya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size534.64 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test