STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan HaditsAl-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan HaditsPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menelaah makna istifham dalam al-Quran, dengan menyoroti perangkat linguistik yang digunakan dalam membangun dan menyampaikan makna pertanyaan dalam konteks wacana Islam kontemporer. Istifham dalam al-Quran tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengajukan pertanyaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menegaskan keyakinan, menggugah kesadaran moral, serta mengarahkan pembaca pada perenungan teologis yang mendalam. Melalui pendekatan analisis linguistik dan tafsir, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk istifham serta menelaah dan mengeksplorasi fungsi dan pengaruhnya dalam dinamika pemaknaan teks al-Quran. Studi ini menemukan bahwa perangkat istifham memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik perhatian pembaca terhadap aspek-aspek teologis, moralitas, dan etika yang dibahas dalam al-Quran. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti relevansi perangkat istifham dalam konteks wacana Islam kontemporer, terutama dalam menjawab tantangan modern seperti pluralisme, keadilan sosial, dan pendidikan Islam di era digital. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa istifham dalam al-Quran dapat berfungsi sebagai kerangka kerja kritis yang membantu pembaca dalam memahami dan mengapresiasi nilai-nilai Islam yang relevan dengan tantangan zaman modern. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi tafsir al-Quran serta memperkaya wacana teologi Islam dengan pendekatan yang lebih dinamis dan kontekstual.
Pemaknaan istifham dalam Al-Quran bukan sekadar alat untuk mengajukan pertanyaan, melainkan sebuah perangkat linguistik yang memiliki fungsi teologis dan moral yang mendalam.Istifham digunakan untuk menegaskan keyakinan, menggugah kesadaran, dan mendorong pembaca merenungkan esensi ajaran Islam secara kritis, serta membangun narasi yang memandu hubungan manusia dengan Tuhan dan tanggung jawab moral.Selain itu, istifham berfungsi sebagai alat retorika yang memperkaya diskursus keagamaan dan tetap relevan dalam menghadapi isu-isu kontemporer yang dihadapi umat Muslim saat ini.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana istifham dalam Al-Quran diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia, untuk melihat apakah makna teologis dan retorisnya tetap terjaga atau mengalami pergeseran dalam konteks budaya lokal. Kedua, perlu dikaji hubungan antara istifham dan perangkat retorika lain seperti perumpamaan (amtsal) dan kiasan (tasybih) dalam ayat-ayat Al-Quran, untuk memahami bagaimana kombinasi perangkat tersebut memperkuat pesan moral dan teologis secara sinergis. Ketiga, perlu dieksplorasi penggunaan istifham dalam konteks pendidikan agama di sekolah dan pesantren, untuk menyusun metode pengajaran yang mendorong siswa berpikir kritis melalui pendekatan pertanyaan retoris ala Al-Quran, sehingga pembelajaran agama tidak hanya bersifat hafalan tetapi juga reflektif dan relevan dengan kehidupan modern.
- KATA TANYA (ISTIFHÂM) DALAM AL-QUR’AN JUZ 20 (ANALISIS SEMANTIK) | Lisanul Arab: Journal... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/laa/article/view/48178KATA TANYA ISTIFHyCM DALAM AL QURAoAN JUZ 20 ANALISIS SEMANTIK Lisanul Arab Journal journal unnes ac sju index php laa article view 48178
- Unsur Balaghah dalam Surah al-Qari’ah (Telaah Kitab Safwah al-Tafasir) | Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/16320Unsur Balaghah dalam Surah al QariAoah Telaah Kitab Safwah al Tafasir Jurnal Ilmu Agama Mengkaji jurnal radenfatah ac index php JIA article view 16320
- Uslub Hamzah Istifham Sebagai Salah Satu Bentuk Dialektika Dialogis Al-Qur’an | Al-Fathin: Jurnal... doi.org/10.32332/al-fathin.v4i02.4084Uslub Hamzah Istifham Sebagai Salah Satu Bentuk Dialektika Dialogis Al QurAoan Al Fathin Jurnal doi 10 32332 al fathin v4i02 4084
| File size | 368.34 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UINMADURAUINMADURA 35% komunikasi berasal dari komunikasi verbal dan 65% berasal dari komunikasi bahasa tubuh ketika dipresentasikan pada kegiatan sehari-hari. Ayat-ayat35% komunikasi berasal dari komunikasi verbal dan 65% berasal dari komunikasi bahasa tubuh ketika dipresentasikan pada kegiatan sehari-hari. Ayat-ayat
STAITARUNASTAITARUNA Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip‑prinsip strukturalisme linguistik dalam metodologi penafsiran Abdullah Saeed sebagaimana tergambarPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip‑prinsip strukturalisme linguistik dalam metodologi penafsiran Abdullah Saeed sebagaimana tergambar
MCMC dalam QS Al-Qiyamah (4), banaan menegaskan keunikan identitas manusia melalui sidik jari sebagai bukti kekuasaan Allah dalam penciptaan dan kebangkitan,dalam QS Al-Qiyamah (4), banaan menegaskan keunikan identitas manusia melalui sidik jari sebagai bukti kekuasaan Allah dalam penciptaan dan kebangkitan,
STDIISSTDIIS He further highlights its characteristics: al-Rabba>niyyah (Divinity), al-Shumu>liyyah (Comprehensiveness), al-Tawa>zun (Balance), al-Muh}afazah wa al-Tajdi>dHe further highlights its characteristics: al-Rabba>niyyah (Divinity), al-Shumu>liyyah (Comprehensiveness), al-Tawa>zun (Balance), al-Muh}afazah wa al-Tajdi>d
UIN SUKAUIN SUKA Diperlukan pendekatan terpadu untuk memperkuat metodologi tafsir agar interpretasi tetap akurat dan relevan dengan konteks kontemporer. Selain itu, kolaborasiDiperlukan pendekatan terpadu untuk memperkuat metodologi tafsir agar interpretasi tetap akurat dan relevan dengan konteks kontemporer. Selain itu, kolaborasi
IAIKHOZINIAIKHOZIN Artikel ini dibuat atas dasar mencoba menafsirkan al-Quran sebagai bentuk aplikasi dari pendekatan kontekstualis versi Abdullah Saeed. Ayat yang dibahasArtikel ini dibuat atas dasar mencoba menafsirkan al-Quran sebagai bentuk aplikasi dari pendekatan kontekstualis versi Abdullah Saeed. Ayat yang dibahas
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Pemaknaan yang terbatas ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena konteks sosial, ekonomi, maupun politik di era modern-kontemporer sudah berubah.Pemaknaan yang terbatas ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena konteks sosial, ekonomi, maupun politik di era modern-kontemporer sudah berubah.
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Nilai rata-rata serat kasar P0: 68,23%, P1: 68,40%, P2: 68,90%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun akasia (Acacia mangium) yang difermentasiNilai rata-rata serat kasar P0: 68,23%, P1: 68,40%, P2: 68,90%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun akasia (Acacia mangium) yang difermentasi
Useful /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII di SMP PGRI Kuwu, maka kesimpulannya adalahBerdasarkan hasil penelitian dan analisis pada buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII di SMP PGRI Kuwu, maka kesimpulannya adalah
IAIKHOZINIAIKHOZIN 3) Bagaimana model teruji pembelajaran matematika berbasis reward dan punishment. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:1) Untuk menganalisis3) Bagaimana model teruji pembelajaran matematika berbasis reward dan punishment. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:1) Untuk menganalisis
IAIKHOZINIAIKHOZIN Penelitian dilakukan di Taman Penitipan Anak Darun Najah Megawon dengan mengimplementasikan metode demonstrasi selama satu bulan, di mana pendidik secaraPenelitian dilakukan di Taman Penitipan Anak Darun Najah Megawon dengan mengimplementasikan metode demonstrasi selama satu bulan, di mana pendidik secara
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Setelah melakukan analisa pengamatan nilai rendemen didapatkan hasil bahwa standar rendemen sebenarnya bisa ditingkatkan hingga 3% pada ikan tuna padaSetelah melakukan analisa pengamatan nilai rendemen didapatkan hasil bahwa standar rendemen sebenarnya bisa ditingkatkan hingga 3% pada ikan tuna pada