LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Media sosial merupakan wadah bagi masyarakat dalam mencari dan berbagi informasi dalam bentuk tulisan, video, maupun gambar. Kehadiran media sosial telah memunculkan rasa cemas digital yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO). Salah satu aplikasi yang digemari yaitu Instagram. Mengingat akan banyaknya pengguna aplikasi Instagram, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang peran Fear of Missing Out (FoMO) sebagai moderator antara kesejahteraan subjektif dengan narsisme pada dewasa muda pengguna Instagram. Penelitian dilakukan dengan metode non-probability sampling (purpose sampling) dan responden rentang usia 20-30 tahun yang menggunakan platform Google Form. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan parameter uji reliabilitas. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kesejahteraan subjektif (Subjective Well-Being) dengan Fear of Missing Out (FoMO) dan terdapat hubungan positif dan signifikan mengenai hubungan narsisme dengan FoMO pada pengguna Instagram di kalangan dewasa muda dengan rentang usia 20-30 tahun. Hasil dari penelitian ini yaitu, FoMO tidak berhubungan dengan SWB, sedangkan Narsisme dapat menjadi moderator terhadap trend Fear of Missing Out (FoMO) responden.

Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kesejahteraan subjektif dengan Fear of Missing Out (FoMO) dan terdapat hubungan positif dan signifikan mengenai hubungan narsisme dengan FoMO pada pengguna Instagram di kalangan dewasa muda dengan rentang usia 20-30 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO tidak berhubungan dengan SWB, sementara Narsisme dapat berperan sebagai moderator terhadap tren Fear of Missing Out (FoMO) pada responden.Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dinamika hubungan antara kesejahteraan subjektif, narsisme, dan kecemasan sosial di era digital.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi variabel-variabel lain yang dapat memengaruhi FoMO pada pengguna berbagai platform media sosial, mengingat penelitian ini hanya berfokus pada Instagram. Selain itu, penelitian mendatang sebaiknya melibatkan responden dari berbagai kelompok usia, tidak hanya dewasa muda, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara FoMO dan kesejahteraan subjektif. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi dampak FoMO terhadap perilaku konsumtif dan pengambilan keputusan keuangan pada pengguna media sosial. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman individu terkait FoMO. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif FoMO dan meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.

  1. Hubungan Harga Diri dan Narsisme pada Siswa dan Mahasiswa Pengguna Media Sosial di Indonesia | Jurnal... doi.org/10.35790/jbm.13.3.2021.31901Hubungan Harga Diri dan Narsisme pada Siswa dan Mahasiswa Pengguna Media Sosial di Indonesia Jurnal doi 10 35790 jbm 13 3 2021 31901
Read online
File size231.92 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test