UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Bantara Journal of Animal ScienceBantara Journal of Animal Science

Acacia (Acacia mangium) merupakan tanaman serba guna yang berguna sebagai bahan bakar, tanaman pagar, dan tersedia sepanjang tahun. Fermentasi pada daun akasia perlu dilakukan untuk mengurangi serat kasar dan meningkatkan kandungan protein terlarut dari bahan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh kandungan nutrisi daun akasia (Acacia mangium) yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger sebanyak 0-2%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen fermentasi daun akasia (Acacia mangium). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya adalah sebagai berikut: P0 = Fermentasi dengan Aspergillus niger sebanyak 0% dari 300 gram daun akasia, P1 = Fermentasi dengan Aspergillus niger sebanyak 1% dari 300 gram daun akasia, P2 = Fermentasi dengan Aspergillus niger sebanyak 2% dari 300 gram daun akasia selama 7 hari. Parameter yang diamati adalah protein terlarut, lemak kasar, dan serat kasar. Nilai rata-rata lemak kasar P0: 7,18%, P1: 8,33%, P2: 15,47%. Nilai rata-rata kandungan protein terlarut P0: 2,89%, P1: 2,93%, P2: 3,51%. Nilai rata-rata serat kasar P0: 68,23%, P1: 68,40%, P2: 68,90%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun akasia (Acacia mangium) yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger memiliki pengaruh nyata terhadap kandungan lemak kasar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan protein terlarut dan serat kasar daun akasia (Acacia mangium).

Fermentasi daun akasia (Acacia mangium) menggunakan Aspergillus niger sebanyak 0-2% selama satu minggu berpengaruh nyata terhadap kandungan lemak kasar.Namun, fermentasi ini tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan protein terlarut dan serat kasar daun akasia.Peningkatan lemak kasar menunjukkan kontribusi massa sel mikroba selama proses fermentasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji dosis Aspergillus niger di atas 2% guna melihat apakah peningkatan kandungan lemak kasar dapat terus meningkat dan apakah ada batas optimal yang memberikan hasil terbaik tanpa menurunkan kualitas bahan pakan secara keseluruhan. Kedua, sebaiknya dilakukan uji coba dengan lama fermentasi yang lebih panjang dari 7 hari untuk mengevaluasi apakah perpanjangan waktu dapat mulai menurunkan serat kasar, mengingat proses degradasi serat mungkin membutuhkan waktu lebih lama daripada satu minggu. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi kombinasi Aspergillus niger dengan mikroba lain seperti jamur lignoselulolitik atau bakteri asam laktat dalam fermentasi campuran, guna meningkatkan efisiensi degradasi serat dan sintesis protein terlarut yang tidak tercapai dalam penelitian ini.

  1. #kandungan nutrisi#kandungan nutrisi
  2. #daun akasia#daun akasia
Read online
File size213.23 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1WR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test