SCIENCE TECH INDONESIASCIENCE TECH INDONESIA
Science and Technology IndonesiaScience and Technology IndonesiaMicrowave-assisted synthesis (MAS) presents a promising approach to the formation of pharmaceutical cocrystals, offering notable improvements in solubility, dissolution rate, stability, and bioavailability of active pharmaceutical ingredients (APIs). This review aims to evaluate the potential of MAS as a green and efficient strategy for drug cocrystal synthesis, particularly in comparison to conventional methods such as solvent evaporation, slurry crystallisation, and grinding techniques. A systematic literature review was conducted following PRISMA guidelines, to ensure a comprehensive selection of relevant studies. Findings indicate that MAS significantly reduces reaction time, minimizes solvent use, and enhances product purity and yield. Its compatibility with solvent-free or minimal-solvent processes aligns closely with green chemistry principles, making it a sustainable alternative. Furthermore, MAS effectively addresses solubility mismatches and process inefficiencies commonly encountered in traditional methods. The future prospect of MAS lies in its integration with continuous manufacturing, automation, and drug repurposing efforts.
MAS offers a fast, energy-efficient, and environmentally sustainable alternative for pharmaceutical cocrystal production.It enhances molecular diffusion and interaction through dielectric heating, leading to efficient noncovalent bonding.Compared to conventional methods, MAS reduces solvent consumption, shortens synthesis time, and yields high-purity products.With increasing emphasis on green manufacturing, MAS represents a forward-thinking platform for modern drug formulation as well as drug safety.
Penelitian lebih lanjut mengenai microwave-assisted synthesis (MAS) pada pembentukan cocrystal farmasi sebaiknya difokuskan pada pemahaman mekanisme fundamental yang mengatur transfer energi dan interaksi molekul di bawah iradiasi microwave. Penelitian juga perlu mengeksplorasi integrasi MAS dengan teknik analitis real-time seperti spektroskopi in situ atau pencitraan termal untuk memantau dan mengontrol proses pembentukan cocrystal dengan lebih baik. Selain itu, menggabungkan MAS dengan teknik penggilingan seperti ball milling atau teknik-teknik inovatif lainnya berpotensi memberikan sinergi untuk pembentukan cocrystal yang lebih efektif. Pengembangan reaktor microwave aliran kontinu (continuous flow) menjadi krusial untuk penerapan skala industri yang lebih besar, mengatasi keterbatasan seperti distribusi energi yang tidak merata dan meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan. Integrasi prinsip Quality by Design (QbD) dan Process Analytical Technology (PAT) dalam penelitian MAS akan memungkinkan optimasi proses, kontrol kualitas, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pembentukan cocrystal.
| File size | 995.66 KB |
| Pages | 18 |
| Short Link | https://juris.id/p-vV |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNYUNY Skor N-gain untuk kelompok eksperimen adalah 0,3562 sedangkan untuk kelompok kontrol adalah 0,1511. Analisis statistik menggunakan uji t independen menunjukkanSkor N-gain untuk kelompok eksperimen adalah 0,3562 sedangkan untuk kelompok kontrol adalah 0,1511. Analisis statistik menggunakan uji t independen menunjukkan
UNYUNY Untuk mengatasi kekurangan bahasa tersebut, semua guru, terutama yang terlibat dalam penelitian akademik, disarankan untuk mengikuti kursus bahasa InggrisUntuk mengatasi kekurangan bahasa tersebut, semua guru, terutama yang terlibat dalam penelitian akademik, disarankan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris
KHATECKHATEC Sebanyak 15 atlet perempuan non-profesional berusia 20-25 tahun dilibatkan dalam program latihan selama enam minggu, dengan pengukuran kecepatan menggunakanSebanyak 15 atlet perempuan non-profesional berusia 20-25 tahun dilibatkan dalam program latihan selama enam minggu, dengan pengukuran kecepatan menggunakan
KHATECKHATEC Efek ukuran besar (Cohens d = 1,99) menegaskan efektivitas pendekatan kurikulum berbasis permainan dan umpan balik kontinu dalam mengembangkan keterampilanEfek ukuran besar (Cohens d = 1,99) menegaskan efektivitas pendekatan kurikulum berbasis permainan dan umpan balik kontinu dalam mengembangkan keterampilan
KHATECKHATEC Instrumen penelitian meliputi tes lompat papan standar untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes koordinasi mata-kaki, dan tes menembak sepak bola. HasilInstrumen penelitian meliputi tes lompat papan standar untuk mengukur kekuatan otot tungkai, tes koordinasi mata-kaki, dan tes menembak sepak bola. Hasil
UnwahasUnwahas Selain itu, pasien dengan fungsi hati yang terganggu menunjukkan risiko yang jauh lebih tinggi (OR 6,1 hingga 7,4), menekankan peran kritis hati dalamSelain itu, pasien dengan fungsi hati yang terganggu menunjukkan risiko yang jauh lebih tinggi (OR 6,1 hingga 7,4), menekankan peran kritis hati dalam
UNSIQUNSIQ Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan jumlah partisipan sebanyak 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalamPenelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan jumlah partisipan sebanyak 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
UNSIQUNSIQ Simpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pentingnya pemahaman siswa terkait temuan tersebut sehingga dapat dipraktikkan ke dalam kehidupan sehari-hariSimpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pentingnya pemahaman siswa terkait temuan tersebut sehingga dapat dipraktikkan ke dalam kehidupan sehari-hari
Useful /
UNYUNY Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai budaya Sunda seperti cageur, bageur, bener, singer, dan pinter dalam pola asuh ayah memiliki dampakPenelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai budaya Sunda seperti cageur, bageur, bener, singer, dan pinter dalam pola asuh ayah memiliki dampak
UNYUNY Keterampilan gerak dasar diukur dengan Test of Gross Motor Development‑3 Short Form (TGMD‑3) satu hari sebelum dan sesudah intervensi. Setelah intervensi,Keterampilan gerak dasar diukur dengan Test of Gross Motor Development‑3 Short Form (TGMD‑3) satu hari sebelum dan sesudah intervensi. Setelah intervensi,
KHATECKHATEC The analysis revealed that the combined average score for shooting accuracy using the two techniques was 18.93, which falls into the “fair category.The analysis revealed that the combined average score for shooting accuracy using the two techniques was 18.93, which falls into the “fair category.
UNUDUNUD Artikel ini menyimpulkan implikasi manajerial sekaligus mendiskusikan keterbatasan penelitian, menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam pengelolaanArtikel ini menyimpulkan implikasi manajerial sekaligus mendiskusikan keterbatasan penelitian, menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam pengelolaan