UPSUPS

Cakrawala: Jurnal PendidikanCakrawala: Jurnal Pendidikan

Artikel ini mengembangkan kerangka kerja tata kelola–budaya–agen untuk transisi dari model bisnis linear ke regeneratif dengan menginterpretasi ulang prinsip ordoliberal Ordnungspolitik untuk era sirkularitas digital. Menggunakan tinjauan literatur integratif dan analisis dokumen kebijakan, studi ini mensintesis wawasan dari ekonomi politik ordoliberal, penelitian ekonomi sirkular, dan riset manajemen/organisasi. Hasil menunjukkan bahwa aturan kerangka kerja yang berorientasi pada hasil dan netral teknologi—persyaratan desain ramah lingkungan dan ketahanan, hak untuk memperbaiki dan data untuk perbaikan, tanggung jawab produsen yang diperluas dengan modulasi ramah lingkungan, paspor produk, dan portabilitas/interoperabilitas data—menciptakan kondisi yang memfasilitasi inovasi terdesentralisasi sambil melindungi persaingan dan kepentingan umum. Alat digital (AI, IoT, ledger terdistribusi) dapat secara signifikan memfasilitasi strategi ekonomi sirkular melalui pemantauan, prediksi, dan pelacakan, tetapi hanya jika terintegrasi dalam infrastruktur yang transparan, dapat diaudit, dan dapat dipertanyakan yang memitigasi efek rebound dan ketergantungan platform. Budaya organisasi dan agen manusia sangat menentukan: pola pikir pemimpin, ketahanan psikologis, perancangan insentif, dan rutinitas pembelajaran mengubah sinyal kebijakan dan kemampuan digital menjadi praktik. Institusi pendidikan tinggi mempercepat penyebaran melalui kurikulum interdisipliner, laboratorium hidup, dan dukungan penetapan standar. Kontribusi ini adalah arsitektur yang didasarkan pada teori dan dapat diterapkan yang menyelaraskan tatanan institusional, desain teknologi, dan pengembangan manusia untuk mencapai hasil yang berkelanjutan dan regeneratif.

Analisis menunjukkan bahwa peralihan dari model bisnis linier ke model sirkular dan regeneratif bergantung pada evolusi bersama tiga pilar utama.tata kelola kerangka berbasis Ordnungspolitik, budaya organisasi serta agensi manusia, dan infrastruktur digital yang transparan, interoperabel, dan akuntabel.Keberhasilan hanya tercapai bila aturan umum yang dapat diprediksi menciptakan kondisi kompetitif untuk inovasi terdesentralisasi, organisasi mengadopsi nilai dan insentif yang menghargai nilai siklus hidup, serta teknologi data terintegrasi dalam mekanisme regulasi yang melindungi kompetisi dan hak akses.Kombinasi tersebut memungkinkan investasi berkelanjutan dalam remanufaktur, layanan berbasis produk, dan logistik terbalik, sehingga ekonomi dapat bergerak menuju hasil yang regeneratif, resilient, dan berkeadilan sosial serta ekologis.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan bagaimana kombinasi regulasi ekonomi sirkular, persaingan, dan digital di berbagai negara memengaruhi inovasi, partisipasi UMKM, serta hasil distribusi sosial, sehingga memberikan panduan kebijakan yang lebih kontekstual. Selanjutnya, diperlukan studi empiris mengenai cara mengaudit sistem AI dan algoritma yang mendukung siklus hidup produk, misalnya dengan mengembangkan kerangka penilaian yang menyeimbangkan transparansi, akurasi, dan dampak lingkungan, untuk memastikan teknologi digital benar‑benar memperkuat tujuan regeneratif. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal dapat mengeksplorasi interaksi antara redesign KPI, keamanan psikologis, dan pengembangan kepemimpinan dalam organisasi, serta bagaimana faktor‑faktor ini bersama‑sama memelihara praktik sirkularitas jangka panjang di tengah dinamika pasar yang berubah, sehingga memberikan wawasan praktis bagi perusahaan dalam merancang budaya dan insentif yang mendukung transformasi berkelanjutan.

  1. Invited Editorial: A Natural-Resource-Based View of the Firm - Jay B. Barney, David J. Ketchen, Mike... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0149206310390219Invited Editorial A Natural Resource Based View of the Firm Jay B Barney David J Ketchen Mike journals sagepub doi 10 1177 0149206310390219
Read online
File size348.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test