UMAUMA

Jurnal AnalitikaJurnal Analitika

Bencana alam yang terjadi di PASIGALA pada tahun 2018 silam meninggalkan dampak yang signifikan bagi penyintas likuifaksi. Penelitian mengenai pemulihan setelah bencana salah satunya berfokus pada pencapaian positif yang dialami penyintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari trauma exposure dan family hardiness dalam mengembangkan posttraumatic growth (PTG). Partisipan dalam penelitian ini adalah 147 orang penyintas dewasa (Musia = 23.06, SD = 4.12) yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. PTG diukur dengan Posttraumatic Growth Inventory Short-Form (PTGI-SF), trauma exposure diukur dengan modifikasi dari Earthquake Exposure Questionnaire dan Impact of Event Scale, dan family hardiness diukur dengan Family Hardiness Index (FHI). Uji regresi bertingkat menemukan bahwa trauma exposure dan family hardiness secara signifikan memprediksi sebesar 7% dan 17.2% variasi posttraumatic growth ketika variabel lain dikontrol. Kemudian, uji mediasi menunjukkan bahwa family hardiness secara signifikan berperan sebagian atau parsial sebagai mediator antara trauma exposure terhadap PTG. Semakin banyak trauma exposure yang dialami individu ketika bencana alam terjadi, dengan adanya tingkat family hardiness yang semakin tinggi, individu akan mencapai kondisi PTG yang lebih tinggi (c = 0.759, p < 0.01) dibandingkan jika hanya mempertimbangkan peran trauma exposure (c = 0.301, p < 0.01). Hal ini menunjukkan bahwa family hardiness merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan ketika membantu penyintas bencana likuifaksi yang terekspos pada kejadian traumatik dalam mengembangkan posttraumatic growth.

Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa family hardiness berperan penting dalam membantu penyintas likuifaksi di PASIGALA mencapai pertumbuhan pasca trauma yang lebih tinggi.Faktor keluarga yang kuat dan adaptif menjadi kunci dalam memperkuat kemampuan individu untuk beradaptasi dan berkembang setelah mengalami trauma.Selain itu, pengaruh trauma exposure terhadap pertumbuhan pasca trauma tidak terlepas dari keberadaan dukungan keluarga yang stabil.Oleh karena itu, program rehabilitasi pasca bencana perlu memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kekuatan keluarga untuk meningkatkan proses pemulihan individu.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh faktor budaya lokal terhadap pertumbuhan pasca trauma di wilayah bencana lainnya. Selain itu, penelitian perlu mengembangkan model intervensi berbasis keluarga yang disesuaikan dengan konteks budaya masyarakat korban bencana. Studi juga diperlukan untuk mengeksplorasi peran faktor sosial lain seperti dukungan komunitas atau kepercayaan religius dalam memfasilitasi pertumbuhan pasca trauma, terutama pada kelompok usia yang berbeda atau dalam situasi bencana yang berbeda.

  1. Family Resilience: A Conceptual Review | Atlantis Press. family resilience conceptual review atlantis... doi.org/10.2991/acpch-17.2018.9Family Resilience A Conceptual Review Atlantis Press family resilience conceptual review atlantis doi 10 2991 acpch 17 2018 9
  2. Relationships between family resilience and posttraumatic growth in breast cancer survivors and caregiver... doi.org/10.1002/pon.4668Relationships between family resilience and posttraumatic growth in breast cancer survivors and caregiver doi 10 1002 pon 4668
  3. Jurnal Analitika. growth role trauma exposure family hardiness against pasigala liquefaction survivors... ojs.uma.ac.id/index.php/analitika/article/view/8123Jurnal Analitika growth role trauma exposure family hardiness against pasigala liquefaction survivors ojs uma ac index php analitika article view 8123
  4. Frontiers | Earthquake Exposure and Post-traumatic Stress Among Nepalese Mothers After the 2015 Earthquakes.... doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00734Frontiers Earthquake Exposure and Post traumatic Stress Among Nepalese Mothers After the 2015 Earthquakes doi 10 3389 fpsyg 2019 00734
Read online
File size405.45 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test