OJSOJS
Jurnal Pendidikan MultidisiplinerJurnal Pendidikan MultidisiplinerSalah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran pada siswa adalah dengan adanya motivasi belajar. Pada pasca pandemic covid-19 melanda, pembelajaran daring mempengaruhi motivasi belajar siswa. Berdasarkan data diketahui bahwa siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu hanya mencapai 50 %, ini merupakan salah satu bukti bahwa motivasi belajar siswa belum maksimal. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dilaksanakan penerapan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar sehingga motivasinya meningkat. Media Power Point merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa belajar.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang penerapan media power point untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indoensia di Kelas IV pada siklus 1 sebesar 45% dengan kriteria cukup, pada siklus 2 menjadi 59% dengan kriteria cukup hal ini ada kenaikan sebesar 14%, karena media power point menyajikan materi secara visual dan audio visual, sehingga siswa tertarik untuk belajar.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan mengkaji lebih lanjut tentang efektivitas penggunaan media power point dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang strategi-strategi lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, terutama dalam konteks pembelajaran daring pasca pandemic covid-19. Selain itu, penelitian tentang dampak penggunaan media power point terhadap hasil belajar siswa juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.
| File size | 99.06 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNNESUNNES Aspek konteks, kompetensi, kompetensi, dan sikap sains dari nilai literasi sains siswa berkisar dari rata-rata 28% hingga 14%, 14%, dan 22%, masing-masing.Aspek konteks, kompetensi, kompetensi, dan sikap sains dari nilai literasi sains siswa berkisar dari rata-rata 28% hingga 14%, 14%, dan 22%, masing-masing.
UMPWRUMPWR Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) berbantuan simulasi PhET terbukti efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptualModel pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) berbantuan simulasi PhET terbukti efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konseptual
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara praktik pembelajaran sains saat ini dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Guru mengalami kesulitanHasil menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara praktik pembelajaran sains saat ini dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Guru mengalami kesulitan
OJSOJS Pengumpulan data dilakukan dengan tes berupa 4 butir soal yang mencakup indikator kesulitan pemahaman konsep matematis yaitu dekomposisi, pengenalan pola,Pengumpulan data dilakukan dengan tes berupa 4 butir soal yang mencakup indikator kesulitan pemahaman konsep matematis yaitu dekomposisi, pengenalan pola,
OJSOJS Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Pengambilan sampelSampel diambil menggunakan teknik total sampling, Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Pengambilan sampel
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Rata-rata hasil belajar siswa 70,77 ketuntasan klasikal 83,33 % (2). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat pada setiap pertemuan. BerdasarkanRata-rata hasil belajar siswa 70,77 ketuntasan klasikal 83,33 % (2). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat pada setiap pertemuan. Berdasarkan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Gagasan tentang bagaimana kebijakan harus berkembang tampaknya tidak dapat dipisahkan dari kerangka kerja kiri-tengah-kanan yang tradisional, tetapi menunjukkanGagasan tentang bagaimana kebijakan harus berkembang tampaknya tidak dapat dipisahkan dari kerangka kerja kiri-tengah-kanan yang tradisional, tetapi menunjukkan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian satu kelompok pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalahPenelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian satu kelompok pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah
Useful /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL (2). Aktivitas siswa dikumpulkan melalui pedoman observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa: (1).(2). Aktivitas siswa dikumpulkan melalui pedoman observasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa: (1).
CAHAYA ICCAHAYA IC Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi global air bersih dan sanitasi, mengidentifikasi tantangan utama, serta mengeksplorasi solusi dan strategiTujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi global air bersih dan sanitasi, mengidentifikasi tantangan utama, serta mengeksplorasi solusi dan strategi
CAHAYA ICCAHAYA IC Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan guru perlu memperkuat kesiapan sains dengan memperhatikan sumber daya instruksional, keterlibatan pemangku kepentingan,Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan guru perlu memperkuat kesiapan sains dengan memperhatikan sumber daya instruksional, keterlibatan pemangku kepentingan,
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Guru harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada proses, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan ilmiahnya. Dalam hal ini,Guru harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada proses, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan ilmiahnya. Dalam hal ini,