LAKASPIALAKASPIA
Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru MadrasahKajian agama dalam tradisi akademik Barat menempatkannya sebagai fenomena sosial-psikologis yang lahir dari sejarah dan rasionalitas manusia. Sebaliknya, Islam memandang agama (ad-dīn) sebagai wahyu ilahi yang menyeluruh. Meskipun literatur agama melimpah, studi komparatif kritis melalui lensa epistemologis masih terbatas. Penelitian ini menganalisis divergensi epistemologis perspektif Barat dan Islam terhadap agama dengan metode library research kualitatif dan analisis tematik. Mengkaji pemikir klasik Barat (Comte, Durkheim, Marx, Freud, Weber) dan sarjana Islam serta Al-Quran, hasil penelitian menunjukkan: perspektif Barat memandang agama sebagai konstruksi sosial dinamis, sedangkan Islam memposisikan agama sebagai wahyu ilahi tetap dengan perkembangan pada level penafsiran. Framework evolusioner Barat tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada dinamika agama Islam tanpa rekalibrasi epistemologis. Penelitian memberikan kontribusi teoretis bagi studi perbandingan agama dengan mengklarifikasi batas konseptual antara pendekatan sosiologis dan teologis, serta implikasi untuk dialog antaragama dan wacana keislaman kontemporer.
Perbedaan pandangan Barat dan Islam tentang agama terletak pada divergensi epistemologis yang mendasari cara agama dipahami dan dikembangkan.Perspektif Barat memposisikan agama sebagai fenomena sosial-psikologis-historis yang berkembang seiring perubahan struktur masyarakat, sementara perspektif Islam memahami agama sebagai sistem kehidupan yang bersumber dari wahyu ilahi.Kerangka analisis evolusioner Barat tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada dinamika agama Islam tanpa rekalibrasi epistemologis.Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami agama sebagai konsep epistemologis yang memiliki sumber, otoritas, dan arah perkembangan berbeda dalam masing-masing peradaban.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana epistemologi Islam memengaruhi pengembangan wacana keislaman kontemporer di era modern. Selain itu, perlu dilakukan analisis peran agama dalam membangun kohesi sosial di masyarakat Barat dan Islam dengan pendekatan kualitatif. Terakhir, studi tentang dinamika penafsiran wahyu dalam konteks globalisasi dapat menjadi arah penelitian baru untuk memahami relevansi agama dalam dunia yang semakin kompleks.
| File size | 286.87 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep negara kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep negara kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan
UMSUMS Selain itu, perjanjian ini dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat, termasuk warga negara asing yang kehilangan haknya dan warga negaraSelain itu, perjanjian ini dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak yang terlibat, termasuk warga negara asing yang kehilangan haknya dan warga negara
LAKASPIALAKASPIA Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-filosofis untuk menelaah konsep pendidikan, karakter, dan moral dalamKajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-filosofis untuk menelaah konsep pendidikan, karakter, dan moral dalam
LAKASPIALAKASPIA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan potensi, minat, dan karakter siswa, termasuk melaluiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan potensi, minat, dan karakter siswa, termasuk melalui
LAKASPIALAKASPIA Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melibatkan seleksi literatur primer dan sekunder yangPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melibatkan seleksi literatur primer dan sekunder yang
LAKASPIALAKASPIA Pemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat memiliki kontribusi yang penting dan relevan bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. PemikirannyaPemikiran pendidikan Islam Zakiah Daradjat memiliki kontribusi yang penting dan relevan bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia. Pemikirannya
LAKASPIALAKASPIA Ketiga faktor utama, yaitu keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital dan literasi AI pendidik serta peserta didik, serta lemahnyaKetiga faktor utama, yaitu keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital dan literasi AI pendidik serta peserta didik, serta lemahnya
UNSURUNSUR Proses evaluasi kinerja karyawan harus dilakukan oleh fakultas. Penilaian kinerja yaitu evaluasi sistematis dalam memahami kinerja dan kemampuan karyawan,Proses evaluasi kinerja karyawan harus dilakukan oleh fakultas. Penilaian kinerja yaitu evaluasi sistematis dalam memahami kinerja dan kemampuan karyawan,
Useful /
LAKASPIALAKASPIA Guru berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan teladan. Tantangan seperti perbedaan kemampuan membaca siswa, manajemen waktu, dan keterbatasanGuru berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan teladan. Tantangan seperti perbedaan kemampuan membaca siswa, manajemen waktu, dan keterbatasan
LAKASPIALAKASPIA Variasi rujukan yang digunakan para mufasir dapat berkontribusi pada keragaman corak dan produk tafsir dari masa ke masa, tanpa mengandaikan bahwa setiapVariasi rujukan yang digunakan para mufasir dapat berkontribusi pada keragaman corak dan produk tafsir dari masa ke masa, tanpa mengandaikan bahwa setiap
UNSURUNSUR Warehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan barang, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masukWarehouse Raw Material di PT. XYZ menunjukkan peningkatan pada penyimpanan barang, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik, maka barang yang masuk
UNSURUNSUR Kepuasan mahasiswa merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam peningkatan kualitas layanan dalam perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terbentukKepuasan mahasiswa merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam peningkatan kualitas layanan dalam perguruan tinggi. Kepuasan mahasiswa terbentuk