MJIPUBLISHERMJIPUBLISHER
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiMitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiPenyesuaian sistem pendidikan nasional menjadi fundamental dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang berorientasi pada penguasaan keterampilan abad ke-21. Meskipun kebijakan Merdeka Belajar telah diimplementasikan, rendahnya capaian PISA (OECD, 2019) menunjukkan urgensi perbaikan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh dapat mengintegrasikan teknologi dengan penguatan karakter demi meminimalisasi risiko erosi moral (Lickona, 2004). Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi transformasi menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas berkelanjutan melalui metode Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terindeks periode 2020 -2025 dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi serta sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran cerdas yang efektif memerlukan model blended learning adaptif berbasis personalisasi data yang terintegrasi secara kurikuler dengan profil lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di Indonesia bergantung pada sinergi tripartit yang harmonis: teknologi sebagai instrumen, inovasi sebagai strategi pedagogi, dan karakter sebagai fondasi moral. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul secara intelektual, cakap digital, dan memiliki integritas moral yang kuat di era global.
Transformasi pendidikan Indonesia menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas merupakan kebutuhan strategis dan mendesak dalam menjawab tantangan globalisasi, Revolusi Industri 4.Transformasi ini menuntut pergeseran paradigma pembelajaran dari pendekatan konvensional berbasis transfer pengetahuan menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi digital serta kecerdasan buatan.Namun demikian, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi semata, melainkan oleh sinergi yang harmonis antara inovasi pedagogi, digitalisasi yang bermakna, dan penguatan karakter sebagai fondasi moral dan etika, khususnya melalui internalisasi nilai-nilai Dimensi Profil Lulusan.Dengan dukungan kebijakan pendidikan yang visioner, peningkatan profesionalisme pendidik, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi multipihak, Ekosistem Pembelajaran Cerdas diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul secara intelektual, adaptif secara digital, berdaya saing global, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas model blended learning adaptif yang terintegrasi dengan penguatan karakter terhadap capaian akademik dan profil siswa. Kedua, studi kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan siswa terhadap implementasi teknologi AI dalam pembelajaran, serta tantangan dan peluang yang muncul. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan kompetensi abad ke-21 dan karakter siswa yang terpapar Ekosistem Pembelajaran Cerdas dalam jangka panjang. Ketiga saran ini saling melengkapi, karena pengukuran efektivitas (kuantitatif) perlu didukung pemahaman mendalam (kualitatif) tentang pengalaman pengguna, dan evaluasi jangka panjang (longitudinal) diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif dari transformasi pendidikan ini. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih efektif dan relevan di era digital.
- Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi. mitra pilar jurnal pendidikan inovasi... mjipublisher.com/index.php/mitrapilarMitra Pilar Jurnal Pendidikan Inovasi dan Terapan Teknologi mitra pilar jurnal pendidikan inovasi mjipublisher index php mitrapilar
- Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas, Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan... doi.org/10.58797/pilar.0402.02Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas Inovasi Digitalisasi dan Penguatan doi 10 58797 pilar 0402 02
| File size | 250.49 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
MJIPUBLISHERMJIPUBLISHER Sebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikanSebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikan
UNIBAUNIBA Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif, ex post facto, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP danPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif, ex post facto, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP dan
UNIBAUNIBA Setelah perbaikan pada siklus II, rata-rata nilai naik menjadi 88,83% dengan ketuntasan 93%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe TPS terbuktiSetelah perbaikan pada siklus II, rata-rata nilai naik menjadi 88,83% dengan ketuntasan 93%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe TPS terbukti
IAISYAICHONAIAISYAICHONA Kepercayaan ini hanya dapat dibangun dan dipertahankan melalui implementasi tata kelola yang baik (Good Governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisKepercayaan ini hanya dapat dibangun dan dipertahankan melalui implementasi tata kelola yang baik (Good Governance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
IAISYAICHONAIAISYAICHONA Kosmetik merupakan salah satu kebutuhan yang semakin berkembang di kalangan masyarakat, termasuk santri di lingkungan pondok pesantren. Namun, meningkatnyaKosmetik merupakan salah satu kebutuhan yang semakin berkembang di kalangan masyarakat, termasuk santri di lingkungan pondok pesantren. Namun, meningkatnya
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Data diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan dua informan utama, yaitu pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola modal (mudharib). PemilihanData diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung dengan dua informan utama, yaitu pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola modal (mudharib). Pemilihan
AFEKSIAFEKSI Uji kepraktisan dan efektivitas dilakukan kepada 14 siswa kelas VI di SDN 28 Rambatan. Hasil validasi menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkanUji kepraktisan dan efektivitas dilakukan kepada 14 siswa kelas VI di SDN 28 Rambatan. Hasil validasi menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan
JOMPUJOMPU Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Bahan Ajar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) TerpaduTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Bahan Ajar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu
Useful /
UMPWRUMPWR Para peserta merasa mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang cara mengoperasikan MS Office, dan memperoleh peningkatan pemahaman dalam hal keterampilanPara peserta merasa mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang cara mengoperasikan MS Office, dan memperoleh peningkatan pemahaman dalam hal keterampilan
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA B/2024/PN Amlapura, di mana Terdakwa Jana alias Tobi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian dengan pemberatan sebagaimana diaturB/2024/PN Amlapura, di mana Terdakwa Jana alias Tobi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa
JOMPUJOMPU Menghadapi kondisi seperti ini, setiap guru yang mengalami kesulitan dalam pemahaman modul ajar menjadi tanggung jawab sekolah untuk memberikan bimbinganMenghadapi kondisi seperti ini, setiap guru yang mengalami kesulitan dalam pemahaman modul ajar menjadi tanggung jawab sekolah untuk memberikan bimbingan