UNARSUNARS

AGRIBIOSAGRIBIOS

Pertanian padi dan pertanian tanaman palawija adalah dua kategori utama budidaya tanaman pangan. Tujuan pengembangan tanaman palawija juga untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan. Setelah padi, tanaman palawija merupakan kelompok tanaman pangan yang paling banyak jumlahnya. Dengan menggunakan berbagai jenis irigasi di sawah, para petani menanam jagung, kedelai, dan kacang tanah sebagai tanaman palawija utama selama musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem saluran pemasaran, margin pemasaran, farmers share dan efisiensi pemasaran jagung di Kabupaten Purbolinggo. Zea mays linn adalah nama latin dari tanaman jagung, yaitu tanaman rumput‑rumputan (graminae) yang berbiji tunggal (monokotil). Penelitian ini menggunakan pendekatan survei. kuesioner, dokumentasi, wawancara, dan observasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Rumus Slovin dan metode Snowball Sampling digunakan dalam prosedur pengambilan sampel. Analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmers share, dan efisiensi pemasaran merupakan teknik analisis data. Hasil penelitian ini terdapat tiga saluran pemasaran. Saluran pemasaran I : Petani – Konsumen. Saluran pemasaran II : Petani – Pedagang Besar – Konsumen. Saluran pemasaran III : Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Konsumen. Margin pemasaran jagung pipilan pada saluran I, II dan III secara berturut – turut sebesar Rp0/kg, Rp1.300/kg dan Rp2.200/kg. Perbedaan margin pemasaran antara saluran pemasaran I, II dan III disebabkan oleh perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan pada setiap lembaga pemasaran.Persentase farmers share secara berturut – turut adalah saluran pemasaran I dengan persentase 100%, saluran pemasaran II dengan persentase 74% dan saluran pemasaran III dengan persentase 56%. Nilai efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I, II dan III secara berturut – turut adalah saluran pemasaran I dengan persentase 11,66%, saluran pemasaran II dengan persentase 12,06% dan saluran pemasaran III dengan persentase 15,06%.

Penelitian menemukan tiga saluran pemasaran jagung di Kabupaten Purbolinggo, yaitu Saluran I (Produsen‑Konsumen), Saluran II (Produsen‑Pedagang Besar‑Konsumen), dan Saluran III (Produsen‑Pedagang Pengumpul‑Pedagang Besar‑Konsumen), dengan mayoritas petani menggunakan Saluran II.Margin pemasaran meningkat dari Rp0/kg pada Saluran I menjadi Rp1.200/kg pada Saluran III, sementara farmers share masing‑masing sebesar 100 %, 74 % dan 56 %.Efisiensi pemasaran masing‑masing saluran berada pada kisaran 11,66 %–15,06 %, menunjukkan bahwa semua saluran tergolong efisien.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penerapan platform digital pasar dapat mempengaruhi margin pemasaran dan meningkatkan farmers share petani jagung di Kabupaten Purbolinggo, dengan membandingkan efektivitas platform tersebut terhadap saluran tradisional. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi model logistik alternatif, seperti koperasi transportasi atau sistem rantai dingin, untuk menurunkan biaya pemasaran dan meningkatkan efisiensi pada ketiga saluran yang telah diidentifikasi. Penelitian ketiga dapat mengkaji tingkat kesediaan konsumen membayar harga premium untuk jagung yang diproduksi secara berkelanjutan, serta dampaknya terhadap pilihan saluran pemasaran dan harga jual. Metode kuantitatif berupa survei petani dan pedagang, serta analisis biaya‑manfaat, dapat digunakan untuk mengukur perubahan margin dan efisiensi. Selain itu, pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan stakeholder dapat menggali persepsi terhadap teknologi digital dan praktik logistik baru. Hasilnya diharapkan memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini juga dapat memperluas cakupan geografis ke kabupaten lain di Lampung untuk generalisasi temuan. Dengan demikian, tiga arah penelitian tersebut dapat melengkapi temuan saat ini dan memberikan dasar ilmiah bagi perbaikan sistem pemasaran jagung.

  1. PENGEMBANGAN AGROWISATA, POTENSI INOVASI PRODUK DAN KONSUMSI PANGAN FUNGSIONAL JERUK SIOMPU DI KABUPATEN... doi.org/10.36841/agribios.v22i2.5443PENGEMBANGAN AGROWISATA POTENSI INOVASI PRODUK DAN KONSUMSI PANGAN FUNGSIONAL JERUK SIOMPU DI KABUPATEN doi 10 36841 agribios v22i2 5443
  2. ANALISIS MARGIN DAN SALURAN PEMASARAN AGRIBISNIS KOMODITAS JAGUNG DI KECAMATAN PURBOLINGGO KABUPATEN... unars.ac.id/ojs/index.php/agribios/article/view/5503ANALISIS MARGIN DAN SALURAN PEMASARAN AGRIBISNIS KOMODITAS JAGUNG DI KECAMATAN PURBOLINGGO KABUPATEN unars ac ojs index php agribios article view 5503
  3. Peningkatan Kreativitas Masyarakat melalui Usaha Produk Olahan Tanaman Palawija di Nagari Sungai Durian,... doi.org/10.29244/agrokreatif.5.1.58-63Peningkatan Kreativitas Masyarakat melalui Usaha Produk Olahan Tanaman Palawija di Nagari Sungai Durian doi 10 29244 agrokreatif 5 1 58 63
Read online
File size204.6 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test