ORLIORLI
Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica IndonesianaLatar belakang: Sinusitis odontogenik mengacu pada infeksi bakteri pada sinus maksilaris yang disebabkan oleh kuman, atau komplikasi tindakan pada gigi. Algoritma terapeutik biasanya memiliki dua tahap yaitu konservatif dan bedah. Efektivitas terapi konservatif bervariasi berkisar di antara 36 hingga 95%. Jika terapi konservatif berhasil menyembuhkan sinustis, maka bedah sinus dapat dihindari; tetapi jika terapi konservatif gagal, bedah sinus dibutuhkan untuk menghilangkan penyebabnya. Tujuan: Mengetahui faktor prognostik yang mempengaruhi kegagalan terapi medikamentosa dan pengobatan gigi pada sinusitis odontogenik. Ilustrasi kasus: Seorang laki-laki berusia 27 tahun dengan diagnosis sinusitis odontogenik harus menjalani operasi sinus endoskopi, walaupun telah mendapatkan terapi konservatif yang optimal. Pertanyaan klinis: Pada pasien sinusitis odontogenik telah diterapi konservatif, apakah kebiasaan merokok, skor total Lund-Mackay tinggi termasuk adanya penyumbatan kompleks osteomeatal (KOM), dan riwayat tindakan pada gigi, memengaruhi kegagalan terapi konservatif? Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Cochrane dan Hand-searching dengan menggunakan kata kunci “sinusitis odontogenik. Hasil: Tiga artikel kohort prognostik yang didapatkan, ditelaah kritis untuk dinilai validitas, esensi, dan kemampuan untuk dapat diaplikasikan dalam skenario klinis. Faktor prognostik yang presisi adalah skor total Lund-Mackay tinggi dengan odd ratio (OR) 95% dan confidence interval (CI) 2,0/1,04-3,79. Kesimpulan: Skor total Lund-Mackay yang tinggi adalah faktor prognostik penting dalam kegagalan terapi konservatif, sehingga bedah sinus harus dilakukan.
Skor total Lund-Mackay yang tinggi merupakan faktor prognostik penting dalam kegagalan terapi konservatif pada sinusitis odontogenik, sehingga tindakan bedah sinus perlu dipertimbangkan.Studi ini mengidentifikasi bahwa skor Lund-Mackay yang tinggi berkorelasi dengan kemungkinan kegagalan pengobatan konservatif.Temuan ini memberikan informasi penting bagi klinisi dalam menentukan strategi penanganan yang tepat untuk pasien dengan sinusitis odontogenik.
Berdasarkan temuan studi ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan protokol diagnostik yang lebih akurat untuk mengidentifikasi pasien dengan sinusitis odontogenik yang berpotensi gagal dengan terapi konservatif. Hal ini dapat melibatkan penggunaan pencitraan yang lebih canggih, seperti CT scan resolusi tinggi, atau biomarker inflamasi untuk memprediksi respons terhadap pengobatan. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai strategi bedah sinus dalam mengatasi sinusitis odontogenik, termasuk teknik minimal invasif dan penggunaan bahan implan untuk mendukung penyembuhan sinus. Terakhir, studi prospektif yang melibatkan jumlah pasien yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi peran faktor-faktor lain, seperti kebiasaan merokok dan riwayat prosedur gigi, dalam memprediksi kegagalan pengobatan dan mengoptimalkan strategi penanganan sinusitis odontogenik secara komprehensif.
| File size | 318.73 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Infeksi STH terjadi karena kebersihan pribadi. Pemeriksaan infeksi STH secara kualitatif dapat dilakukan berbagai metode pemeriksaan. Tujuan penelitianInfeksi STH terjadi karena kebersihan pribadi. Pemeriksaan infeksi STH secara kualitatif dapat dilakukan berbagai metode pemeriksaan. Tujuan penelitian
UIBUUIBU Antibacterial activity against S. typhi was assessed using the disc diffusion method, while antifungal activity against M. canis was evaluated using theAntibacterial activity against S. typhi was assessed using the disc diffusion method, while antifungal activity against M. canis was evaluated using the
IJNMSIJNMS Prevalensi spesifik usia tertinggi terjadi pada anak-anak berusia 6–11 tahun (6,45%). Parotitis unilateral menyumbang 71,1% dari kasus. Gejala umum termasukPrevalensi spesifik usia tertinggi terjadi pada anak-anak berusia 6–11 tahun (6,45%). Parotitis unilateral menyumbang 71,1% dari kasus. Gejala umum termasuk
PARIPARI Jika gradasi keabuan jaringan lunak hilang, maka kelainan subtil, difus, atau berdensitas lunak seperti pneumonia ringan, efusi pleura kecil, pneumothoraxJika gradasi keabuan jaringan lunak hilang, maka kelainan subtil, difus, atau berdensitas lunak seperti pneumonia ringan, efusi pleura kecil, pneumothorax
UMKLAUMKLA Tjitrowardojo Purworejo yang menjalani prosedur pembedahan dengan anestesi spinal. Kelompok intervensi diberikan blanket warmer selama 10 menit dalam faseTjitrowardojo Purworejo yang menjalani prosedur pembedahan dengan anestesi spinal. Kelompok intervensi diberikan blanket warmer selama 10 menit dalam fase
JPRJPR Introduction: Lower extremity defect poses a significant challenge in reconstructive surgery due to the limited usability of soft tissue. The keystoneIntroduction: Lower extremity defect poses a significant challenge in reconstructive surgery due to the limited usability of soft tissue. The keystone
THEHIPKNEEJOURNALTHEHIPKNEEJOURNAL Beberapa inovasi utama meliputi teknik bedah minimal invasif, penggunaan sistem navigasi komputer dan robotik, material biomaterial canggih seperti keramik‑keramikBeberapa inovasi utama meliputi teknik bedah minimal invasif, penggunaan sistem navigasi komputer dan robotik, material biomaterial canggih seperti keramik‑keramik
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML) adalah abnormalitas neurologis yang ditandai dengan kerusakan mielin (demielinisasi) pada sistem sarafProgressive multifocal leukoencephalopathy (PML) adalah abnormalitas neurologis yang ditandai dengan kerusakan mielin (demielinisasi) pada sistem saraf
Useful /
JPRJPR Pola berjalan pasien memuaskan dengan penggunaan sepatu khusus untuk menopang berat badan. Kasus ini menunjukkan potensi operasi penyelamatan ekstremitasPola berjalan pasien memuaskan dengan penggunaan sepatu khusus untuk menopang berat badan. Kasus ini menunjukkan potensi operasi penyelamatan ekstremitas
JPRJPR Data ini diharapkan dapat menjadi referensi ukuran dalam melakukan rekonstruksi maksila sesuai dengan jenis kelamin, yang akan bermanfaat bagi pasien danData ini diharapkan dapat menjadi referensi ukuran dalam melakukan rekonstruksi maksila sesuai dengan jenis kelamin, yang akan bermanfaat bagi pasien dan
JPRJPR Ngoerah, Bali. Lebih dari setengah cedera maksilofasial disebabkan oleh fraktur mandibula, yang dapat dikaitkan dengan struktur mandibula yang menonjol.Ngoerah, Bali. Lebih dari setengah cedera maksilofasial disebabkan oleh fraktur mandibula, yang dapat dikaitkan dengan struktur mandibula yang menonjol.
JPRJPR Meta-analisis ini menunjukkan bahwa membran amnion memberikan keuntungan sebagai balutan biologis bagi pasien luka bakar. Namun, diperlukan lebih banyakMeta-analisis ini menunjukkan bahwa membran amnion memberikan keuntungan sebagai balutan biologis bagi pasien luka bakar. Namun, diperlukan lebih banyak