UNMERPASUNMERPAS

JMM - Jurnal Masyarakat MerdekaJMM - Jurnal Masyarakat Merdeka

Jamu sangat dikenal oleh masyarakat luas sehingga dimanfaatkan dalam tindakan perawatan mandiri untuk kesehatan tubuh dan menjaga imunitas tetap stabil. Kebutuhan jamu semakin lama semakin meningkat di masyarakat menjadi peluang oknum yang tidak bertanggung jawab menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) periode Juli 2021 sampai September 2021 telah menemukan sebanyak 53 produk obat tradisional mengandung BKO, meskipun sudah ada larangan dari BPOM dalam penggunaan BKO di obat tradisional. Analisis masalah dengan metode wawancara untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang bahan kimia obat (BKO) dan dievaluasi menggunakan kuesioner. Dari hasil wawancara sebanyak 17 orang siswa dari 20 orang siswa tidak mengetahui bahan kimia obat (BKO) di dalam jamu. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan persentase hasil kuesioner dalam menggambarkan tingkat pengetahuan siswa.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa terhadap jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar siswa (85%) tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai BKO dalam jamu.Setelah diberikan materi dan edukasi, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, yang tercermin dari hasil post-test.Hal ini mengindikasikan bahwa sosialisasi dan edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya dan cara menghindari jamu yang mengandung BKO.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam mengonsumsi jamu, termasuk faktor sosial, budaya, dan ekonomi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode deteksi BKO yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk menguji keamanan jamu yang mereka konsumsi. Ketiga, penting untuk dilakukan evaluasi terhadap efektivitas program edukasi yang telah dilakukan, serta mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk melalui media sosial dan platform digital lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya jamu yang mengandung BKO dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan obat tradisional yang aman dan berkualitas.

  1. JAMU TRADISIONAL PENINGKAT IMUNITAS DI MASA PANDEMI | Azizuddin | JRCE (Journal of Research on Community... doi.org/10.18860/jrce.v2i2.11962JAMU TRADISIONAL PENINGKAT IMUNITAS DI MASA PANDEMI Azizuddin JRCE Journal of Research on Community doi 10 18860 jrce v2i2 11962
  2. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia). jpkmi jurnal pengabdian masyarakat nomor issn... icsejournal.com/index.php/JPKMIJPKMI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia jpkmi jurnal pengabdian masyarakat nomor issn icsejournal index php JPKMI
  3. Identifikasi Parasetamol dan Asam Mefenamat pada Jamu Pegel Linu dan Asam Urat yang Beredar di Daerah... doi.org/10.20961/jpscr.v5i2.41929Identifikasi Parasetamol dan Asam Mefenamat pada Jamu Pegel Linu dan Asam Urat yang Beredar di Daerah doi 10 20961 jpscr v5i2 41929
  4. Manfaat Jamu Empon-Empon Untuk Peningkatan Imunitas Tubuh Pada Masa Pandemi Covid-19 | Nursuprianah |... doi.org/10.24235/dimasejati.v4i1.10846Manfaat Jamu Empon Empon Untuk Peningkatan Imunitas Tubuh Pada Masa Pandemi Covid 19 Nursuprianah doi 10 24235 dimasejati v4i1 10846
Read online
File size743.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test