UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Bantara Journal of Animal ScienceBantara Journal of Animal Science

Sumber pakan protein adalah bahan pakan yang menyumbang porsi terbesar dalam kebutuhan nutrisi ternak. Lamtoro atau Leucaena leucocephala merupakan salah satu tepung daun yang dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk unggas di daerah tropis. Ketersediaannya yang melimpah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, dan tidak memiliki nilai jual menjadikannya mampu meminimalkan biaya konsumsi pakan unggas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh cairan saluran pencernaan ayam terhadap pengukuran kecernaan in vitro daun lamtoro. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola satu arah, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi P0 = kontrol, P1 = cairan gizzard, P2 = cairan duodenum, dan P3 = campuran cairan gizzard dan duodenum. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Koefisien Kecernaan Bahan Kering (%) untuk perlakuan P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut: 19,276; 29,089; 20,515; dan 28,737. Koefisien Kecernaan Bahan Organik: 27,702; 36,313; 24,795; dan 35,649. Koefisien Kecernaan Protein Terlarut: 39,777; 53,288; 21,145; dan 48,737. Uji statistik menunjukkan pemberian daun lamtoro memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap koefisien kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein terlarut. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan cairan gizzard lebih efektif dalam meningkatkan kecernaan in vitro daun lamtoro.

Penggunaan cairan gizzard lebih efektif dalam meningkatkan kecernaan in vitro daun lamtoro dibandingkan cairan duodenum atau campurannya.Kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein terlarut meningkat secara signifikan pada perlakuan cairan gizzard, dengan nilai masing-masing sebesar 29,089%, 36,313%, dan 53,288%.Hasil ini menunjukkan bahwa enzim dalam cairan gizzard berperan penting dalam degradasi nutrisi daun lamtoro pada sistem pencernaan unggas.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah efek peningkatan kecernaan oleh cairan gizzard tetap berlaku jika daun lamtoro diolah terlebih dahulu, misalnya melalui fermentasi atau pemanasan, karena proses tersebut mungkin mengurangi senyawa toksik seperti mimosin yang menghambat pencernaan. Selain itu, perlu diteliti apakah kombinasi cairan gizzard dengan enzim eksternal seperti pepsin atau protease komersial dapat menghasilkan peningkatan kecernaan yang lebih tinggi dibandingkan cairan gizzard saja, karena penelitian sebelumnya menunjukkan enzim tersebut mampu meningkatkan kecernaan hingga 60%. Terakhir, studi lanjutan sebaiknya menguji respons fisiologis ayam secara in vivo terhadap pakan berbasis daun lamtoro yang dicerna dengan cairan gizzard, untuk mengetahui dampaknya terhadap pertumbuhan, kesehatan saluran pencernaan, dan efisiensi pakan, karena hasil in vitro belum tentu mencerminkan kondisi nyata dalam tubuh unggas.

  1. #cassava leaves#cassava leaves
  2. #proporsi tepung daun#proporsi tepung daun
Read online
File size264.69 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1WU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test