PANDAWANPANDAWAN
Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah, Teknologi dan SosialAlfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah, Teknologi dan SosialBanyak hal yang dapat dilakukan dalam mengenalkan anak mengenai pendidikan islam sejak dini dengan menggunakan metode baru dari sebelumnya. Dimana media yang digunakan dalam memberikan pembelajaran agama islam terhadap anak dapat menyesuaikan zaman saat ini (industri 4.0). Dimana industri 4.0 membawa banyak perubahan dalam banyak hal seperti trend dalam berpakaian, makanan dan teknologi yang ternyata dapat mempengaruhi agama islam. Media yang digunakan lebih kekinian tidak hanya berbentuk tulisan dalam bentuk buku, tapi berbentuk mainan, media massa dan aplikasi, dari sini terlihat metode yang digunakan dalam bentuk tradisional menjadi modernisasi salah satu upaya menarik minat anak untuk belajar mengenal agama islam. Namun dibutuhkan dukungan dari keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah dalam memanfaatkan teknologi saat ini, tidak hanya dilihat dari sisi negatifnya tapi dari positifnya. Karena minat anak dalam mempelajari agama islam sudah menurun dan memiliki mindset bahwa saat pembelajaran akan membuat jenuh, media yang digunakan hanya berbentuk buku dan tidak dapat digunakan dimana saja.
Paper penelitian ini dapat dirangkum bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan usia dini pada industri 4.0 dapat memanfaatkan teknologi yang sudah diterapkan dalam media massa, aplikasi atau secara offline seperti buku dan puzzle.Dimana proses saat pembelajaran dibutuhkan inovasi dari orang tua dan guru dalam mengenalkan anak akan agama islam pada media tersebut, agar terciptanya keingintahuan yang dari anak.Karena proses pembelajaran yang menyenangkan membawa anak lebih kreatif saat berpikir dan merasa senang saat pembelajaran berlangsung, sehingga hambatan yang dikhawatirkan seperti biaya yang mahal, jarak waktu yang ditempuh dan media digunakan tidak menjadi hambatan dalam mengenalkan agama islam terhadap anak saat usia dini.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan pemahaman agama islam pada anak usia dini, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik anak dan jenis media yang digunakan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai agama islam dengan teknologi industri 4.0, sehingga anak tidak hanya terampil dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Ketiga, penting untuk dilakukan penelitian kualitatif yang mendalam mengenai peran orang tua dan lingkungan keluarga dalam mendukung pembelajaran agama islam anak di era digital, serta bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.
| File size | 513.64 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan sosial anak-anak,Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan sosial anak-anak,
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Pada program kedua, pembuatan pojok bermain di posyandu dapat meningkatkan keterampilan kader dan menjadi fasilitas yang menarik bagi anak-anak. KeduaPada program kedua, pembuatan pojok bermain di posyandu dapat meningkatkan keterampilan kader dan menjadi fasilitas yang menarik bagi anak-anak. Kedua
UGJUGJ Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan membaca siswa kelas III relatif baik, ditunjukkan dari indikator seperti kesenangan membaca, minat terhadapHasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan membaca siswa kelas III relatif baik, ditunjukkan dari indikator seperti kesenangan membaca, minat terhadap
UBUB Lihai Islamic Preschool merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berfokus pada kurikulum tujuh sentra, namun memiliki keterbatasan dalam hal kualitasLihai Islamic Preschool merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berfokus pada kurikulum tujuh sentra, namun memiliki keterbatasan dalam hal kualitas
UMBJMUMBJM Tema-tema tersebut mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir. Pembelajaran agama dibagi menjadi dua kelas, yaitu Islam dan Kristen,Tema-tema tersebut mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir. Pembelajaran agama dibagi menjadi dua kelas, yaitu Islam dan Kristen,
STAITTDSTAITTD Pertama, asesmen formatif memainkan peran kunci dalam memahami kemajuan anak dalam pembelajaran. Pendekatan ini melibatkan pengamatan guru terhadap aktivitasPertama, asesmen formatif memainkan peran kunci dalam memahami kemajuan anak dalam pembelajaran. Pendekatan ini melibatkan pengamatan guru terhadap aktivitas
ALMISHBAHALMISHBAH Pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah memberikan potensi besar untuk menyebarkan pesan dakwah kepada masyarakat luas, namun pembawa pesan harusPendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah memberikan potensi besar untuk menyebarkan pesan dakwah kepada masyarakat luas, namun pembawa pesan harus
UBBGUBBG Data dikumpulkan berdasarkan wawancara dan observasi. Informan penelitian adalah enam orang Aceh yang tinggal di desa Blang Puntuet, salah satu pinggiranData dikumpulkan berdasarkan wawancara dan observasi. Informan penelitian adalah enam orang Aceh yang tinggal di desa Blang Puntuet, salah satu pinggiran
Useful /
APPIHIAPPIHI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pemalsuan uang yang dilakukan oleh anak, denganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pemalsuan uang yang dilakukan oleh anak, dengan
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Hambatan yang dihadapi antara lain lingkungan yang tidak sehat, kurangnya SDM dan infrastruktur, keterbatasan dana, minimnya keterlibatan masyarakat danHambatan yang dihadapi antara lain lingkungan yang tidak sehat, kurangnya SDM dan infrastruktur, keterbatasan dana, minimnya keterlibatan masyarakat dan
UMBJMUMBJM Several factors influence this implementation, including limited facilities and infrastructure, such as a lack of a water tap and insufficient waste disposalSeveral factors influence this implementation, including limited facilities and infrastructure, such as a lack of a water tap and insufficient waste disposal
UBBGUBBG evaluasi moral (76%), rasionalisasi (17%), dan otorisasi (7%). Strategi evaluasi moral secara dominan mengaitkan UU Cipker dengan nilai-nilai seperti optimisme,evaluasi moral (76%), rasionalisasi (17%), dan otorisasi (7%). Strategi evaluasi moral secara dominan mengaitkan UU Cipker dengan nilai-nilai seperti optimisme,