UM MetroUM Metro

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan KonselingGUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang krusial dan sensitif, di mana individu mulai mencari makna hidupnya dan membentuk identitas diri. Namun, tidak sedikit remaja yang mengalami perasaan hampa, kebosanan, serta merasa tidak berharga. Pada masa ini, tuntutan untuk berprestasi juga semakin tinggi, disertai dengan tekanan akademik, stres karena tugas, ujian, interaksi sosial dengan teman sebaya maupun guru, serta tuntutan manajemen waktu yang kompleks. Di sisi lain, perubahan fisik, kognitif, emosional, dan psikologis turut memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja. Perpaduan faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan krisis kehidupan yang berdampak pada terganggunya pencapaian kesejahteraan psikologis atau subjective well-being (SWB) yang optimal. Remaja cenderung lebih mudah mengalami emosi negatif seperti marah, cemas, dan sedih, yang berdampak pada rendahnya tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup. Sebaliknya, remaja yang memiliki kepribadian stabil dan tenang cenderung lebih puas terhadap hidup dan mampu menjalin hubungan sosial dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan meningkatkan subjective well-being pada remaja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective well-being siswa SMA, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi resiliensi.Individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki tingkat resiliensi yang lebih baik, sehingga lebih mampu menghadapi tekanan dan tantangan hidup.Resiliensi berperan penting sebagai mediator yang memperkuat pengaruh self-efficacy terhadap subjective well-being, karena membantu individu tetap adaptif, optimis, dan sejahtera dalam menghadapi berbagai kesulitan.Dengan demikian, peningkatan self-efficacy dan resiliensi dapat menjadi strategi efektif dalam intervensi psikologis di sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif siswa.Sekolah dan pihak terkait perlu memberikan dukungan psikososial yang dapat memperkuat kepercayaan diri dan daya tahan siswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi psikologis di sekolah yang berfokus pada peningkatan self-efficacy dan resiliensi siswa. Intervensi ini dapat mencakup program-program yang bertujuan meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan menghadapi tantangan, dan ketahanan psikologis siswa. Selain itu, penting untuk memberikan dukungan psikososial yang memadai, seperti konseling dan bimbingan akademik, agar siswa dapat mengelola tekanan akademik dan sosial dengan lebih baik. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi subjective well-being remaja, seperti dukungan sosial, lingkungan belajar, dan keterlibatan dalam kegiatan ekstra kurikuler.

  1. Efikasi Diri Akademik dan Resiliensi pada Siswa SMA Berasrama di Magelang | Oktaningrum | Gadjah Mada... doi.org/10.22146/gamajop.46359Efikasi Diri Akademik dan Resiliensi pada Siswa SMA Berasrama di Magelang Oktaningrum Gadjah Mada doi 10 22146 gamajop 46359
  2. The Relationship Between Social Support and Self-Efficacy on the Subjective Well-being of Adolescents... archive.umsida.ac.id/index.php/archive/preprint/view/6414/version/6407The Relationship Between Social Support and Self Efficacy on the Subjective Well being of Adolescents archive umsida ac index php archive preprint view 6414 version 6407
  3. 0. dji mk oj hix frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2015.01781/abstract0 dji mk oj hix frontiersin articles 10 3389 fpsyg 2015 01781 abstract
  4. 0. iw dj meg pc wu 5w za 6zq0 gi a7 xi vv pwo p9 kvv om zv faz vj 0yn xl qk doi.org/10.3389/fpsyg.2022.9118410 iw dj meg pc wu 5w za 6zq0 gi a7 xi vv pwo p9 kvv om zv faz vj 0yn xl qk doi 10 3389 fpsyg 2022 911841
Read online
File size366.75 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test