UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan upah minimum terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur periode 2020–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) melalui aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, TPT, IPM, dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,8299 menunjukkan bahwa 82,99% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 17,01% sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar model seperti inflasi, ketimpangan pendapatan, dan kebijakan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur memerlukan strategi yang lebih komprehensif dan terintegrasi lintas sektor.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka, IPM, dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode 2020–2024.Meskipun arah hubungan antarvariabel sejalan dengan teori ekonomi pembangunan, pengaruhnya belum signifikan secara statistik.Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, terutama karena periode analisis yang pendek (2020–2024) dan penggunaan variabel yang masih terbatas.Dari sisi kebijakan, pemerintah daerah perlu memperkuat pemberdayaan sektor informal, meningkatkan kualitas SDM, memperluas lapangan kerja di sektor unggulan, serta memastikan pemerataan pembangunan dan program perlindungan sosial yang tepat sasaran bagi wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas periode analisis untuk menangkap dampak jangka panjang dari kebijakan ekonomi terhadap kemiskinan, terutama dalam konteks pemulihan pasca-pandemi. Kedua, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor struktural yang menyebabkan kemiskinan di Jawa Timur, seperti ketimpangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas program perlindungan sosial yang ada, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan jangkauan dan dampak program tersebut terhadap pengurangan kemiskinan. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kemiskinan di Jawa Timur dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size383.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test