KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL EKUIVALENSIJURNAL EKUIVALENSI

Latar Belakang: Survei kepuasan masyarakat banyak diterapkan di organisasi pelayanan publik, namun kontribusinya terhadap perbaikan layanan sering terbatas saat umpan balik hanya dipandang sebagai kewajiban kepatuhan. Tujuan: Penelitian ini mengkaji pemanfaatan hasil survei kepuasan untuk perbaikan layanan dengan memfokuskan pada proses organisasi dalam menafsirkan dan menindaklanjuti umpan balik. Desain: Menggunakan studi kasus analitis dengan metode campuran pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palu, Indonesia, penelitian ini menggunakan data survei kepuasan resmi (2023), diskusi internal, dan analisis dokumen. Hasil: Temuan menunjukkan umpan balik berkontribusi pada perubahan hanya ketika terintegrasi dalam proses manajerial rutin. Pemanfaatannya melalui empat tahap: kesadaran bersama atas masalah, koordinasi terlembaga dalam forum internal, perubahan material selektif pada area layanan yang memungkinkan, dan capaian yang dibatasi kendala struktural organisasi. Perbaikan lebih mudah pada aspek layanan tangible, sementara isu kompleks seperti ketepatan waktu kurang responsif. Kesimpulan: Studi terhadap pembelajaran organisasi yang digerakkan umpan balik, serta pentingnya melembagakan rutinitas pemanfaatan umpan balik, bukan sekadar pengumpulan data, untuk mendorong perbaikan layanan bertahap.

Studi terhadap pembelajaran organisasi yang digerakkan umpan balik, serta pentingnya melembagakan rutinitas pemanfaatan umpan balik, bukan sekadar pengumpulan data, untuk mendorong perbaikan layanan bertahap.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar organisasi pelayanan publik di Indonesia melembagakan rutinitas pemanfaatan umpan balik dari masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan umpan balik dalam proses manajerial rutin, seperti melalui pertemuan staf, tinjauan kinerja, dan siklus perencanaan. Selain itu, penting untuk mengkomunikasikan tindak lanjut yang jelas dan terlihat kepada masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan mereka. Untuk masalah yang kompleks dan struktural, seperti ketepatan waktu, diperlukan inisiatif perancangan ulang proses dan koordinasi jangka panjang dengan unit terkait. Penelitian lanjutan dapat fokus pada jangka waktu yang lebih panjang dan kasus perbandingan untuk mengevaluasi bagaimana kepemimpinan, rutinitas organisasi, dan kapasitas koordinasi mempengaruhi keberlanjutan pembelajaran yang didorong umpan balik.

  1. The Determinants of Citizens' Satisfaction of E-Government: An Empirical Study in Vietnam -The Journal... doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no8.519The Determinants of Citizens Satisfaction of E Government An Empirical Study in Vietnam The Journal doi 10 13106 jafeb 2020 vol7 no8 519
  2. Trust and Public Policy | OECD. trust public policy oecd skip main content better governance help rebuild... oecd.org/en/publications/trust-and-public-policy_9789264268920-en.htmlTrust and Public Policy OECD trust public policy oecd skip main content better governance help rebuild oecd en publications trust and public policy 9789264268920 en html
  3. The Effect of Transparency on Trust in Government: A Cross‐National Comparative Experiment... doi.org/10.1111/puar.12047The Effect of Transparency on Trust in Government A CrossyAAAaNational Comparative Experiment doi 10 1111 puar 12047
  4. Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Limapuluh melalui Tindak Lanjut Survei Kepuasan... jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1693Evaluasi Kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Limapuluh melalui Tindak Lanjut Survei Kepuasan jurnal ardenjaya index php ajsh article view 1693
Read online
File size795.64 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test