AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Starbucks Indonesia dioperasikan secara independen oleh PT Sari Coffee Indonesia dan tidak memiliki afiliasi langsung dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat maupun konflik geopolitik, yang melibatkan Israel dan Palestina, namun Starbucks tetap menjadi sasaran boikot konsumen di Indonesia akibat isu yang berkembang secara luas dan mengglobal. Starbuck pun mengalami managemen krisis komunikasi, yang membuat pelanggan goyah dan reputasi terguncang hebat. Dampaknya Starbuck merugi dan sejumlah gerai ditutup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif untuk mengungkap langkah yang ditempuh Starbuck Indonesia dalam mengatasi krisis. Melalui analisis konten media sosial dan pernyataan resmi perusahaan, ditemukan bahwa Starbucks Indonesia menekankan transparansi, klarifikasi posisi netral terhadap isu politik, dan komitmen terhadap nilai keberagaman. Strategi komunikasi di media sosial menjadi alat utama dalam membentuk narasi positif dan memperkuat citra merek yang humanis. Pengumpulan data dilakukan bersumber dari berbagai berita media online resmi, media sosial, pernyataan resmi perusahaan, artikel jurnal, dan rujukan dari berbagai situs web. Hasil penelitian menjawab bahwa Starbucks berhasil mengembalikan reputasi dan masih mendapat kepercayaan oleh masyarakat Indonesia secara umum. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman akademik mengenai penerapan teori SCCT dan menjadi acuan praktis bagi perusahaan dalam menghadapi krisis reputasi.

Starbucks Indonesia menghadapi tantangan serius dan tekanan publik akibat tuduhan terlibat dalam mendukung Israel, yang memicu krisis reputasi.Tidak hanya diboikot, Starbucks juga mengalami vandalisme, dan karyawan serta pelanggan setia merasa terintimidasi.Sebagai respons terhadap tuduhan ini, Starbucks mengimplementasikan langkah-langkah strategis berdasarkan Situational Crisis Communication Theory (SCCT), dengan tujuan mengelola krisis secara efektif dan memulihkan reputasi perusahaan.Starbucks Indonesia menggunakan media sosial dan situs web resmi sebagai saluran utama untuk menyampaikan pesan-pesan humanistik dan positif.Strategi komunikasi yang diterapkan tidak hanya berfungsi sebagai klarifikasi, tetapi juga sebagai rekonstruksi citra merek yang lebih selaras dengan nilai-nilai lokal dan aspirasi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan analisis mendalam terhadap studi kasus Starbucks Indonesia, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperkaya pemahaman kita tentang manajemen krisis komunikasi dan dampaknya pada merek global. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana perusahaan dapat secara proaktif membangun ketahanan reputasi melalui strategi komunikasi yang berpusat pada nilai-nilai lokal dan keberagaman, serta bagaimana hal ini dapat memitigasi dampak dari krisis geopolitik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris efektivitas berbagai taktik komunikasi dalam memulihkan kepercayaan konsumen setelah krisis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kecepatan respons, transparansi, dan empati. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat mengeksplorasi bagaimana karyawan Starbucks Indonesia mengalami dan merespons krisis reputasi, serta bagaimana organisasi dapat mendukung kesejahteraan psikologis mereka selama masa sulit. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian-penelitian ini, kita dapat mengembangkan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk manajemen krisis komunikasi yang efektif dan berkelanjutan di era digital yang dinamis.

Read online
File size535.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test